Pages

Minggu, 03 September 2023

Al-Qur'an/ 3. surah Ali Imran/ hlm 09

Bismillahirrahmanirrahim,, Ashadu anla Ilaha Illallah, wa Ashadu Anna Muhammadar Rasulullah
Allahumma sholli wa sallim wa barik "ala sayyidina Muhammad, wa 'ala 'alihi wa sohbihi wa baroka wa sallam

Alhamdulillah, kita bisa melanjutkan kembali perbahasan kita berkenalan tentang surah-surah di dalam alquran

( asshuratusshalisah min shuwaril Qur'an ) suratu Ali Imran, ( madaniyyatun) surat Ali Imran ini di turunkan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sesudah beliau hijrah, ( ayatuha mi'atani) ayatnya surat Ali Imran itu berjumlah 200 ayat,

mengenai surat Ali Imran ini Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ( man qoro'a surah al-lati yuzqaru fiha alu imran, yaumal jumuu 'ah, shallallahu alaihi wamala ikatuhu Hatta thoqibassamas, rowahu tabaroni,)

Rasulullah bersabda barangsiapa yang membaca surah Ali Imran pada hari Juma'at, maka Allah memberikan shalawat kepadanya, begitu pula malaikat sampailah tenggelamnya matahari,

Jadi mulai pagi sampai sore, kita berada dalam shalawat Allah dan juga malaikat kalau kita pada hari Juma'at itu membaca surah Ali Imran, kita mendapatkan lindungan daripada Allah subhanahu wa ta'ala 

Rasulullah bersabda lagi tentang surat surat Ali Imran ini( man qoro'a ala Imran fahuwa grhoniyun, rowahu darrimi) barangsiapa yang membaca Ali Imran maka dia menjadi orang yang kaya. Di cukupkan hatinya oleh Allah 

Setiap nama surah itu ada mengandung sesuatu cerita yang bersangkutan dengannya, sebeba-sebabnya, nah ini surah surah Ali Imran, artinya keluarganya Imran, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam surah Ali Imran ini, dari ayat 33, sampai 37
( Nah disini di sebutkan ada 'ala Imran ) 
Allah mengatakan bahwa 
( Innallahas tofa, adama, wa nuhawwa 'ala ibrahima, wa ala Imrana 'alal 'alamin) 

sesungguhnya Allah telah memilih, Allah telah mengistimewakan, pertama nabi adam, nabi Nuh, keluarga nabi Ibrahim, keluarga Imran ( Ali Imran) Allah istimewa itu ( 'alal 'alamin) atas seluruh alam ini 

Jadi Ali Imran ini termasuk salah satu keluarga yang di istimewakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka di sebutlah ia dengan surah Ali imran, 

nah ayat yang tadi itu ( innallahasthofa Adam) 
Allah telah memilih nabi Adam, Allah telah memberikan keistimewaan kepada nabi Adam, 
nah apa keistimewaan nabi adam yang diberikan Allah? 

1. ( bi an khrolaqohu biyadihi wanafakro fihi min ruhih )
Allah menciptakan nabi Adam itu langsub tanpa adanya perantara, lain hal dengan manusia-manusia yang lainnya, itu terjadi karena adanya hubungan suami istri, kalau nabi Adam langsung tidak, Allah ciptakan langsung dengan kondratnya Allah subhanahu wa ta'ala 


2. Allah memberikan keistimewaan kepada nabi Adam
( wa'as jadalahu Malaikatahu ) Allah perintahkan seluruh malaikat hormat kepada nabi Adam, Allah perintahkan seluruh malaikat untuk sujud kepada nabi Adam, 
Al-Baqarah ayat 34 

3. ( wa'allamahu asma kulli sya'ii ) Allah mengajari kepada nabi Adam nama-nama segala sesuatu, 
Nama nama segala sesuatu di beritahu Allah kepada nabi adam
( wa 'askahul Jannah ) dan Allah menempatkan nabi Adam ini di dalam syurga, manusia pertama yang menjadi penghuni surga adalah nabi Adam
 

( wazzaw wajahu bihawa fiihaaa) 
dan Allah mengawinkan nabi Adam dengan hawa di syurga, manusia pertama yang kawin di syurga adalah nabi Adam alayhissalam, nah ini adalah kemuliaan 
( istafa Adam ) Allah memberikan keistimewaan kepada nabi Adam, dengan keistimewaan-keistimewaan tadi

( Summa ahbatahu ilal ardh ) kemudian Allah menurunkan nabi Adam ke bumi, ( lii hikamin)
karena adanya rahasia-rahasia yang hanya di ketahui oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan di dalam Alquranul Karim : 

Iblis pun melakukan segala macam cara untuk menyingkirkan nabi Adam dan Siti hawa dari syurga,  memperdaya serta mengatakan kepada nabi Adam ( ujar iblis, mahukah kalian aku tunjukkan suatu pohon yang bisa membuatkan kalian kekal hidup, nah itulah dia pohon sajaratul khuldi, dan iblispun bersumpah atas nama Allah subhanahu wa ta'ala, yang mengartikan pesan yang di sampaikan iblis itu hanyalah nasihat belaka, maka nabi Adam dan Siti hawa pun memakan itu buah,

Lalu di panggil nabi Adam, wahai adam kenapa engkau memakan buah yang ku larang itu, kata Allah, nabi Adam menjawab,

( wa 'izzatika ya Rabbi, ma'a zunnu Anna, ahaddan yah tifu bika, kajjiban, ) demi kehormatanmu ya Allah, ketika engkau di sebut oleh syaitan, oleh iblis, saya tidak pernah menyangka, ada orang mengatas namakan engkau kemudian ia berbohong, 

Maka Allah pun menceritakan hikmah di dalam Alquran

Nah dari hikmah ini lahirkan pengetahuan kepada kita tentang doa untuk meminta ampun kepada allah yang di ajarkan oleh Allah untuk nabi Adam dan kepada kita semua :

Dimana ketika kita berbuat perkara yang tidak baik, maka kitapun hendaknya mengadu kepada Allah, berdoa kepada Allah, mengakui semua kesalahan yang sudah kita perbuatan dan benar-benar meminta ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Adapun hikmah yang lainnya yang di sebutkan di dalam kitab-kitab tafsir bahwa nabi Adam itu di turunkan ke bumi dari syurga, karena memakan buah yang di larang, nah kenapa nabi Adam memakan buah yang di larang itu?

Nabi Adam di tanya kenapa engkau memakan buah yang sudah ku larang itu kata Allah, nabi adam menjawab 
( 'amarodni hawwa ) aku di perintahkan oleh Siti hawa 
( Li mutawwa 'ati hawwa ) karna aku mentaati istriku hawwa

Sedangkan Siti hawa, kenapa memakan buah yang di larang itu?
( Li 'anna hala taqna'u fima 'aba allahu laha fil jannah)
Karena Siti hawa ini tidak puas dengan apa-apa yang sudah di bolehkan oleh Allah di dalam syurga

Nah apa pelajaran yang bisa kita ambil juga daripada hikmah ini bahwa di dalam syurga semuanya itu di bolehkan Allah untuk memakannya kecuali hanya satu buah yang tidak boleh di makan, nah Siti hawa tidak merasa cukup, dan akhirnya mengarah kepada hendak memakan yang di larang oleh Allah itu

Tidak merasa cukup terhadap pemberian Allah namanya tamak, tapi kalau kita merasa cukup dengan apa yang di berikan Allah namanya qanaah) jadi hawa ini tidak merasa cukup, dan hawa ini memerintahkan nabi Adam itu jua

Nah nabi Adam karena sangat sayang dengan istrinya, nabi adampun mentaati memakan buah itu, akhirnya kedua-duanya di turunkan oleh Allah ke bumi, 

Nah dari cerita-cerita sedikit itu dapat kita ambil kesimpulan juga, bahwa tempat yang indah, tempat yang mewah, tempat yang serba ada, sedangkan bumi tempat yang kotor, tempat yang hina, bumi tempatnya bala, bumi tempatnya bencana, 

Nabi Adam dari tempat yang begitu indah turun ke pada tempat yang sangat rendah ini, kenapa sebabnya,
 
1. karena hawa tidak qanaah, tidak merasa cukup akan pemberian Allah, 
2. Karena nabi Adam mentaati apa yang di minta oleh istrinya hawa

Nah jadi dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan menjadi susah, kita akan menjadi payah, kita tidak akan merasakan satu kebahagian hidup kalau kita bersifat tamak, tidak merasa cukup akan pemberian daripada Allah subhanahu wa ta'ala

Nah sifat tidak merasa cukup inilah yang akan menarik seseorang, yang akan membawa seseorang untuk melanggar undang-undang Allah subhanahu wa ta'ala, 

1. Orang yang bersifat tamak ini mau menipu orang
2. Orang yang bersifat tamak ini mau mencari harta siang malam sibuk memikirkan dunianya sampai lupa kepada Allah subhanahu wa ta'ala
3. Orang yang bersifat tamak ini mau melakukan perbuatan curang, demi kepentingan sendiri
4. Orang yang bersifat tamak akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan keringanannya

Maka orang-orang seperti ini tidak akan menemukan ketenangan di dalam dunia ini, bahkan akan menghantarkan dirinya kepada kesengsaraan bukan hanya di dunia melainkan juga di akhirat nanti akan sengsara

Yang ke dua, nabi Adam orang yang terhormat, orang yang mulia, dia pun ikut di turunkan ke bumi karena apa, Karna mentaati suruhan istrinya 

Maka Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ( halakatirrizal hinaasho 'atinnisaaa ) laki laki itu akan hancur kalau dia taat kepada perempuan

Dalam hadist lain di katakan bahwa 
(Ta'isaa 'abduzzawjah)
Biasa orang yang di perbudak istrinya, biasa orang yang selalu mentaati kehendak istrinya

Nah ini artinya bukan kita tidak boleh sama sekali mentaati kehendak istri, bukan itu, tapi yang di maksudkan ini adalah kalau andai kita istri kita itu berkehendak 10, nah 4 aja yang di kabulkan, 6 tidak, 

Sehingga kitani sebagai lelaki musti lebih daripada perempuan, jangan karena kita terlalu sayang dengan istri kemudian hendak taat&patuh kepadanya, apalagi sampai menghalalkan segala cara dengan niat agar menyenangkan istri, lalu kita melanggar hukum-hukum Allah subhanahu wa ta'ala, nah ini kalau kita sudah rela di atur istri dengan demikian itu, maka tunggu lah kehancuran kepada kita dunia dan akhirat 

( Al imam hasanul basri mengatakan bahwa
Ma asbaha razulun yuti'um ro'atah, fima tahwi Illa qobbahu dohu finnar )

Apabila seorang laki-laki itu senantiasa taat kepada istrinya maka Allah akan telungkup dia nanti di dalam neraka, 

Dan kemudian lanjutan ayat tadi ( innallahastofa adama wa Nuha) dan Allah mengistimewakan pula nabi Nuh, nah apa keistimewaan yang diberikan Allah kepada nabi Nuh

1. ( bi'annahu awwalu rasulin fil ardh ) nabi Nuh merupakan rasul yang pertama, yang paling panjang umurnya itu nabi Nuh, 

( wastofa 'ala Ibrahim ) dan Allah memilih pula keluarga nabi ibrahim ( bi anna aksaro 'anbiyya ) bahwa kebanyakan para nabi ( min zurriyatihi ) dari juriyat nabi Ibrahim (lasiyya ma sayyidal Ambiya Muhammad Rasulullah ) terutama nabi kita nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, 

( wa 'ala Imran ) dan kemudian Allah memilih keluarga Imran, Imran ini seorang laki-laki yang ahli ibadah,
laki-laki yang Sholeh, seorang tokoh di kaumnya, punya istri bernama Hannah, menurut pendapat jumhur ulama, imran dan Hannah ini punya anak yang pertama namanya, 'assiyah, Assiyah ini di ambil menjadi istri oleh nabi jakariyah, lahir lah nabi Yahya, 

kemudian beranak yang kedua, Hannah ini melahirkan Maryam, lalu Maryam melahirkan nabi isya 'alaihissalam, jadi Imran ini adalah orang yang luar biasa, punya menantu nabi, punya cucu juga seorang nabi, maka di sebutkan semuaan tadi ( 'ala Imran ) keluarga Imran, ( 'alal 'alamin ) atas seluruh alam 

Kemudian ayat berikutnya dari ayat Ali Imran ini, 
juriyat sebahagian daripada sebahagiannya, 
( Wallahu sami'un 'alim ) Allah maha mendengar dan maha mengetahui, artinya zurriyat sebahagian dari sebahagian itu para nabi-nabi punya keturunan, nabi melahirkan keturunan seorang nabi, cucunya nabi, ya sebahagian kepada sebahagian,

contohnya nabi Nuh alayhissalam, nah kalau di lihat silsilahnya ke atasnya nabi Idris, atasnya lagi nabi sis anaknya nabi Adam 'alayhissalam, 

kemudian contohnya lagi nabi Ibrahim, kalau di urutkan silsilahnya ke atas sampai kepada nabi Nuh, nabi Nuh kepada nabi Idris dan seterusnya tadi, 

kemudian lagi nabi musa, nabi Musa sampai kepada nabi ya'kub, nabi ya'kub kepada nabi Ishak, Ishak anak daripada nabi Ibrahim, 

Nah, sama hal nya juga macam nabi kita, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Muthalib, bin Hasyim bin Abdul manab, bin kusoy, bin hakim, bin Murro, bin kaaf, bin luaif, bin gholib, bin fihir, bin Malik, bin nadzhor, bin kinanah, bin huzaimah, bin mudrikah, bin Ilyas alayhissalam, bin mudhor, bin Nizar, bin mu'ad, bin Adnan, bin Ismail alayhissalam, bin Ibrahim, sampailah kepada seterusnya tadi nabi sis alayhissalam 

nah demikian pula nabi Imran, sampai kepada nabi Sulaiman, nabi Sulaiman anak daripada nabi daud, atasnya lagi sampai kepada nabi ya'kub, Ishak, Ibrahim, 

Maka dinamakan lah ia sebagai 
Jadi artinya kalau istilah orang dulu kita mengatakan bahwa buah itu gugur tidak akan jauh daripada pohonnya, 

Nah menurut para ahli hikmah, ahli hukamah, bagaimana caranya supaya anak itu tidak jauh daripada orangtuanya, rahasianya adalah pemikiran seseorang sewaktu hendak melakukan hubungan dengan istrinya, karena ini sangat berpengaruh kepada status anak ini begitu lahir, pastinya bi iznillah, dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala

kalau orangtuanya ini orang Sholeh dan hendak anaknya menjadi sholeh, keturunannya juga menjadi orang-orang yang Sholeh, maka kalau hendak berhubungan suami istri maka niatkanlah di dalam hati bahwa kalau Allah nanti menjadikan ini anak maka aku akan bersungguh-sungguh mendidik anakku ini, bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah agar anakku ini menjadi anak yang Sholeh, akan aku didik dengan baik, menjaganya, menesehatinya, mengawasinya, dan tak lupa untuk selalu berdoa kepada Allah semoga Allah menjaga anak-anak ku ini agar di jauhkan daripada hal-hal yang tidak baik 

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah berkata kepada putri beliau yang beliau cintai yakni Fatihah 
radiallahu'anha, ujar nabi kita kepada Fatimah, 
( ayyusyai'in khroy run Lil mar'aah)

wahai Fatihah sesuatu apakah yang paling baik bagi seseorang perempuan itu, maka Fatimah pun menjawab ( koladts, laa taro rojula wa laaa yaroo ha rojulun ) perempuan yang terbaik itu wahai Rasulullah, adalah perempuan yang tidak melihat laki-laki lain dan tidak di lihat laki-laki lain, begitu mendengar jawaban itu kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun memeluk kepada itu Fatimah dan berkata 
Kemudian ayat berikutnya, 

Kemudian ayat berikutnya 

Ketika berkata istrinya Imran, ( izkolatimro atu Imran ) berkata istrinya Imran, hannah tadi, wahai Tuhanku aku bernazar kepada engkau, yang dalam perutku ini, ku nazarkan dia, (muharrara) artinya di serahkan kepada Allah, maka terimalah daripadaku sesungguhnya engkau maha mendengar lagi maha mengetahui, 

jadi Imran dan istrinya ini sebelum mengandung, mereka sudah berunding suami istri, kita nanti kalau punya anak, maka anak ini nanti kita serahkan kepada Allah, artinya tidak mengambil keuntungan kepada anak, kita berikan kepada Masjidil Aqsa, nah singkat cerita setelah itu wafatlah Imran kemudian Hannah mengandung waktu mengandung itulah Hannah mengulang kembali nazarnya bersawa suaminya dahulu


Jadi bernazar, Nah ini tidak berlaku kepada kita, tidak berlaku kepada syariat nabi Muhammad, hanya terjadi kepada nabi dahulu, tak boleh kita bernazar di dalam perutku ini, semacam ini, 

lalu Hannah pun berdoa kepada Allah ( fataqobbal minni innaka 'antassami'ul 'alim ) terima lah ya Allah nazarku ini

Nah ini hubungannya apa, dan hikmahnya apa kepada kita, ?

maka sangat di anjurkan kalau kita hendak berhubungan suami istri maka musti kita niatkan itu, berdoa kepada Allah, meminta pertolongan kepada Allah, kalau ini nanti Allah takdirkan menjadi anak, maka aku musti bersungguh-sungguh, akan ku usahakan mendidiknya, menjaganya menjadi anak-anak yang taat kepada Allah, nah ini bukan soal main-main, jangan di anggap enteng, karena anak itu nanti bisa menghantarkan engkau kepada syurga Allah musti di didik dengan baik, musti bersungguh-sungguh

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ( Innarrazula layuzami'u ahlahu fayuktabu lahu bizima'i azruu waladin zakarin, qotala fi Sabilillah faqutila ) artinya apa? Suami istri yang hendak berhubungan kemudian sebelum itu mereka berniat, andaikata demikian ini nanti lahir seorang anak, maka anak ini akan aku didik menjadi pejuang, menjadi anak yang taat di jalan Allah, nah ketika suami istri berniat demikian maka akan di berikan Allah pahala seperti dia menyerahkan anaknya berjuang di jalan Allah, sebagai para syuhada

Jadi sangat penting niat itu, sangat penting pendidikan itu, usaha itu, pengewasan itu, dan meminta kepada Allah dengan sebenar-benarnya agar Allah memberikan pertolongan kepada kita, membantu kita untuk menjadi anak-anak kita menjadi anak yang Sholeh,

 kemudian lanjutan pada ayat itu Ali Imran 36


Begitu Hannah istrinya imran tadi melahirkan ternyata lahir perempuan, padahal kehendak hatinya itu seharusnya laki-laki yang di serahkan di jalan Allah, 
di Masjidil Aqsa, 

Manakala melahirkan dia ternyata perempuan yang lahir ini, maka Hannah berkata( Rabbi inni, wa doktuha unsa) ya Allah ya tuhanku aku telah melahirkan perempuan,

maka Allah pun menjawab, ( Wallahu a'lamu bimaa wa dho'att ) Allah tahu dengan apa yang ia lahirkan itu

( wa layshaz zakaru Al unsha ) memang laki-laki itu bukan seperti perempuan, dan Allah melanjutkan lagi 

Dan aku namai anak ini dengan nama Maryam, 
( wa inni u'izuHaa bik) aku lindungi dia dan engkau
( wa zurriyataha ) dan zurriyatmu itu mariam
 ( minassyaitonirrozim ) daripada syaitan yang terkutuk,

Nah ini hikmah yang bisa kita ambil bahwa apabila anak kita sudah lahir boleh kita berdoa kepada Allah dengan doa demikian ya Allah lindungilah keluarga kami, muslimin dan muslimat, anak kami yang baru lahir ini daripada gangguan syaitan yang terkutuk, 

Maka istrinya Imran ini Hannah melahirkan anak bernama Maryam, Maryam itu artinya ( krlhrodimaturrab) orang yang mengabdi kepada Allah, lanjutan daripada itu 

Maka nazar Hannah tadi di terima oleh Allah, walaupun yang lahir itu adalqh perempuan, Maryam, tetap di terima Allah dengan penerimaan yang baik, dan Allah tumbuhkan dia dengan pertumbuhan yang baik, dan memeliharanya akan maryan itu adalah nabi zakariah,

suatu ketika manakalah masuk ke dalam mihrab itu nabi Zakariya, karena nazar daripada ibundanya kalau Maryam ini sudah di serahkan kepada Masjidil Aqsa, di buatkan kamarnya di sana, tidur, tinggalnya disana, di kunci, tidak boleh masuk siapapun kecuali nabi Zakariya, kalau orang-orang sudah selesai beribadah maka Maryam inilah yang membersihkan, menjagaa masjid itu 

Dan tugasnya nabi Zakariya ini menghantarkan makanan, menghantarkan minum kepada Maryam ke kamar itu, 

manakala nabi Zakariya ini masuk ke kamarnya Maryam, mihrab, ( wazada 'indaha rizqoo ) ternyata di situ ada rezeki, ada macam-macam buah-buahan, ada macam-macam makanan, yang seharusnya tidak ada pada musim itu, nah ini ada di dalam kamarnya Maryam,
 ( kola ya Maryam Anna laki Haaza)  ujar nabi Zakariya, darimana ini makanan, siapa yang menghantar ini makanan ( qolats huwa min 'indillah ) ini makanan datang dari Allah subhanahu wa ta'ala 

Sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada orang yang Allah kehendaki dengan tidak di sangka-sangka, tidak di duga-duga,

 dan demikian ini juga pernah terjadi kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, 

Nah demikian surat yang ke 3 ini dinamakan dengan Ali Imran ( kisah tentang keluarga Imran ) mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kita hidayah dan petunjuk dan kita semua bisa mengambil pelajaran dan hikmah daripada kejadian-kejadian tadi 

( ila hadrotin nabiyyil Mustofa sahallahu alahi wasallam, alfatihah) ( Ashadu Alla ila ha illallahu wahdahula syarikalah ) ( Ashadu Anna Muhammadan abduhu warasuluh ) ( LAA ila ha illallaaaah ) ( nastaghrhafirullah ) ( LAA ila ha illallaaaah nastaghrhafirullah) ( LAA ila ha illallaaaah nastaghrhafirullah) ( LAA ila ha illallaaaah wanatubu ilallah ) ( LAA ila ha illallaaaah Muhammadurrasulullah ) 


Tidak ada komentar:

More Article about this Blog