terjemah daripada itu adalah tunjukilah kami ke jalan yang lurus yaitu jalan orang orang yang telah engkau berikan nikmat kepada mereka, sedang orang orang itu bukan orang yang di murkai dan bukan pula orang orang yang sesat itu terjemahnya
bimbinglah Kami ya Allah kepada jalan yang lurus, tunjukilah kami kepada jalan yang lurus, jelaskan dan terangkan bagi kami jalan yang lurus, jalan yang lurus itu adalah jalannya orang orang yang di berikan nikmat kepada mereka bukan jalan jalan orang yang di murkai dan bukan pula jalan jalan orang yang sesat
Dan pada ayat itu
allah subhanahu wa ta'ala mengajari kepada kita berdoa kepada Allah dan Allah mengajarkan kepada kita apa yang paling utama kita minta kepada Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga di situ di jelaskan yang paling utama kita minta kepada Allah, yang paling penting kita mohon kepada Allah adalah petunjuk kepada jalan yang lurus, nah itulah pelajaran yang di berikan Allah pada ayat tadi
Kenapa Allah subhanahu wa ta'ala menyuruh kepada kita untuk memohon kepadanya jalan yang lurus karena jalan yang lurus itu lah jalan yang akan menyampaikan kepada kita untuk mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala, karena jalan yang lurus itu sesuatu yang pasti baik kepada kita, dan allah mengajari kepada kita pada ayat ini agar meminta jalan yang pasti baik dan jalan memohon kepada Allah sesuatu yang belum pasti baik bagi kita, minta kepada Allah, contoh ya Allah hamba meminta petunjuk dan hidayah agar di tuntut Kepada jalan yang lurus nah itu pasti baik, ya Allah berikan lah kami kekuatan iman, nah itu pasti baik, ya Allah berikan lah kami keyakinan yang benar-benar membuatkan hati kami yakin, nah itu pasti baik, berikanlah kami ya Allah Khusnul khatimah, itu pasti baik, ya Allah berikanlah kami ridamu agar kami bisa mendapatkan syurgamu, itu pasti baik
Nah allah subhanahu wa ta'ala menyuruh kepada kita, kalau kita hendak meminta kepada Allah maka minta yang pasti kebaikan, jangan minta kepada Allah sesuatu yang belum pasti baik, jangan memohon kepada Allah sesuatu yang belum pasti membawa kebaikan kepada kita, kecuali bersyarat permohonannya, contohnya jangan kita sekali-kali minta kepada Allah ya Allah luaskan lah rezeki yang halal bagiku jangan seperti itu, karena apa? Karena rezeki yang halal luas belum tentu baik kepada kita, orang yang hidupnya miskin taat kepada Allah kemudian melimpah ruah hartanya akhirnya dia jadi sesat lupa kepada Allah contohnya sa'labah di jamannya Rasulullah,
Jangan minta ya Allah luaskan rezeki hamba, jangan, kecuali bersyarat, contohnya ya allah luaskanlah rezeki hamba seluas-luasnya jika itu membawa kebaikan kepada hamba ya Allah ( ingkana kroiron Lik) jika itu baik bagiku, jangan hendak minta kedudukan atau jabatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, contoh orang yang hendak ikut pemilihan : ya Allah menangkan hamba, jangan, karena itu belum tentu memberikan kebaikan kepada dirinya jangan jangan karena itu nanti dia melakukan dosa di dunia dan di akhirat mendapatkan siksa daripada Allah dan masuk neraka, nah kalaupun hendak juga ikut pemilihan semacam itu buati doanya dengan bersyarat, ya Allah jadikan lah hamba menang pemilihan di kampung ini dan itu membawa kebaikan kepadaku kalau tidak jangan ya Allah
Contohnya lagi, jangan hendak meminta sihat kepada Allah, karena sihat belum tentu baik bagi kita, banyak di antara begitu sakit ingat sangat kepada Allah, berdzikir banyak, berdoa banyak, sedikit sedikit berdzkir kepada Allah, nah orang yang bila mana sakit ini mengingat Allah, maka jangan hendak minta sihat, kalau hendak minta sihat juga ya Allah sihatkan lah hambamu ini jika jika itu nantinya akan menambahkan ketaatan dan ketakwaan kepadamu ya Allah
Adapun lagi prihal pasangan, Baik itu laki laki, baik itu perempuan yang merasa lambat dapat jodoh jangan hendak minta jodoh kecuali itu memberikan kebaikan kepada diri hamba, jadi minta lah kepada Allah subhanahu wa ta'ala sesuatu yang pasti baik
Sehingga jangan sesekali meminta sesuatu yang belum tentu baik, minta lah sesuatu itu yang pasti baik, contohnya orang yang belum punya keturunan orang yang belum punya anak, jangan sekali kali minta di beri keturunan kenapa? Anak belum tentu membawa kebaikan kepada kita, banyak di akhirat di ceritakan oleh Rasulullah orang yang sudah nyata masuk masuk surga kemudian di tarik ke neraka karena anaknya, kalaupun hendak meminta anak maka mintalah anak yang membawa kebaikan kepada kami,
Kalau minta ilmu yang bermanfaat silahkan, karena yang bermanfaat itu pasti baik, minta supaya rajin beramal ibadah kepada Allah itu pasti baik, sehingga ayat yang ke 6 ini mengajarkan kepada kita doa
dan yang paling penting kita minta kepada Allah juga adalah siratal mustaqim, jalan yang lurus, nah jalan yang lurus itu sangat luas maknanya, termasuk agama Islam itu jalan yang lurus
Nah Rasulullah menyatakan dalam sebuah hadist, ummatku ini nantinya akan terpecah belah, sampai 73 golongan, hanya satulah yang masuk syurga, nah yang satu itu lah siratal mustaqim, jalan yang lurus, ilmu yang siratal mustaqim itu adalah ilmu yang membuat ibadah kita menjadi sah, yang membuat ibadah kita di terima oleh Allah, ilmu yang membuat kita takut kepada Allah, ilmu yang membuat kita cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah dan keluarganya, ilmu yang membuat kita ini merasa di awasi oleh Allah, ilmu yang membuatkan kita taat kepada Allah, nah itu lah ilmu yang lurus siratal mustaqim
Sehingga ilmu yang di maksudkan jalan yang lurus itu adalah ilmu yang menambahkan ketaatan dan takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Macam ibadah : bagaimana ibadah yang lurus itu, ibadah yang lurus itu adalah ibadah yang mudawwamah, ibadah yang terus menerus di kerjakan, kalau
Macam usaha : usaha yang halal, usaha yang tidak mengganggu ibadah kepada Allah, tidak meninggalkan shalat, usaha yang tidak mengganggu kita untuk berbuat baik kepada orang, usaha yang tidak mengganggu kita untuk menjalankan silaturahmi itu lah usaha yang lurus
Itulah artinya
jadi ketika kita membaca itu, yakinkan benar di dalam hati kita bahwa kita ni sangat perlu bantuan daripada Allah, dalam ibadah kita, dalam usaha kita, ilmu kita, dan segala macam keadaan kita ni selalu mendapatkan kebaikan dan di jauhkan daripada segala macam keburukan
Rasulullah bersabda
( 'ud ullah wa antum 'ukinum bil izabah, waklamu 'annallaha ta'ala la yastazibu du'a an min qolbin gofil )
(ud ullah wa antum 'ukinum bil izabah)
Pertama engkau musti berdoa kepada Allah dengan keadaan hati yang yakin kepada Allah bahwa doa itu akan di kabulkan oleh Allah
(Annallaha ta'ala la yastazibu du'a an min qolbin gofil )
Ketahuilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari hati yang lalai, artinya apa kalau kita ni sedang berdoa kemudian hati kita ni tidak ikut hadir berdoa bersama Allah maka Allah tidak akan mengabulkan doa kita, kalau kita ni hanya berdoa di mulut tapi hati kita lalai Allah tidak akan mengabulkan doa kita
Sehingga ( ihdinassirotol Mustaqim) ketika kita baca itu maka hadirkan di dalam hati kita bahwa kita ni sangat perlu kepada Allah, sangat perlu kepada jalan yang lurus tersebut
Maka ayat yang ke 6 tadi ( ihdinassirotol Mustaqim) sangat terkait dengan ayat sebelumnya yang ke 6 ( iyyakanakbudu wa iyyakanasta'in, ihdinassirotol Mustaqim) nah disitu Allah mengajarkan kepada kita tata cara berdoa
( Iyyakana'budu) hanya kepada engkau kami beribadah, hanya kepada engkau kami mengabdi, hanya kepada engkau kami menyembah, ( wa iyyakanasta'in) dan hanya kepada engkau kami minta pertolongan) ( ihdinassirotol Mustaqim) tunjukki kami jalan yang benar
Nah artinya apa, sebelum kita berdoa kepada Allah, maka terlebih dahulu kita beribadah kepada Allah, jangan langsung kita ni tiba-tiba berdoa, maka ibadah dulu musti kita kerjakan kepada Allah baru kita meminta tolong kepada Allah, nah apa arti meminta tolong itu? Contohnya kalau kita ni sudah selesai beribadah, contoh selesai shalat maka tidak ada lagi yang bisa menolong kita kecuali Allah, tidak ada lagi orang yang bisa membantu kita kecuali Allah, tidak ada lagi orang yang bisa memberikan kita keselamat kecuali Allah, tidak ada lagi orang yang bisa mendukung kita kecuali Allah, nah kalau sudah hati kita merasa demikian, kita pun berdoa kepada Allah dengan hadirnya hati
Selama kita masih ada rasa mengharapkan pertolongan kepada Fulan bin Fulan, mengharapkan bantuan Fulan bin Fulan, maka doa kita tidak akan di Kabulkan oleh Allah, kenapa? Karena kita tidak sepenuhnya minta tolong kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Maka ibadah dulu musti kita kerjakan, kemudian kosongkan hati daripada selain Allah, maka hadirkan hati bahwa yang hanya bisa menolong aku ini hanya Allah, yang hanya bisa memberikan aku keselamatan ini hanya Allah, yang hanya bisa memberikan aku kemudahan hanya Allah, yang lain tidak ada, nah baru kita berdoa, sehingga Allah akan mengabulkan doa kita itu karena yakinnya kita kepada Allah, tidak kita berharap kepada siapapun kecuali kepada Allah
Rasulullah menceritakan dalam sebuah hadist bagaimana tatacara orang yang hendak meminta hajat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, kata Rasulullah, kalau engkau hendak sesuatu yang di minta di mohon kepada Allah berwudhu engkau dengan wudhu yang sempurna, wudhu yang sempurna itu bukan hanya membersihkan dzohir daripada Hadas, tapi juga membersihkan hati daripada dosa ( ashhbiril wudhu) sempurnakan wudhu, dengan baik baik, supaya dzohir ini suci daripada Hadas dan batin ini suci daripada dosa,
selesai berwudhu kemudian sembahyang engkau 2 rakaat, baca surah Al-fatihah kemudian baca ayat qursi,
Rakaat kedua Al-fatihah, kemudisn 3 ayat terakhir surah Al-Baqarah, selesai shalat, berdoa kepada Allah
( Allāhumma ya muknisa Kulli Wahid, waya shohiba Kulli Farid, waya ghoriban Kulli Warid, waya syahidan ghoiro ghoib, waya gholiban goiro makhlub, ya hayyu, ya qoyuum, ya badi'assamawati Wal Ard, as'aluka bismika, bismillahirrahmanirrahim, alhayyul qoyyuum, altadzi 'anad lahul wujud, wa'as'ad lahul Aswad, Wawajatil qulub min krhosyatillah antusholli 'ala sayyidina muhammadin wa',ala 'ali Muhammad, Wa'an taqdiya hajati ( dan bahwa engkau kabulkan hajatku)
Jadi beribadah dahulu, Baginda Rasulullah menyuruh berwudhu dahulu, sembahyang dahulu, memuji Allah dahulu, bershalawat dahulu, berdzikir nah baru berdoa kepada Allah,
( iyyakanakbudu ) hanya kepada engkau kami menyembah
( wa iyyakanasta'in ) dan hanya kepada engkau kami meminta pertolongan)
Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 186
Aku mengabulkan doa hambaku bilamana dia berdoa kepadaku, dan hendaknya mereka mengabulkan jua perintah-perintah ku, nah beribadah dahulu kepada Allah, laksanakan dahulu perintah-perintah Allah, baru berdoa
( iyyakanasta'in ) hanya kepada engkau kami minta pertolongan :
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah an-naml :
allah mengambulkan doa yang mudtar, mudtar itu artinya orang yang sudah tidak melihat siapa siapa lagi yang bisa menolonginya, orang yang sudah tidak lagi melihat siapapun yang bisa menolonginya, ( iyyakanasta'in) hanya kepada engkau kami meminta pertolongan
Nah jadi kalau kita sudah beribadah kepada Allah, kalau hati kita sudah kita kosongkan yang di isi hanya Allah, kemudian kita bawa berdoa kepada Allah, dengan doa yang pasti baik ( ihdinassirotol Mustaqim) maka Allah akan mengabulkan doa kita
( Siratolladzi na 'an'am ta'alayhim)
Jalan orang orang yang telah engkau berikan nikmat atas mereka, siapa yang Allah berikan nikmat itu, nabiyyyin para nabi nabi, wa siddiqqin, orang orang siddiqqin, wasyuhada, orang orang yang gugur fisabilillah, wassholihin, orang orang Sholeh, nah itu lah jalan yang kita minta kepada Allah, jalan jalan mereka itu
( Goirol maghdu bi alayhim ) bukan jalan orang orang yahudi dan Nasrani
Alhamdulillah, demikianlah tujuh ayat daripada surahtul Fatihah, merupakan surat yang paling agung yang ada di dalam Al-Qur'an, mudah mudahan kita semua mendapatkan berkah daripada surah Al-fatihah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar