Pages

Senin, 04 September 2023

Alquran / 4. surah an-nisa/ Hlm 10

Bismillah, ( assuraturrabi'ah min shuwaril Qur'an suratunnisa' ) surat yang ke 4 daripada  surah-surah di dalam Alquran adalah surah an-nisa, artinya adalah perempuan-perempuan 

( madaniyyatun) di turunkan surat ini kepada Baginda Rasulullah sesudah beliau hijrah dari Mekah ke Madinah, 

( ayatuha ) ayatnya surah an-nisa ini
( sittun wa shab'una wa mi'aah ) 176 ayat, 
sesuai dengan namanya surat ini adalah surat an-nisa, surat perempuan-perempuan, menunjukkan bahwa di dalam surat ini banyak menceritakan tentang perempuan di samping cerita yang lain-lainnya

Di dalam surat ini Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan kepada kita darimana perempuan itu di ciptakan, dan Allah menjelaskan kenapa laki-laki itu lebih utama daripada perempuan, kenapa warisan itu laki-laki dapat 2 bahagian sedangkan perempuan dapat 1 bahagian, dan semua hal-hal yang berkaitan dengan perempuan di jelaskan banyak di dalam surat ini yang insyaallah akan kita bahas bersama insyaallah 

( Qola Abdullah ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu ) berkata Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu, sahabat Rasulullah, sekaligus krhadamnya Rasulullah, 

Abdullah bin Mas'ud berkata 
( innafi shuratinnisa' , laa khromsha ayatin,  mayashurruniii, Anna Li bihaddunya wama fiha )
dalam surat an-nisa, ada lima ayat yang lebih menyenangkan bagiku daripada dunia dan isinya, inilah yang di maksud dengan intinya di dalam surah an-nisa, menurut salah seorang sahabat Baginda Rasulullah Abdullah Ibnu Mas'ud radiallahu 'anhu

dan sekedar perlu kita ketahui bahwa menurut para ahli sejarah Abdullah bin Mas'ud ini lah yang membunuh abu Jahal para perang badar itu, nah jadi lima ayat ini yang perlu kita ketahui di dalam surah an-nisa, 

1. Ayat 31, surah an-nisa 
artinya : jikalau kamu menjauhi dosa-dosa besar yang di larang, maka kami hapus daripada engkau dosa-dosa kecil dan kami masukkan kalian ke tempat yang mulia,

nah ini ayat menunjukkan bahwa kalau kita bisa menghindar diri daripada dosa besar maka dosa-dosa yang kecil yang ada pada diri kita akan di hapus oleh Allah subhanahu wa ta'ala, walaupun kita tidak minta ampun kepada Allah, artinya demikian

asalkan kita benar-benar bersungguh-sungguh menjauhkan diri daripada dosa-dosa besar maka dosa-dosa kecil sekiranya ada pada diri kita akan di hapuskan oleh Allah subhanahu wa ta'ala 

Baginda Rasulullah ( assholawatul khromsu waljumu'atu ilal jum'ah, wa ramadhanu ila ramadhan, mukaffiratun lima baynahunna, izazzetuni baatil khrabair )

sembahyang lima waktu, diantara-antaranya itu, magrib sampai ke isya, isya ke subuh, subuh ke dzhuhur, Dzuhur ke asar, asar sampai magrib lagi, ramadhan sampai kepada ramadhan yang berikutnya, Juma'at sampai ke Juma'at yang berikutnya, semuaan itu adalah penghapus daripada dosa kita selama kita bersungguh-sungguh menjauhi dari dosa besar, 

nah ini otomatis akan di hapus Allah dosa kita kalau kita menjauhkan diri dari melakukan dosa besar, jadi kalau kita sembahyang Dzuhur, maka sudah menghapus dosa kecil kita sampailah sembahyang berikutnya selama kita menjauhkan diri melakukan perbuatan dosa besar itu,

Nah, maka demikian imam azzahabi mengatakan sesuatu yang sangat bahwa seseorang itu musti mengetahui apa-apa yang di maksud dengan dosa besar itu, maka musti kita belajar juga apa itu dosa besar, sehingga kita bisa menjauhinya dan berusaha menghindar daripada dosa besar itu tersebut

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak ada menjelaskan secara pasti secara terperinci, berapa semuaan jumlah daripada dosa-dosa besar itu, Al-Qur'an pun demikian, tidak ada menjelaskan berapa jumpa dosa besar itu, sekian puluh kah, berapa ratus kah, tidak ada,

cuman ada menunjukkan sahaja bahwa dosa itu ada yang besar ada yang kecil, nah oleh sebab itu para sahabat, para tabi'in, para ulama, masing-masing mereka mencurahkan pemikirannya, mereka mencurahkan segala kemampuan yang ada padanya untuk meneliti apa-apa gerangan dosa-dosa besar itu yang musti kita tinggalkan atau musti kita jauhkan itu

Memang secara jelas dosa-dosa besar itu seperti meninggalkan rukun Islam yang 5, nah itu sudah jelas, orang yang tidak mahu mengucapkan dua kalimat syahadat, nah itu jelas, orang yang meninggalkan sembahyang, jelas dosa besar, orang meninggalkan puasa di bulan ramadhan padahal dirinya tidak ada uzur, nah ini jelas, orang yang tidak membayar zakat padahal iya orang yang musti membayar kemudian ia tidak melakukannya nah ini jelas, orang yang meninggalkan haji padahal ia mampu nah ini jelas, ini sudah jelas nyata 

Ibnu abbas mengatakan bahwa dosa besar itu ada 70 jumlahnya, bahkan ada yang mengatakan 7 ratus, adapula sebagian daripada ulama yang tidak menghitung jumlah berapa dosa besar itu cuman hanya mereka itu memberikan kereteria, 

dosa besar itu kriterianya ciri-cirinya seperti ini , diantara mereka berkata (alkhabiratumaa fiha haddun awwa'idun, awwalaknun,aw tabarri, aw laisya Minna, aw nafyu iman) 

dosa besar itu adalah sesuatu itu yang padanya ada hukuman dunia, bila kita lakukan kita mendapat hukuman di dunia, itu berarti dosa besar, atau ada janji ancaman daripada Allah kalau kita melakukan itu, akan masuk neraka, itu berarti jelas dosa besar, atau ada ancaman, ada kalimat di laknat Allah, Allah melaknat orang yang melakukan dosa ini, melakukan dosa itu, nah ini jelas dosa yang besar 

Atau ada ucapan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam aku berlepas daripada orang yang melakukan perbuatan dosa ini, berarti itu dosa besar, atau sabda Rasulullah yang mengatakan bukan termasuk golongan kami orang yang memperbuat ini ini, ataupun juga di nafikan iman, artinya tidak beriman orang yang mengerjakan deminian, berarti ini dosa besar juga, 

Contohnya ( maa fiha haddun ) dosa besar itu,
1. Sesuatu yang mengandung hukuman dunia, contohnya berzina, nah ini jelas dosa yang besar, sehingga dosa demikian ini tidak bisa terhapus dengan perbuatan amal ibadah, hanya bisa terhapus dengan benar-benar bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan bersungguh-sungguh untuk menjauhkan diri daripada perbuatan-perbuatan demikian itu.
 
2. ( Wasshariqoh ) mencuri, nah maka ini termasuk juga ke dalam dosa besar, sehingga orang yang pernah mencuri tidak akan terhapus dalam catatan amalnya sebelum ia bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, dan menyempurnakan seluruh syarat-syarat taubat dalam masalah ini

3. ( Wal khazzab, kazzkul muhsanat ) pendusta mendakwa, perempuan-perempuan atau laki-laki yang adil, di dakwanya, di tuduh berzina, padahal orang itu tidak pernah melakukan demikian, padahal orang itu adil, orangnya baik, orangnya bisa menjaga diri, tapi kita katakan oh itu orangnya suka berzina, nah ini menuduh orang lain itu dosanya besar, karena kita bisa di hukum di dalam dunia
4. ( Wal khatal ) membunuh orang dengan sengaja, secara berencana, jelas ini dosa besar, di samping mendapatkan hukuman di dunia, dan di akhirat juga akan mendapatkan hukuman yang berat, nah ini adalah sebahagian contoh-contoh kecil daripada dosa besar, 

( awwa'idun ) atau dosa besar itu bisa juga sesuatu perbuatan yang di ancam oleh Allah dengan tidak masuk syurga, sesuatu yang di ancam dengan masuk neraka kalau orang ini melakukan perbuatan itu, nah ini jelas dosa besar berarti,

dalam satu hadist di sebutkan : 
( innallaha ta'ala lamma krholokal Jannah )
Bahwasanya manakala Allah sudah selesai menciptakan syurga dan seluruh isinya, 

( qola laha taqallami ) ujar tuhan, 
wahai syurga bicaralah engkau,
( faqolats ) syurga berkata, 
( sya'ida mann dhaa khrolanii ) sangat beruntung, sungguh benar-benar bahagia, orang yang masuk kepadaku, ujar syurga ini, 

( faqolal zabbar zalla wa'ala, )
Allah berfirman kepada syurga 
( Laa yasskunuu fiqi shamaaani yatunaFarin minannas ) tidak bisa masuk kepada engkau wahai syurga 8 golongan daripada manusia-manusia ini, 

nah ini ancaman, kalau kita melakukan 1 diantara delapan itu maka kita di ancam dengan tidak masuk syurga, berarti ini dosanya besar, maka dosa besar ini hanya bisa terhapus kalau kita sungguh-sungguh bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan bersungguh-sungguh meninggalkannya

1. ( laa yaskunyuqii, muddheminu khromrin ) tidak bisa tinggal pada engkau wahai syurga orang yang suka minum arak, dan dia ini orang yang tidak pernah dan tidak mahu bertaubat kepada Allah daripada meminum minuman arak, ujar hadist qursi ini
 
2. ( wala muu syirrun 'ala zina ) orang yang selalu atau mengekali perbuatan zina, artinya orang ini pernah melakukan zina, kemudian ia tidak mahu menyesal kepada Allah, tidak mahu bertaubat kepada Allah atas perbuatannya itu, nah orang semacam ini tidak bakalan menghuni engkau wahai syurga, kata Allah

3. ( Walaa khottatun ) dan tidak bisa masuk kepada engkau wahai syurga orang yang suka namimah, orang yang adu domba, bekabar kesini, berkabar kesana, akhirnya orang tidak lagi akur, tidak lagi saling sapa, sehingga orang yang dulunya baik jadi bertengkar, orang yang dulunya rukun jadi renggang, orang yang melakukan itu di ancam, dengan ancaman tidak bakal masuk syurga, nah berarti namimah ini dosanya besar, 

4. ( Walaa dayyussun ) orang yang membiarkan istrinya, anak perempuannya dekat, akrab dengan laki-laki lain yang bukan mahramnya ( laa yadkhrulul Jannah ) nah ini bahaya, dayyus, yang tidak punya rasa cemburu, 

membiarkan istri, adiknya, anaknya, keluar rumah tidak menutup aurat, nah ini adalah masalah yang sangat besar, berapa banyak ayah, laki-laki yang hendak masuk syurga kemudian di tarik di masukkan ke neraka, akibat membiarkan perempuan-perempuan di bawah pengawasannya ini keluar rumah tidak menutup aurat,

Apalagi sampai membiarkannya berdua-duaan dengan orang yang bukan mahramnya, maka dayyus ini dosa besar yang mendapatkan ancaman daripada Allah

5. ( Waalaa syurotiyyun ) dan tidak bakal masuk surga, polisi, nah tentu ini tidak semuaan polisi, yang tidak masuk syurga itu polisi seperti apa? Polisi yang suka memeras rakyatnya, yang seharusnya bertugas sebagai melindungi, mengayowi malah sebaliknya memeras rakyatnya, nah ini mendapat ancaman daripada Allah

6. ( Waalaa mukhroon nasun ) tidak masuk surga, 
(mukhronnasun) laki-laki yang sengaja2x tingkahnya itu 
di buat-buatnya seperti tingkah perempuan, gayanya seperti perempuan, maka akan mendapatkan ancaman daripada Allah, adapun kita sengaja berpakaian, berjalan, bergaya yang menyerupai perempuan nah ini termasuk dosa besar

7. ( waalaa qhoti'uu rohimin ) tidak bisa masuk kepada engkau wahai syurga, orang yang memutus hubungan keluarga, kalau iya tidak mahu bertaubat kepada Allah 

8.( walal ladzi yaqulu 'alaiya ahdullah inlam af'al kaza wa kaza shummaalam yaafibih ) dan tidak pula bisa menghuni syurga orang yang bersumpah atas nama Allah bahwa dia akan mengerjakan ini ini ini, ternyata tidak di buatnya,

Nah ini hubungannya dengan orang-orang pejabat, DPR, dan lainnya, mereka bersumpah menjalankan tugas, bersumpah atas nama allah Allah, Alquran di telakkan di atas kepalanya, kemudian mengata saya akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, ternyata tidak, maka ini tidak akan masuk syurga kalau ia tidak bertaubat kepada Allah dan mati dalam keadaan demikian itu,  

Nah kalau kita bisa bersungguh-sungguh menjauhi itu dan banyak lagi dosa-dosa yang besar maka selamatlah kita, dan ketika kita bisa menjauhinya, kemudian mengerjakan ibadah kepada Allah dengan sembahyang, puasa, sedekah dan amal Sholeh lainnya, maka Allah hapuskan dosa-dosa kecil yang ada pada diri kita

( Awlaknun ) atau ada laknat daripada Allah, atau dari rasulnya, karena sesuatu itu kalau sudah ada peringatan dari Allah, laknat dari Allah maka itu sudah jelas dosa besar, contohnya ( la'anallahurroosiya wal murtasyia,
Wal ro'isalladzi yamsi bainahuma ) 

( la'anallahurrosiya ) Allah melaknat, nah ini kalau semuaan orang di dunia ini melaknat kita tidak jadi masalah, asal jangan Allah, nah kalau sudah Allah yang melaknat kita ini yang jadi masalah, Allah melaknat ( arrasiya ) orang yang menyogok, ( Wal murtasyia ) yang menerima sogok, ( War roo'isalladzi yamsi bainahuma ) perantaranya, di laknat oleh Allah subhanahu wa ta'ala

Nah sogok seperti apa yang di laknat oleh Allah itu, adalah sogok yang merubah hukum dari yang sebenarnya, contohnya kita berkendaraan sepeda motor, tidak pakai helem, tidak punya SIM, surat-surat tak lengkap, nah ini kita berarti sudah melanggar undang-undang pemerintah, yang musti kita taati untuk keselamatan diri kita, kemudian di tengah jalan di tahan polisi, lalu kita beri 50 ribu, untuk di lepaskan, nah itu dapat laknat Allah

Tapi kalau kita semuanya lengkap, ada helem, surat-surat lengkap semuanya, terus tbtb kita ni jumpa polisi, di tahannya kita, di perasnya kita, lalu kita kasi 50 ribu, kita selamat, ianya yang bahaya, karena kita benar, baik-baik semuanya lengkap,

untuk menolak bala, kita sogok, nah itu masih di perbolehkan, adapunlagi contohnya kita terfitnah, melakukan sesuatu tindakan pidana,kemudian kita di sidang, padahal kita tidak pernah melakukan fidana, kalau ini tidak di sogok, bakal di penjarakan orang aku, bakal di hukum orang aku, padahal bukan aku yang melakukan ini, aku di fitnah orang,

Nsh karena keadaan yang demikian itu, harus di sogok supaya kita selamat, karena kita ini benar-benar tidak melakukan perkata fidana yang demikian itu, 

nah yang menerima, yang membuat perkara, yang mengada-ngada itu nanti yang bahaya, mereka itu nanti yang akan mendapatkan ancaman daripada Allah subhanahu wa ta'ala

maka perkara sogok menyogok ini sangat bermasalah dan dosanya pun mendapatkan ancaman daripada Allah, maka berhati-hatilah kita jangan sampai kita berani melakukan perkara yang demikian itu 

( La 'annallahul mutasyabbihat minannisa' ...
birrizalul mutasyabbihi minarrizal binnisa' )
Allah melaknat perempuan-perempuan yang menyerupai laki-laki, dan laki-laki yang menyerupai perempuan, ini masalah perkara-perkara yang khusus prihal meniru, menyerupai, nah ini adalah dosa besar, jangan sampai kita berani melakukannya

Banyak lagi contoh-contohnya seperti Allah melaknat perbuatan praktek riba dan lain sebagainya, 

intinya setiap ancaman yang ada dari Allah itu dosa besar, kemudian lagi ( aw tabarriyun ) Rasulullah berlepas,

berarti itu Dosanya besar contohnya sabda Rasullullah
( 'ana bari 'un mim man halaqo, wa shalaqo, wa rhoroqo ) aku berlepas ujar nabi Muhammad daripada orang yang menggundul kepalanya ketika dapat musibah, atau berteriak-teriak, menjerit waktu mendapat musibah, atau merobek-robek bajunya, nah ini termasuk perkara yang nabi kita sendiripun berlepas daripadanya, jadi kalau nabi kita sudah berlepas, siapa lagi yang hendak kita ikuti, nah ini dosanya besar

Dan kemudian, ancamannya itu bukan termasuk daripada golongan kami , kata Rasulullah ( laisha Minna man khrossyaa musliman, aw darrohu, aw makarah, ) 
Bukan termasuk ummat kami, bukan termasuk golongan kami, orang yang menipu orang lain, apalagi menipu sesama mukmin, sesama muslim, contohnya barang yang palsu di katakan yang asli, nah menipu orang lain, 
( aw darrohu ) atau memudharatkan, mencelakai orang lain, ( aw marakahu ) atau menjebak, memperdaya orang lain, nah ini dosanya besar, karena kata nabi ( laisha Minna x2) bukan tergolong ummatku, 

Dan yang terakhir, yang dinafikan iman, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ( laa imana manla amanatalah ) tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah, nah berarti orang yang suka berkhianat itu Dosanya besar, contohnya orang berkirimkan duit, tolong hantarkan kerumah ini, di berikan amanah, tapi tak di hantarkannya, malah di ambilnya, berkhianat, dosanya besar

Sehingga dosa besar itu menurut sebahagian ulama adalah ancamannya dunia akhirat, siksa akhirat, mendapatkan laknat daripada Allah, nabi kita berlepas bukan termasuk ummatku, atau tidak adanya iman bagi yang mengerjakan dosa itu,

nah ini contoh-contoh dosa-dosa besar, sehingga selama dosa-dosa besar itu bisa kita bersungguh-sungguh menjauhinya maka dosa-dosa kecil yang ada pada diri kita akan lenyap, di hapuskan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan cara perbuatan amal kebaikan, sehingga ayat ini kata Ibnu Mas'ud sangat membuatkan hati ku senang melebihi dunia dan seisinya artinya apa aku bisa taat kepada Allah menjauhkan diri dari dosa-dosa besar dan aku ampunkan dosa-dosa kecilku, senang hatinya

Kemudian ayat yang ke 2
sesungguhnya Allah tidak akan melupakan seberat zarrahpun amal kebaikan kita dan jika ada satu kebaikan yang kita lakukan itu karena Allah, maka akan Allah lipat gandakan pahalanya, dan Allah datangkan pahala yang besar, ini sangat menggembirakan bagi kita, yang tidak seorangpun bisa memperkirakan pahala besar yang diberikan Allah itu kepada kita, 

contohnya ada batu di tengah jalan 10 tahun yang lalu,
di hari sekian, jam sekian, detik sekian, lalu batu itu kita pinggirkan, dengan niat hati yang tulus karena Allah maka ini ada catatannya di buka catatan amal kita, walaupun kita sudah lupa, tapi Allah maha mengetahui, bahwa kita dulu itu pernah berbuat baik, di jam sekian, hari sekian, tahun sekian, di jalan itu kita pernah mengambil batu kita pinggirkan, maka akan Allah balas sekecil apapun perbuatan baik kita itu, nah ini ayat yang sangat menggembirakan bagi kita



Demikian juga prihal perbuatan dosa walaupun itu kecil maka akan di cacat juga, maka berhati-hatilah kita dan cepat bertaubat kepada Allah, karena kalau kita tidak Mahu bertaubat kepada Allah dan wafat dalam keadaan itu maka nanti di akhirat ketika kita di hisab maka akan di minta pertanggungjawaban atas perbuatan yang kita kerjakan itu, 

Dan jika ada amal kebaikan kita maka akan di gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa ta'ala di akhirat kelak, Nah Contohnya apa amal ibadah yang kita kerjakan itu bisa di lipat gandakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala

1. Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: ( sholatun fimasjidi haza tu'dalu, bi ashroti 'ala fissholatin ) ujar nabi kita sembahyang di masjid ku ini, di samakan dengan 10.000 sembahyang di tempat lain, jadi kalau orang yang di berikan kemudahan oleh Allah bisa ke masjid Nabawi, maka akan di lipat gandakan pahala oleh Allah 

( wassholatun bil masjidil haram tuk'dalu bi mi'ati Alfi shoolat ) sembahyang di Masjidil haram di samakan 100.000 dapat di lipat gandakan pahala kita daripada tempat lain subhanahu

( wassholatun bi'ardi ribatin tuk'dalu bi Alfi sholatin ) sembahyang di tempat penjagaan bagi orang yang menjaga perbatasan antara muslim dan kafir, semisal negara kita bertetangga dengan orang kafir, kemudian kita di tugaskan untuk menjaga perbatasan, menjaga keamanan, nah sembahyang 2 rakaat di tempat itu di samakan dengan 2juta ganda pahalanya daripada tempat lain 

( wa aksaru min jalik ) yang lebih lagi daripada itu ( arrok 'atani yusholli mal 'abdu fi zaufil lail, laa yuridubihi ma illama 'indallah azza wazalla ) 

lebih banyak daripada itu Adalah orang yang bangun malam untuk sholat dua rakaat semata-mata hanya karena Allah subhanahu wa ta'ala, berapa gandanya hanya Allah yang tahu, sehingga sembahyang dua Rakaat di tengah malam yang kita bangun itu lah modal kita untuk menuju akhirat





Tidak ada komentar:

More Article about this Blog