Pages

Minggu, 09 April 2023

30. Al- Adl, menetapkan sesuatu pada tempatnya

Yang ke 30 daripada asmaillaalhusna ialah al-adl (Yang Maha adil) 

( Al-adlu huwalladzi waddho'a kulla syai'in bimauti'ihi wahuwalladzi yusdhuru minhu bi'anul adli almudhodbirujul biljuri waljulmi )

Adil itu artinya : menempatkan sesuatu pada tempatnya, nah Allah subhanahu wa ta'ala, tuhan yang Maha adil, yang Maha menempatkan sesuatu pada tempatnya, dialah yang terbit sifat adil yang berlawanan dengan dzolim.

Dzolim itu artinya : yang menempatkan sesuatu bukan tempatnya, orang yang menghukumkan sesuatu yang bukan pada tempatnya/bukan hukumnya itu di sebut dzolim. Yang menghukumkan sesuatu sesuai dengan hukumnya itu adil Jadi Allah itu Maha adil, 

( Allahul adlu bil krholqihi, wabihukmihi )
Allah subhanahu wa ta'ala itu adil pada ciptaannya Dan adil pasa hukumnya, nah, setiap apa yang di ciptakan oleh Allah, semuanya itu sudah sesuai pada tempatnya, apa yang di hukumkan oleh Allah sudah sesuai sudah adil.

Contohnya seperti manusia, Allah menciptakan manusia, terdiri Dari beberapa anggota, Allah letakkan mata disini, Allah letakkan hidung disini, Allah letakkan mulut, tangan Dua kiri kanan, Kaki Dua kiri kanan, itu sudah sesuai, nah itu Al Adl, yang Maha adil.

Allah mengatakan sifupan, Allah tidakengayakan si fulan, nah itu sudah keputusan Allah, yang satu kaya, yang satu tidak, nah di mana keadilan Allah, nah keadilan Allah itu secara sempurna mencakup dunia akhirat.

Contohnya : orang kaya beribadah kepada Allah, Dan orang fakir beribadah kepada allah, kemudian diantara duanya ganjaran pahala yang di berikan oleh allah antara keduanya dimana orang fakir lebih banyak mendapatkan pahala, Karna itu di sebutkan dalam banyak hadist Baginda Rasulullah.

Yang satu orang kaya, hendak Ini bisa, hendak itu bisa, namum orang fakir hendak Ini tidak bisa, hendak itu tidak bisa, namun ketika nanti di akhirat mereka yang fakir akan mendapatkan kelipatan ganjaran di sisi allah subhanahu wa ta'ala. Begitulah bentuk keadilan daripada Allah 

Sahabat Baginda Rasulullah, 10 yang di jamin beliau masuk syurga, daripadanya, ada saidina Abu bakar assiddiq, saidina Umar bin khattaba, saidina ustman bin affan, saidina Ali bin abi thalib radiallahu'anhuma, thal'ah bin ubay, jubair bin ayyam, sa'ad bin abi waqas, abdurrahman bin a'uf, nah 10 sahabat yang di jamin masuk surga itu yang paling kaya abdurrahman bin a'uf.

Nah sahabat nabi abdurrahman bin a'uf Ini nanti masuk surga yang terakhir, itu lah keadilan daripada Allah subhanahu wa ta'ala.

Begitupun para nabi, Dari sekian banyak nya nabi, nabi yang mempunyai kerajaan dunia, seperti nabi sulaiman, yang punya kekayaan, semuanya ada, Dan Dari sekian banyak nya nabi, nanti di akhirat nabi sulaiman yang terakhir masuk kedalam surga Allah, nah itu lah bentuk keadilan daripada Allah subhanahu wa ta'ala

( Walayya'rifal 'adila manlamyakrif addhelahu walayya'rifu addhelahu manlamyakrif bi'alahu, faman arhoda ayyafhamahal bi' hadhalwasfa fayanbakhri ayyuhital 'ilman Bi'af'alillahi ta'ala )

Tidaklah kenal akan dzat yang adil, orang yang tidak kenal apa itu arti keadilan, maka tidak akan kenal orang yang adil, nah tidak akan kenal itu keadilan kepada orang yang tidak mengenal perbuatannya, jadi harus kita kenal perbuatan-perbuatan Allah, baru kita tahu keadilan daripada Allah subhanahu wa ta'ala.

Kalau sudah tahu keadilan Allah, maka kita mengimani nama Allah itu al-adl Yang Maha adil, nah kita lihat perbuatan perbuatan Allah dalam alam semesta Ini yang menunjukkan keadilan daripada Allah subhanahu wa ta'ala. 

( Allah al-adlu bil krholqihi ) 
Allah itu adil pada ciptaannya

Contohnya Allah ciptakan laut disini, Allah ciptakan gunung disana, padang pasir, nah itu sesuatu bentuk daripada keadilan allah subhanahu wa ta'ala tentang prihal ciptaannya. 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam alquranqarim, pada surah al-mulk: 

Allah menciptakan langit bumi tujuh lapis, Dan segala yang di atasnya, tidak kah engkau lihat pada ciptaan Allah itu sesuatu yang tidak serasi, tidakkah engkau lihat? (Farzi'il bashar) ulangi lagi, lihat? ( Hal taro min futur) adakah engkau lihat kelemahan-kelemahan daripada ciptaan Allah itu? 

Masih belum dapat lagi ? 

Sampai tiga Kali Allah mengatakan kepada kita untuk melihat setiap ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala, yang menunjukkan keadilan daripada Allah, memang kadang-kadang kalau di lihat sekali tidak serasi, tidak seimbang, tidak ada cacatnya, maka lihatnya, supaya kita menemukan keadilan daripada ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala.

(Huwal adlu bi ahkamih) 
Allah itu adil tentang hukum-hukumnya, hukum yang paling adil hukum Allah. 

Contoh: orang yang sengaja membunuh, artinya itu orang yang secara niat, kemudian sengaja, kemudian menyiapkan alat yang bisa membunuh, kemudian mati orang yang di bunuhnya itu, nah apa hukum nya ni, maka hukum Allah itu hukum mati juga, itu sudah adil. 

Kemudian contoh nya lagi : laki-laki mendapat 2 bagian, kemudian perempuan mendapatkan 1, daripada harta warisan yang ditinggalkan ( lizzakar mislu hadzil unsaya'in) itu Alquranul qarim yang mengatakan, orang yang meninggal dunia kemudian mempunyai harta warisan yang di tinggalkan, Dan ia mempunyai anak lelaki Dan perempuan, maka laki-laki mendapatkan 2 bagian, kemudian perempuan mendapatkan 1 bagian.

Nah dimana adilnya pada anak? Pasti ada keadilan daripada Allah prihal pembagian harta tersebut, contohnya seperti anak laki-laki wajib dia menjaga orangtuanya yang masih ada, akan tetapi kalau perempuan ketika ia sudah menikah, maka ia menjadi milik suaminya. Maka demikianlah bentuk keadilan daripada Allah subhanahu wa ta'ala.

Adapun lagi contohnya : adil nya Allah, menetapkan syurga itu miliknya orang-orang yang muttaqim, surga untuk orang yang takwa, di sediakan untuk orang yang takwa. Nah Ini lah bentuk keadilan Allah, mau itu anak orang kaya, anak sultan, anak raja, anak ketua adat, anak orang yang di muliakan, anak daripada orang yang terkenal, akan tetapi apabila tidak bertaqwa, maka tidak bisa masuk syurga. Itu contoh adilnya Allah dalam hukumNya.

Maka Allah jadikan ukurannya itu adalah bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Siapapun itu kalau bertaqwa akan mendapat syurga begitupun sebaliknya. Begitulah daripada salah satu contoh dari sekian banyaknya bentuk Contoh contoh keadilan daripada Allah subhanahu wa ta'ala.

Alhasil, kita musti meyakini di dalam hati kita, kita percaya 100% bahwa Allah itu Maha adil, 

( Almukmin bismillahil adli) 
Orang yang sudah beriman bahwa Allah subhanahu wa ta'ala itu adil, orang yang sudah mengiktikatkan di dalam hatinya, bahwa Allah ta'ala itu adil pada ciptaannya Dan pada hukumnya.

Maka akan membuatkan sikap kepada diri kita

( Ayyardho bi krholqihi wahukmihi )
Kita ridha, dengan ciptaan Allah, Dan kita rida prihal hukum Allah, Karna Allah itu Maha adil, harus, wajib kita rida setiap apapun itu. Sebagai bukti tanda iman kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Karna Allah, melalui rasul banyak melaknat, mengutuk, orang-orang yang tidak rida dengan ciptaan Allah 

Contohnya : ( la 'anallahul mutasabbihin minarrizal bin Nisa, walmutasabbihat, minnannisa birrazal ruwahul bukhari ) Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan, Dan perempuan yang menyerupai laki-laki

Nah Ini laki-laki di ciptakan oleh Allah, dia wajid rida jadi laki-laki, jangan pula tidak senang, hendak pula dia jadi bini-bini, jaganya kayak perempuan, rambutnya, jalannya, bajunya, bahasa kayak bahasa bini-bini, Ini orang di laknat oleh Allah, Karna itu sudah termasuk keadilan daripada Allah menciptakannya menjadi laki-laki kenapa hendak jadi bini-binian pulak.

Dan demikian juga Allah melaknat perempuan-perempuan yang menyerupai laki-laki, seperti pakaiannya, Dan lainnya.

Hadist Baginda Rasulullah : 
( Almughoiyirotil kholkhallahul azzawazal ) Baginda Rasulullah melaknat, Dan Allah juga, perempuan-perempuan yang merubah ciptaan Allah, atau laki-laki yang merubah ciptaan Allah. Nah yang nama yang di laknat itu, yang merubah untuk mempercantik, untuk mempertampan yang sifatnya itu permanen.

Contohnya seperti : orang yang berkukit hitam, kemudian di ubahnya, di suntiknya menjadi putih, nah Ini ( almughoiyirot krholkhallah) merubah ciptaan Allah, kemudian ada lagi orang yang hidungnya tidak mancung kemudian di ubahnya, dilakukannya operasi plastic supaya hidungnya itu mancung, di olahnya menjadi mancung nah Ini Allah tidak rida. 

Nah kemudianlah perbuatan manusia yang tidak rida atas ketentuan Allah terhadap dirinya, sehingga ia pun berani untuk merubahnya secara permanan, padahal sudah jelas ciptaan Allah itu sudah adil, sudah sesuai pada tempatnya. 

Ada hal-hal yang di bolehkan dalam agama untuk merubahnya, dengan syarat, kalau itu sifatnya mengganggu atau aib, contohnya maaf orang sumbing, kemudian di jaitnya di operasinya, supaya terlihat biasa nah Ini di maafkan dalam agama, Karna yang di larang itu memper indah, mempercantik dengan cara meburah ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala.

(Ayyuhibbahu li adlih) 
Bahwa kita cinta kepada Allah, kita senang kepada Allah subhanahu wa ta'ala Karna adilnya Allah. 

Contohnya kalau kita dengar ada salah satu pemimpin di Dunia, namanya si A, dalam survey Dan keterangan mengatakan bahwa ini pemimpin yang sangat adil, kita ini pasti setuju, kita ni pasti senang hati, walaupun kita ni bukan rakyatnya, Karna keadilannya itu kita jadi senang, nah apalagi Allah subhanahu wa ta'ala yang tidak di ragukan lagi keadilan Allah itu, sehingga musti kita cinta kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

( Wa ayyiafdila binafsihi)
Bahwa kita bersikap adil kepada diri kita sendiri, arti adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya. 

Contohnya dalam diri kita ini ada agama, ada akal, dalam diri kita ada nafsu, nah Ini musti di tempatkam pada tempatnya, yang paling tinggi ialah agama, kemudian akal, Dan yang terakhir nafsu. 

Nah apabila nafsu menghendaki sesuatu maka musti kita adil, sehingga ketika terjadi prihal perbuatan nafsu maka lihatkan kepada agama, apakah agama memperbolehkannya atau tidak, sehingga agama Ini menjadi hukum yang tertinggi pada diri kita, lebih tinggi daripada hukum akal, jangan sampai akal kita ini mengukur agama, tapi agama lah yang mengukur akal, maka itu lah bukti kita beriman kepada nama Allah subhanahu wa ta'ala al-adl Ini

Menempatkan sesuatu pada tempatnya, Karna agama adalah wahyu Allah yang paling tinggi, kemudian akal Dan nafsu di bawah, sehingga jangan berani kita menghukumkan sesuatu dengan akal. 

Contohnya : Allah subhanahu wa ta'ala mengharamkan Ini, kemudian kita mengatakan eh kok Ini tidak masuk akal, maka ukuran akal tidak berlaku Karna agama agama ukuran tempat tertinggi dalam diri kita. Sehingga akal Ini musti tunduk terhadap hukum Allah. 

Itulah bentuk kita adil kepada diri sendiri, artinya menempatkan agama yang paling tinggi daripada akal Dan nafsu.

Contohnya lagi seperti hendak menjadi seorang imam yang memimpin shalat, maka musti kita lihat apakah iman Ini orang yang adil dalam kehidupannya sehari hari, artinya dia menempatkan agama yang paling tinggi daripada akal Dan nafsu ya, sehingga ketika ia sudah adil menempatkan agama yang paling tinggi terhadap dirinya maka boleh di jadikan is sebagai imam yang memimpin shalat berjamaah.

Sehingga kalau kita benar-benar adil dalam diri kita untuk menjalankan kehidupan kita sehari-hari insyallah kita akan terhindar daripada perbuatan yang tidak baik, Karna kita memegang tinggi agama, sehingga kita tidak berani untuk melakukan perbuatan yang tidak baik, yang di dasari oleh akal-akalan dan nafsu yang buruk.

Buah iman yang akan kita dapatkan adalah : 

1. Kta cinta kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang sangat adil terhadap makhluknya 
2. Kita ridha atas keadilan Allah itu kepada diri kita.
3. Kita bersikap adil kepada diri kita sendiri, artinya menempatkan agama yang paling tinggi daripada akal dan nafsu.

Nah dengan demikian, harapan kita berkenaan dengan nama Allah al-adl ini, semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kita hidayah Dan taufiq, sehingga kita bisa terhindar daripada perbuatan-perbuatan yang buruk, Dan kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang taat, yang menempatkan agama yang paling tinggi daripada apapun, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin.




Tidak ada komentar:

More Article about this Blog