Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Rasulullah, Nabi Besar Muhammad shalallahu alahi wasallam, serta keluarga dan para sahabat dan juga pengikut beliau sampai hari akhir.
Dan tak lupa juga kita untuk sentiasa mendoakan kedua orangtua kita, sehingga kiranya nanti kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang berbakti kepada kedua orangtua, sehingga hal tersebut akan mendatangkan Ridha dan cintaNya Allah kepada kita.
Bismillah,
الحمد لله ربّ العالمين و به نستعين على أمور الدين و الدنيا
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan dengan Allah kita minta pertolongan atas segala perkara dunia dan perkara agama
Firman Allah dalam Al-Quran surah az-zumar ayat 53 :
قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Artinya: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Nama Allah asmaul-Husna yang ke - 20 yaitu Al-Alim :
( Kola ba'dul a'immah al-alim huwalladzi adderaka syai'a bi hakikatihi, pa 'ilmuhu ta'ala syamilun lizami'il ma'lumat, muhhiyytun biha syabikun ala whujudiha, la takhhpa alaihi khopiyah dzhohiratun wabathina, dakhikatun wajalilah, awwaluha wa akhiruha, wajumlatuha wa tafsiluha,
Wa ilmuhu khoirun mustofadadin Minal 'ashiya, balil 'asiya mustofadatun minhu.
Berkata sebagian ulama, al-alim itu artinya : yang maha mengetahui segala sesuatu dengan yang sebenar-benarnya, maka ilmu Allah ta'ala itu mencakup bagi seluruh yang maklum, baik yang baharu maupun yang khodim.
Muhhitun biha (meliputi ilmu Allah itu dengan segala sesuatu,
Syabikun ala whujudiha ( ilmu Allah itu mendahului atas adanya sesuatu, al-alim, dia Maha tahu atas sesuatu Dan Maha tahu dengan sebelum adanya sesuatu itu.
tidak ada yang tersembunyi atas al-alim oleh sesuatu yang tersembunyi, yang dzohir yang bathin, yang kecil yang besar, awwal akhir, secara jumlah, secara rinci, di ketahui sepenuhnya oleh Allah subhanahu wa ta'ala, al-alim Ini.
Dan tahunya Allah dengan nama al-alim Ini tanpa adanya mendapatkan informasi dari siapa juapun, (al-alim, Allah subhanahu wa ta'ala mengetahui dengan zatnya, bukan melalui berita, melalui kabar, atau lain sebagainya.
Maka lain daripada kita, kita ini kalau mengetahui sesuatu melalui informati, ada berita, ada kabar, nah al-alim, Allah mengetahui segala sesuatu, tanpa perantara siapa juapun.
Secara ringkas biasa kita terjemahnya al-alim Ini dengan yang Maha mengetahui.
Kolallahu ta'ala, audzubillahi minasyatonittajom bismillahirrahmanirrohim, surah mujadilah ayat 7,
Apakah engkau tidak tahu bahwa Allah itu mengetahui dengan sesuatu yang ada di tujuh lapis langit, mengetahui dengan yang ada di bumi, baik yang di permukaan bumi, atau yang dalam bumi, tidak ada Dua orang, tiga orang yang berbisik melainkan Allah mengetahui, Karna Allah subhanahu wa ta'ala ialah almuhaimin, yang Maha mengawasi.
Dan Allah akan mengabarkan kepada mereka apa yang telah mereka lakukan pada hari kiamat nanti, bahwasanya Allah dengan tiap tiap sesuatu (al-alim) yang Maha mengetahui.
Kolallahu ta'ala, pada surah al-ghifor ayat 19.
allah mengetahui khianatnya mata, Dan apa-apa yang tersembunyi/tersimpan di dalam hati kita, Dan bukan sekedar di ketahui, di akhirat namti Allah akan memberitahukan kepada kita baik yang dzohir maupun yang bathin, nah Ini Al alim.
Wa kolallahu ta'ala, pada surah al-luqman, ayat 34
baginda Rasulullah bersabda : menjelaskan tentang firman Allah tadi, ada 5 yang tidak di ketahui oleh siapapun, nabi/malaikat/siapapun tidak tahu apa-apa yang Lima Ini, kalau tidak diberitahu oleh Allah.
1. (La yaklamu ma fi ghodin illallah)
Kita tidak tahu apa yang terjadi besok, kecuali hanya Allah
Contohnya : apakah besok itu hari keberuntungan, apakah besok itu hari kerugian, apakah besok itu kita banyak taat kepada Allah, apakah besok itu kita banyak maksiat kepada Allah? Apakah besok akan turun bala daripada Allah, apakah besok akan di limpahkan rahmat dan nikmat kepada kita
Hanya Allah al-alim yang mengetahui, nabi pun tidak tahu, malaikatpun tidak tahu ujar tuhan, kalau tidak diberitahu oleh Allah
2. ( Wala yaklamula targidul arham illallah)
Tidak tahu apa yang di kandung dalam Rahim itu, kecuali Allah, dalamRahim ibu, apakah Ini laki-laki atau perempuan, atau nantinya jadi orang kaya, jadi orang kaya, atau jadi orang alim, atau jadi orang jahil, atau Ini orang jadi ahli syurga, atau jadi ahli nekara, itu semuaan tidak ada yang tahu selain daripada Allah.
Kecanggihan teknologi sekarang, paling-paling tahu yang di dalam Rahim itu prihal laki-laki atau perempuan, itupun ada batasnya, di usg, seperti umur sekian kandunganya baru diketahui, itupun masih kira-kira.
3. (Wala yaklamu Minal madhori illallah, )
Tidak tahu kapan hujan itu kecuali hanya Allah, kalau pun tahu kita hujan, itupun kira-kira, Dan siapa yang bisa mengira berapa jumlah air yang di turunkan kepada kita? Nah itu cuman al-alimnya Allah yang Maha m
4. ( Wala tadhri nafsun bi ayyi arhdittamut)
Tidak tahu seseorang itu di mana matinya, nah kita tidak tahu prihal demikian, walaupun kita sudah persiapkan, sudah sediakan, tetap saja, nah perkara dimana kita mati itu hanya Allah subhanahu wa ta'ala yang tahu. Seperti apapun hebatnya, canggihnya teknologi tidak akan bisa tahu dimana kita ini mati.
5. ( Wala yaklamu matassya'ah illallah )
Tidak akan tahu kapan hari kiamat itu kecuali Allah, kalau ada orang menyampaikan hari kiamat terjadi, tanggal Ini, bulan Ini, tahun Ini, kita wajib tidak percaya,
Jangan kan ada orang, nabi kita sendiripun ketika di Tanya oleh malaikat jibril, wahai Rasulullah, (matassya'ah,) kapan kiamat itu terjadi, apa jawaban Baginda Rasulullah, (be khomsyhin la yaklamuhuna illallah)
yang mengetahui kapan terjadinya kiamat itu hanya Allah, kita hanya di beritahu tanda-tandanya, tanda kecil, tanda-tanda besar, petanda mendekati hari kiamat, kapan persisnya hari kiamat, itu hanya Allah yang tahu. Jadi kemampuan kita Ini hanya sebatas zarrah, sesuatu yang sangat kecil pada diri kita, Karna sangat banyak yang kita tidak mengetahui, apa-apa yang terjadi, sehingga dalam diri kita ini pun, banyak kita tidak mengetahuinya.
Itu lah Allah yang bernama al-alim yang mengetahui segala sesuatu itu, dimanapun, kapanpun, Allah tahu dengan sebenar-benarnya.
______
Jadi ketika waktu firaun mengaku tuhan, jadi firaun ini lebih jahat dari iblis, Karna iblis itu sudah paling jahat, tapi tidak berani mengaku tuhan, nah firaun ni berani dia mengaku tuhan, padahal kalau di lihat Dari kesaktian, jauh lebih sakti iblis daripada firaun,
Karna iblis bisa menghilang, bisa berubah bentuk, firaun tidak bisa, nah iblis yg hebat Ini pun tidak berani mengaku tuhan, tapi firaun berani mengaku tuhan, Karna orang yang mengaku tuhan itu musti mengetahui segala sesuatu, yang di ciptanya :
____ suatu hari iblis berubah rupa menjadi manusia, datang ke rumah firaun, iblis mengetuk pintu, tuk,tuk,tuk, siapa ujar firaun, lah kata iblas, tapi engkau mengaku tuhan, kenapa tidak tahu siapa yg di luar sini,
Karna orang yang mengaku tuhan itu musti al-alim yang Maha mengetahui, jangankan di balik pintu, di dalam hati kita pun al-alim itu pasti mengetahui :
Firman Allah subhanahu di dalam Alquranul qarim, pada surah Al an'am ayat 59 :
(Wa yaklamuma pil bahri Wal Bahar) Allah yang namanya al-alim mengetahui apa yang ada di daratan dan juga di lauran, berapa jumlah ikan di laut ada dalam catatan Allah, oh ikan sekian milyar, nah berapa ekor hiunya, berapa ekor pausnya berapa ekor kakapnya semuaan itu Allah mengetahui dalam kitabnya,
Tidak ada yang jatuh daripada taun, tahu Allah, daun yang jatuh, berapa milyar daun di muka bumi, ada selembar daun yang gugur di depan rumah kita, Allah tahu,
(Wala habbatin pi julumatil ardi, ) biji yang kecil di kegelaman malam, Allah tahu, yang kering yang basah, semuaan, tidak terlepas daripada pengetahuan Allah, nah oleh Karna sedemikian ilmu Allah, maka Allah disebut al-alim yang Maha mengetahui.
(Almukmin bismillahil alim, ayyaktapiya wayakna'a bi ilmillah pi ta'atih)
Orang yang beriman, orang yang percaya dengan nama Allah al-alim, nah kita ni kan sudah percaya ni, Karna alquran, nah kita beriman kan,
1. Bahwa kita merasa cukup, merasa puas dengan tahu nya Allah pada waktu taat kita kepadaNya, artinya kalau kita berbuat taat, berbuat ibadah Allah pasti tahu, Dan kita cukup sudah, Karna kalau Allah sudah tahu aku beribadah, cukup, orang lain tidak tahu tidak jadi masa alah, cukup Allah bagiku, yang penting Allah tahu.
Contohnya : aku berbuat taat, ibadah, rasa hati Allah sudah tahu, cukup, aku bersedekah cukup Allah tahu, sudah aman kita, perkara orang lain tahu tidak tahu, tidak ada urusan.
Nah Jadi orang yang beriman kepada Al alim Ini, dia sudah merasa cukup apabila semuaan ibadahnya itu sudah di ketahui oleh Allah. Cukup
2. ( Wa ayyastakilla bil 'ilmi muddata ha yatihi, )
Dan dia bekerja sepanjang hidupnya dengan urusan ilmu, nah kalau kita percaya kalau Allah itu bernama al-alim yang Maha tahu, 1 kita cukup dengan ilmu Allah, tidak perlu kita mencari ilmu lain, 2. Kita musti sibuk dengan urusan mencari ilmu ini
(Almuktapi bi 'ilmillah layuro bi 'amalih)
Kalau kita Ini sudah merasa cukup Allah mengetahui Amal kita, kita akan Selamat daripada riya' : orang yang riya' itu orang yang merasa tidak cukup kalau hanya Allah yang tahu, harus tahu kawanku kalau aku Ini ahli ibadah, sodakah Dan lainnya, Ini orang riya'. Karna kalau orang yang beriman dengan Al-alim dia sudah merasa cukup kalau Allah tahu. InsyaAllah akan terjauhkan daripada prihal riya' Ini. Karna niatnya hanya Allah.
Imam Ali karramallahu wazha berkata :
(Lil muro 'i tsalasu alamat )
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang itu riya', bahwa kita ini riya',
1. (Yakshalu iza kana wahdah)
Malas beribadah apabila sendiri, berseorangan, bila sendiri malas beribadah, (wayanshaku iza kana minnas ) ia rajin Dan is semangat apabila ada manusia. Kalau sembahyang ada orang khusuk, bacaannya panjang, tapi kalau sendirian, cepat, bacaannya pendek,
Nah kalau dia benar beriman kepada Allah al-alim yang Maha tahu, jelas pasti tidak ada perbedaan antara ibadah di waktu sendiri atau ibadah di tengah manusia
( Wayazhidu pil 'amal iza ushniah alaihi wa Yangkhusu iza zhumma)
Tanda orang riya' itu is bertambah beramal apabila di sanjung, di puji,
bila puji orang makin banyak sekadahnya, tapi bila ada masalah, bila di cela, sedikit sedekahnya, bahkan berhenti,
Nah setiap Amal ibadah yang riya' Ini pasti di tolak oleh Allah, bahkan bukan hanya di tolak tapi di masukkan kedalam neraka sebagai hukumannya, sebesar apapun kita ibadah tapi bukan Karna Allah maka sia-sia, sekecil apapun ibadah kita itu kepada Allah maka akan berharga nilainya di sisi Allah.
Di dalam Alquranul qarim, Allah menyebutkan pada surah almaun :
Orang sembahyang tapi masuk neraka Karnapa? Karna dia riya', sembahyang nya tidak puas kalau tidak di lihat orang, sembahyang nya tidak puas kalau tidak di ketahui orang, nah Ini orang yang riya', bukan hanya di tolak ibadahnya, Dan juga akan dapat sangsi pada hari kiamat kelak (terkecuali yang sudah meminta ampun, Dan di ampunkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala)
Nah jadi kalau kita beriman bahwa Allah Maha mengetahui, maka kita beribadah kepada Allah, berbuat baik kepada manusia sudah puas, cukup di ketahui oleh Allah, urusan orang lain tidak perlu ambil risau.
Maka mintalah perlindungan/permohonan Semoga kita semua terjauhkan Dari perkara riya' Ini, aamiin ya Allah .
Dan kemudian Wa ayyastakilla bil 'ilmi muddata ha yatih,
Bahwa dia bekerja sepanjang hidupnya dengan ilmu, kenapa? Karna tuhanku, Allah itu Maha berilmu, jadi aku suka ilmu, suka belajar, ilmu apa yang musti kita sibuk:
2 ilmu yang musti kita sibuk, pertama ilmu bagaimana supaya ibadah kita itu sah, sembahyang kita supaya sah itu seperti apa, puasa kita supaya sah seperti apa, zakat kita supaya sah seperti apa, haji umrah kita supaya sah seperti apa, nah itu musti ilmu, nah sibuk kita menuntut ilmu
Contohnya : seperti apa wdhu sah itu, seperti apa sembahyang supaya sah, seperti apa baca quran supaya sah, tuntutl ilmu itu
2. Yg kedua, bagaimana ibadah yang sah tadi diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala. (Karna tidak semua ibadah yang sah bisa di terima oleh Allah, tapi kalau di terima Allah, sudah pasti sah) setiap haji yang sah belum tentu mabrur, setiap haji yang mabrur sudah pasti sah. Nah malam manasik haji pun, Dua yang di tuntut, bagaimana haji Ini supaya sah, Dan supaya mabrur,
Nah tuntut lah kedua ilmu itu, ilmu supaya ibadah itu sah (ilmu tauhid Dan fiqih) kalau kita punya tauhid punya fiqih, ibadah kita sah, nah supaya ilmu kita itu di terima oleh Allah perlu satu ilmu, (tasawwuf) nah dengan tasawwuf ada fiqihnya ada, tauhidnya ada, maka sembahyang yang kita lakukan akan menjadi simpanan kelak di hadapan Allah, akan kita ambil manfaatnya di akhirat nanti.
(Wa ayyastakilla bil 'ilmi muddata ha yatihI) orang yang beriman dengan Al-alim, bahwa dia sibuk dia bekerja dengan ilmu sepanjang hidupnya, Karna ilmu itu tidak ada habisnya,
( Uthlubul 'ilma minal mahdi ilal lakhdi. )
Tuntutlah ilmu mulai kecil sampai mati, tidak ada pensiunnya orang yang menuntut ilmu ni, orang jadi guru ada pensiunnya, kalau menuntut ilmu tidak ada pensiunnya, Dan tidak akan habis ilmu itu di tuntut, selalu ilmu itu ada.
Rasulullah bersabda :
Ughudhu aliman, au muta’alliman, au mustami’an, au muhibban. Walam takun khoomisan, fatahlik. (Rowahu bazzar)
Nasihat Baginda Rasulullah, jadilah engaku orang yang 'alim, arti orang yang 'alim Ini orang yang tahu, tahu ibadah supaya sah, seperti Ini, seperti Ini, seperti Ini, syaratnya Ini, rukunnya Ini, pembatalnya Ini, tahu bahwa supaya di terima Allah sembahyang Ini, musti seperti Ini, seperti Ini, seperti Ini, nah itu 'alim
Rasulullah menyuruh, jadilah engkau, wahai ummatku orang yang 'alim : kalau tidak bisah 'alim (au muta 'allimah) orang yang belajar ilmu, selalu belajar, oh tidak bisa juga belajar, contohnya sibuk, atau sakit atau apa, atau keterbatasan lainnya, (au mustami'an) mendengarkan, jadi pendengar, mendengarkan ilmu,
Kata nabi kalau tidak bisa juga jadi pendengar ( au muhibbah, ) jadi orang yang pecinta mereka, cinta kepada orang 'alim, cinta kepada orang yang menuntut ilmu, cinta kepada orang yang mendengar ilmu, Karna demikian adalah saham daripada ilmu itu
Maka jalanlah engkau menjadi orang yang kelima, kata Rasulullah, nah itu apa? Jadi orang alim tidak, nuntut ilmu tidak, mendengar ilmu tidak, pecinta/mendukung ilmu tidak, hidupnya hanya sibuk dengan urusan-urusan duniawi, yang di khawatirkan kata nabi orang yang terakhir Ini, fatahlik, maka engkau jadi binasa, engkau masuk neraka, engkau akan jadi ahli neraka.
_______
Maka kalau kita beriman dengan nama Allah al-alim Ini, cukup sudah Allah tahu tentang kita, Dan kita suka dengan ilmu, Dan banyak menghabiskan waktu menuntut ilmu, baik pengajar, baik pelajar, baik pendengar atau pecinta mereka, nah dengan demikian kita akan termasuk dalam golongan orang-orang yang memelihara, menjaga ilmu asmaul-husna itu,
Nah jadi orang yang di jamin masuk syurga dengan asmaulhusna, bukan hanya hafal, tapi memahami apa maksudnya, Dan memahami apa yang terkandung di dalamnya, mudah-mudahnya Allah memberikan kita semua hidayah, taufih, sehingga kita terhindar daripada perbuatan-perbuatan yang tampak Dan perbuatan-perbuatan hati Yang tidak tampak, aamiin ya Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar