Pages

Kamis, 10 Agustus 2023

Mencegah nafsu daripada dalam diri

Orang beriman musti melawan nafsu 
Siapa dan ala yang kalian utamakan selain daripada allah, tanyakan hati kita, karena begitu banyak nikmat yg sudah allah berikan kepada kita, Allah yg menjaga kita, Allah melihat kita, Allah yg menciptakan kita dari ketiadaan menjadi ada, Allah memberikan keistimewaan kepada kita, Allah menjadi kan kita sebaik-baiknya ummat,  Allah utuskan sebaik baik rasul yg paling mulia kepada kita, yang memberikan hidayah dan taufiq kepada kita sehingga kita lahir dalam keadaan islam, Allah yg membantu kita, memberikan rezeki kepada kita, memberikan keselamatan kepada kita baik di dunia, di alam Barzah hingga akhirat kelak, allah membantu kita untuk bisa berdzikir kepada allah, dari yang dahulunya tidak tau apa-apa menjadi tau, memberikan pintu rahmat, pintu ampunan kepada kita setiap ketika kita melakukan  perbuatan salah kemudian kita meminta ampun kepada allah maka akan allah ampunkan dosa kita, sungguh allah sangat baik maka hal ini akan bisa membuatkan kita lebih bersemangat lagi dalam ketaatan kepada allah dan bersungguh-sungguh untuk melawan nafsu kita


"Lawanlah nafsumu itu dengan pegang, sebagai mana engkau akan di hadapkan dalam suatu perang maka engkau akan melatih dirimu, seperti itu juga akan engkau melatih nafsumu :  

Sehingga seperti apa hendak melatih nafsu itu? Maka ada 4 hal yang musti kita perhatikan, ini adalah modal kita : 

1. ( Alkud minatta'am )
Sedikit makan, artinya makan itu sedikit, melatih diri 

Berhati-hati terhadap nafsu yang senantiasa mengajak berbuat jelek itu, karena nafsu adalah musuh yang paling suka membuat Mudharat, cobaannya paling berat, paling sulit merawatnya, memeliharanya, mendidiknya, penyakit yang paling parah, dan paling sulit untuk mengobatinya

Sesuai dengan sabda nabi shalallahu alaihi wasallam:
( 'akdal 'akda nafsukallati baina zambaik)
Musuh yang Paling musuh diantara segala musuh adalah nafsu engkau yang ada di badan engkau, sehingga kalau kita bisa melawan nafsu kita, mendidik nafsu kita itu adalah ( jihadun Akbar) jihad yang paling besar 

Keharusan berhati-hati terhadap nafsu itu disebabkan oleh dua hal : kenapa kita musti di suruh melawan nafsu kita? Kenapa kita di suruh berhati-hati terhadap ajakan-ajakan nafsu, disebabkan oleh dua perkara : 
1. Nafsu adalah musuh yang datang dari dalam diri sendiri, artinya nafsu itu adalah merupakan bagian daripada diri kita sendiri, sebagai contohnya akal bagian dari diri kita, hati, ruh, demikian pula nafsu bagian daripada diri kita, artinya bila kita melawan nafsu berarti kita melawan diri kita sendiri, nah itu sebabnya ( nafsu adalah musuh yang datang dalam diri kita sendiri 

Contohnya pencuri apabali dari dalam rumah tentu sangat sulit di siasati dan amat menyusahkan, kalau maling ada ada di dalam rumah kita maka paling sulit untuk di siasati namun kalau maling dari luar lebih mudah kita berhati-hati, sehingga kalau maling yang ada di rumah kita sendiri tentu sangat sulit 

Benar sekali daripada orang yang sangat suka bersyair itu ( Nafshi ila ma dhorroni da'i , tuqshiru asqhomi wa awja'i,  kayfah tiyyali min 'a duwwin 'iza, kaana 'a duwwi baina 'addho la'i ) artinya nafsuku selalu mengajakku berbuat yang merugikan diriku, memperbanyak penyakitku, bagaimana daya upaya yang menghadapi musuh yang berada di antara tulang tulang rusukku

Kalau kita punya musuh syaitan, itu di bacakan dzikir-dzikir maka setan akan mundur, nah kalau ini yang menjadi musuh bagi kita adalah nafsu maka tidak akan mampan dengan bacaan-bacaan dzikir, tidak akan mampan dengan bacaan-bacaan menolak syaitan

Jadi pertama kita musti berhati-hati dengan nafsu sebab nafsu itu ada di dalam diri kita,

kemudian yang kedua
nafsu itu adalah musuh yang di sukai atau di cintai oleh manusia, manusia biasanya buta terhadap cela kekasihnya, manusia itu kalau sudah mencintai sesuatu apapun maka dia tidak akan melihat lagi ke Aiban, kekurangan atau cacat dari yang di cintainya itu, hampir hampir tidak dapat melihat cela kekasihnya itu, karena sudah menyayangi, mencintai sesuatu tadi, sebagaimana di katakan para penyair 

( Wa las ta tar 'ayiban, Li bilwuddi Wal irho, wala baqdho ma fihi iza kunta rhodia, fa 'ainurridha 'angkulli 'aybin kaa lilatun , wala kinna 'ayna syurhhti tubdil masyawiyah ) 
Artinya engkau tidaklah melihat cela daripada orang yang sedang jatuh cinta, dan tidak akan ada kekurangan pada sesorang yang engkau cintai itu, karena sudah senang hati dengannya, nah bila kita sudah cinta dengan seseorang itu maka kekurangan apa yang ada pada dirinya tidak akan kelihatan lagi

Apalagi engkau sudah senang maka mata itu akan tumpul tidak dapat melihat terhadap setiap cela, tetapi mata yang benci akan menampakkan berbagai keburukan, nah kalau kita ni sudah tak suka sama seseorang pasti nampak aja kesalahannya, kalau tak salahpun di cari cari kesalahannya, kenapa? Kalau kita tidak suka dengannya, 

Kalau begitu semuaan manusianya, maka akan menganggap baik setiap kejelekan yang datang dari diri nafsu dan hampir-hampir tidak dapat melihat celanya, padahal nafsu itu akan selalu memusuhi dan mendatangkan mudharat, tidak membutuhkan waktu lama nafsu itu tentu akan menjerumuskannya kepada segala macam aib dan kerusakan sedangkan ia tidak merasa, kecuali jika Allah menjaganya dan menolongnya mengalahkan nafsu dengan anugerah dan Rahmanya, sehingga tidak ada suatu penyesalan yang paling besar melainkan semua itu akibat daripada perbuatan nafsu yang mengajak kepada keburukan. 

Tidak ada satu keaiban yang terbuka melainkan dahulu selalu mengabulkan ajakan hafa nafsu yang buruk, tidak ada satu kerugian atau kekalahan yang terjadi melainkan dahulunya menuruti ajakan hawa nafsu, maka renungkanlah satu kaedah penting yang memuaskan engkau yaitu apabila engkau mau memperhatikan tentu mengetahui bahwa asal semua fitnah, semua perkara maksiat, terbukanya aib, kehinaan, kerusakan, dosa dan segala macam yang terjadi pada makhluk Allah sejak permulaan makhluk sampai hari kiamat sumbernya adalah akibat daripada nafsu ini, 

Contohnya orang orang yang sedang dalam penjara, akibat apa? Akibat meluruskan kehendak hawa nafsunya, adakalanya sebab nafsunya itu sendiri dan adakalanya sebab bantuan nafsu, syaitan akan sulit menggoda kita kalau tidak di bantu dengan nafsu kita.

Permulaan perbuatan maksiat kepada Allah ta'ala adalah dari iblis, makhluk pertama yang melakukan perbuatan maksiat adalah iblis, sedangkan sebab maksiat iblis itu adalah hawa nafsu, iblis kepada melakukan maksiat kepada Allah karena hawa nafsunya dengan kesombongan dan kedengkian yang menjerumuskannya, iblis ini sangat bernafsu, ingin menjadi orang yang nomor 1, iblis sangat bernafsu ingin menjadi orang yang paling mulia, iblis sangat bernafsu ingin menjadi orang yang paling di agungkan, akhirnya karena bernafsu demikian jadilah iblis itu orang yang terkutuk, akibat apa? Akibat hendak meluruskan nafsu nafsu yang tidak baik tadi

Sesudah beribadah selama 80ribu tahun menurut salah satu pendapat, iblis itu dia beribadah selama 80ribu tahun, tidak pernah lupa kepada Allah, tidak pernah lupa berdzikir kepada Allah, tapi karena ia hendak segala-galanya akhirnya apa? Terjerumus dalam lautan kesesatan dan tenggelam selama lamanya, karena tidak ada di sana dunia waktu itu, iblis maksiat kepada Allah tidak ada dunia, manusia belum ada, syaitan belum ada, namun nafsu yang ada, dengan kesombongan dan keangkuhannya, sehingga maksiat yang paling tua dalam sejarahnya adalah maksiatnya iblis, yang sombong dan dengki, kenapa timbul demikian, karena meluluskan hawa nafsunya

Kemudian setelah dosa iblis, maka datangnya Adam dan hawa, kedua ini di jerumuskan juga oleh nafsu, begitu pula dengan keinginan mereka selamanya tinggal di syurga dan terbujuk oleh ajakan iblis, iblis menggoda Adam dan hawa melalui nafsu yang membantunya, sehingga memakan buah khuldi itu, sampai keluar dari syurga firdaus turun kedunia yang hina, tempat yang fana lagi membuat rusak

Sehingga syaitan dan nafsu ini selalu mengganggu kita, maka pesan Rasulullah ( almukmin bayna kromsi sha''da'it ) orang yang beriman itu hidup di tengah tengah lima kesulitan, lima kepayahan, 
1. Mukminun yahsubuh : orang yang dengki kepadanya, nah itu pasti ada, bila kita hidup di tengah tengah masyarakat pasti ada orang yang dengki dengan kita. Nah itu yang musti kita hadapi, menghadapi orang yang dengki kepada kita itu sangat sulit, kenapa? Karna kalau kita ni dapat nikmat ianya tidak terima, kalau kita ni dapat musibah ianya suka, gembira hatinya 
2. Wamunafiqin : orang orang munafiq pasti tidak akan setuju kita ni rajin beribadah kepada Allah,
3. Wakafirin yukhotiluhu : orang kafir yang selalu memerangi kita, baik dengan pedang, baik dengan ekonomi, baik dengan budaya, baik dengan akhlak
4. Wasyaitonin yudhilluhu : syaitan yang menyesatkan, yang selalu menggoda kita membujuk kita untuk jauh dari Allah 
5. Wanafsin tuunazi'uhu : nafsu yang selalu menentang kita untuk taat kepada Allah, karena nafsu ni hendak melakukan kesenangan aja, 

Cara mendidik nafsu

1. Membiasakan melakukan ibadah 
2. Mengerjakan ibadah yang berat sampai nafsu itu bisa kita tundukkan, kita lawan, kita tuntutan jalan Allah

1. Mengurangi makan
2. Mengurangi tidur
3. Mengurangi perbuatan dosa
4. Sabar 



Menit 20.30

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog