Pages

Jumat, 08 September 2023

Alquran / 5. Al-maidah / Hlm 12

Bismillah ( assuratul khromisah min shurotul Qur'an ) surat yang ke 5 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran yaitu, suratulmaidah, 

surah Al maidah ini madaniyyatun, di turunkan kepada Rasulullah sesudah beliau hijrah dari Mekah ke madinah( wa ayatuha ) dan ayatnya, ( ashh Runa wa mi'aa ) 120 ayat,

almaidah itu artinya adalah talam, yang di maksud disini adalah talam yang berisi berbagai macam makanan, berbagai macam lauk-pauk dan berbagai macam buah-buahan, sayur-mayur nah inilah surah almaidah 

Kenapa surah ini di namai dengan almaidah tersebut, karena di dalam surah ini ada beberapa kali, di sebut di ceritakan tentang almaidah, tentang talam yang berisi hidangan, makanan, buah-buahan, lauk-pauk dan sayur-mayur tadi, 

yang demikian itu di kisahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dari ayat 112 sampai ayat 115, 


Ketika berkata para mengikut nabi Isa alayhissalam, 
ya Isa ibna waryam, ) hai Isa, purtranya Maryam,

Di sini jelas bahwa kedudukan nabi Isa alayhissalam ini di bawah daripada kedudukan yang di miliki oleh nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wasallam

disini dapat di lihat, bahwa Allah subhanahu wa ta'ala tidak menegur pengikutnya nabi Isa, mereka memanggil dengan panggilan ya Isa, wahai isa, 

Nah, Allah tidak menegur pengikut  memanggil rasullnya dengan sebutan ya Isa, bahasa kitanya macam tak sopan lah, memanggil nama langsung, 

Tapi kalau untuk junjungan kita, nabi besar, Baginda Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam, begitu ada sahabat yang memanggil beliau dengan ya Muhammad 

Maka Allahpun menurut ayat
jangan kalian memanggil Rasulullah di antara kalian seperti kalian memanggil sebahagiannya, Allah melarang bahwa pengikut nabi Muhammad ini memanggil beliau dengan panggilan ya Muhammad, 

dan Allah subhanahu wa ta'ala sendiri di dalam alquranul Karim tidak pernah memanggil Rasulullah dengan panggilan ya Muhammad, Allah memanggil nabi kita dengan panggilan ( ya ayyuharrasul ) wahai Rasul ( ya ayyuhannabiyu ) wahai nabi, tapi berbeda dengan yang lainnya contoh ketika Allah memanggil Adam 
allah memanggil Ibrahim : ya Ibrahim kata Allah,
Allah memanggil Musa, 
Allah memanggil Isa, ya Isa, 

tetapi untuk nabi kita tercinta Allah memanggil ( ya ayyuharrasul) wahai Rasul ya ayyuhannabiyu) wahai nabi 

sungguh tiap-tiap nabi itu punya kelebihan, dan Baginda Rasulullah adalah penghulu daripada setiap nabi dan rasul, yang mendapatkan keistimewaan daripada Allah subhanahu wa ta'ala 

Nah ini pengikutnya nabi Isa alayhissalam mereka memanggil nabi Isa dengan panggilan 
Wahai Isa, adakah bisa tuhan engkau itu menurunkan atas kami talam, yang berisi berbagai macam hidangan makanan,( minassamak, ) dari langit, 

Lalu ujar nabi Isa alayhissalam 


( Kolat taqullah ) Wahai pengikutku takulah kamu akan Allah, ( ingkuntum mukminin ) jikalau kalian beriman 

artinya jangan minta yang macam-macam kepada Allah ni, pengikut nabi Isa menjawab lagi, 

kami hendak demikian wahai nabi Isa, kami Mahu makan makanan yang turun dari langit itu agar tentram hati kami dan kami tahu bahwa engkau akan membenarkan kami dan akan menyaksikan bagaimana talam yang turunnya dari langit itu 
Akhirnya setelah nabi isa di desak oleh pengikutnya maka nabi Isa alayhissalam pun berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala,

Ujar nabi Isa hai tuhan kami, turunkan atas kami ini talam dari langit, agar itu menjadi hari raya yang pertama dan terakhir bagi kami, dan sebagai bukti ayat daripada engkau dan berikan kami rezeki, dan engkau ya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki 

Maka setelah permohon nabi Isa alayhissalam tersebut maka Allah pun menjawab, 
Baik aku turun kan atas kalian, kemudian Allah melanjutkan lagi ayatnya 

tapi kata Allah, barangsiapa kafir setelah aku turunkan ini makanan, talam tadi, maka akan aku azab ia dengan azab yang belum pernah aku turunkan bagi seluruh bangsa ini

Dalam berbagai tafsir maka di sebutkan 
( fanazzalat maa 'idatumminassamak ) 
akhirnya turun lah itu talam dari langitt

( baina grhoma maattayi'in ) di antara dua awan, di atas awan di bawah awan di tengah-tengahnya
( 'alaiha min dhiill ) yang tertutup sapu tangan,

( wahum yanzurun ) ini pengikut nabi Isa melihat oh itu talamnya turun, ( Hatta tshaa khrotats baina aidihim ) akhirnya talam itu jatuh dii tengah-tengah mereka
( Fa baa kaa Isa alayhissalam) nabi Isa menangis,

khawatir, kalau-kalau talam yang berisikan makanan ini jadi fitnah, mendatangkan bencana kepada pengikut-pengikutnya beliau 

Maka berkatalah nabi Isa 
( Allahumma ja'alni minassyakirin, ) jadikan lah aku ya Allah termasuk orang-orang yang bersyukur

( shumma sholla wa baka ) kemudian beliau sembahyang, setelah itu menangis lagi nabi Isa,
( wa khas syafhal min dhilll ) dan beliau membuka tutup talam itu, 

ternyata di dalam talam itu terdapat berbagai makanan, berbagai lauk-pauk, berbagai sayur-mayur, berbagai buah-buahan yang tidak pernah di saksikan sebelumnya

Nah setelah di buka  ( bismillah khroirirrazikin ) silahkan makan kata nabi Isa, ujar pengikut nabi Isa, 
( kul anta awwala, ) engkau duluan yang makan, 
Karna pengikut nabi Isa ni takutan makanan apa ini yang ada di talam ini, 

( kul anta awwalaan ) engkau duluan yang makan, 
(fakola ) ujar nabi Isa ( yak qulu Minha mans tsha 'alaha ) siapa yang minta, itu yang makan, tadi kalian yang minta nah kalian lah yang makan,
(wa khroffu, ayyakkuluMinha) mereka takut makan, 

akhirnya nabi Isa memanggil ummatnya yang sakit, yang lumpuh, yang ada penyakit kulitnya dan yang berbagai macam penyakit di kumpulkan nabi Isa, dan yang fakir miskin juga di kumpul mencapai sekitar 1000 orang lebih, 

berarti besar sungguh talam yang turun dari langit ni, ujar nabi Isa kepada orang-orang tersebut silahkan makan, akhirnya semua merekapun makan

Yang sakit begitu makan langsung sembuh, yang lumpuh begitu makan langsung bisa berjalan, yang buta begitu makan langsung bisa melihat, yang kena penyakit kulit jadi sembuh kulitnya, yang mana dulunya tuli begitu makan bisa mendengar,

Akhirnya semua makanannya pun habis, 
( fanadima manla yakkul ) 
menyesal orang yang tidak Mahu makan tadi, 

nah itulah al-maidah namanya talam yang berisi berbagai macam makanan dan menurut riwayat itu talam turun 2x sehari selama 40 hari, 

sesudah 40 hari kemudian Allah subhanahu wa ta'ala mengeluarkan suatu peraturan bahwa makanan yang di turunkan itu tidak boleh di makan oleh orang kaya, tidak boleh di bawa pulang ke rumah, harus di makan di tempat, dan jangan di simpan untuk esok hari

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( nazzalatil ma'idah minassama' hubzan waa lahma, wa uu miru anla yakrhunu wala yaddakrhiru ligrhodhin )

talam di turunkan di langit, dan Allah sudah memberikan syaratnya, jangan khianat dan jangan tamak, jangan menipu, semisal ada orang kaya karena hendak makan jadi pura-pura miskin biar bisa makan, yang sudah makan karena merasa enak hendak di bawa pulang kerumah, dan sebahagiannya lagi yang menyimpan makanan itu, akhirnya mereka khianat, 

ada yang pura-pura miskin biar bisa ikut makan, ada yang membawa makanan ke rumah, adapula yang menyimpan makanan untuk esok hari, nah ini padahal sudah di larang oleh Allah, namun mereka malah melanggar kepada syarat yang sudah di tetapkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala

( Fakrhonu , wadda kro'ru, warofa'uu, famusi rhu firdataw wakhronaziro ) akhirnya mereka di rubah bentuknya menjadi kera dan khrinzir, 

karena Allah subhanahu wa ta'ala sebelumnya mengatakan bahwa siapa yang kafir setelah aku turunkan ini makanan maka mereka akan aku azab dengan suatu azab yang belum pernah aku turunkan sebelumnya, 

nah ini lah sedikit cerita daripada nama surat Alquran yang ke 5 ini yakni surah almaidah, ( talam yang berisi segala macam makanan, yang menunjukkan kekuasaannya Allah dan menjadi mukjizat bagi nabi Isa alayhissalam) 


-----------------

Insyaallah 


Surat almaidah ini di dalam banyak pelajaran, banyak petunjuk yang diberikan oleh subhanahu wa ta'ala kepada kita ummatnya Baginda Rasulullah, 

di antaranya yang kita bahas adalah di dalam surat ma'idah ini dimana Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman dalam hal memilih pemimpin, contohnya rt, kepala desa dan seterusnya ke atas

Nah Allah memberikan petunjuk kepada kita kepada orang-orang yang beriman siapa yang musti kita pilih untuk menjadi pemimpin kita, ( pemimpin di kampung kita, di kota kita sampai orang yang memimpin negara, 

Di dalam surah almaidah ayat 51 Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: 
hai orang-orang yang beriman jangan kamu menjadikan orang-orang yahudi, orang-orang Kristen menjadi pemimpin, jangan, kalau mereka itu menjadi pemimpin daripada sebahagian mereka boleh aja, tapi kalau mereka itu hendak memimpin orang beriman nah ini yang tidak boleh, 


siapa-siapa diantara kalian yang beriman, kemudian menganggap orang-orang yahudi, orang kristen menjadi pemimpin, 

Bahwa mereka itu termasuk daripada golongan mereka

sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada kaum yang dzolim, 

jadi RT, kepada desa, bupati, gubernur, presiden, pemimpin-pemimpin kita, nah kalau kita suatu saat di berikan kesempatan untuk ikut memilih maka pilihlah pemimpin yang seiman dengan kita,

Kalau kita memilih Yahudi atau nasrani maka di khawatirkan nanti kita termasuk daripada mereka, dan kita tidak akan mendapatkan petunjuk daripada Allah subhanahu wa ta'ala, 

nah masyarakat yang baik itu musti mengetahui calon pemimpin yang hendak di pilihnya itu agamanya apa, jangan memandang orang-orang yang ada di sekitar pemimpin itu, tapi pemimpin yang hendak di pilih ini agamanya apa 

karena Allah melarang orang yang bukan Islam memimpin kaum muslimin, sehingga musti kita teliti jangan sampai kita memilih memimpin yang jelas-jelas menentang Allah

Allah tidak suka, Rasulullah tidak suka kalau kaum mukmin itu di pimpin oleh yang tidak beriman kepada Allah, dan para pemimpin-pemimpin itu pun mustinya sadar dan sayang kepada agamanya apabila terjadi persaingan perebutan pimpinan andaikata disitu ada 2 orang kristen yang jadi calon pemimpin kemudian ada 4 calon yang musti jadi pemimpin 

contohnya nah maka yang 4 ini harus bersatu, mana yang paling baik kemudian di buat menjadi 1, sehingga yang maju itu nanti 1 muslim 1 Kristen, sehingga peluang bagi kaum muslim menang akan lebih banyak, sehingga kita akan mendapat Rahmat daripada Allah subhanahu wa ta'ala yang di jelaskan pada surah ini prihal petunjuk ketika kita hendak memilih pemimpin

hanya Sanya pemimpin kamu itu adalah Allah dan rasulnya dan orang-orang yang beriman, yang mereka itu adalah orang-orang yang melaksanakan shalat menunaikan zakat, nah mereka itu lah yang rukuk, tunduk kepada Allah subhanahu wa ta'ala 
Siapa-siapa yang taat kepada Allah, menjadikan Allah 
Dan rasulnya sebagai pedoman petunjuk, dan mengangkat orang-orang yang beriman sebagai pemimpinnya, maka akan mendapatkan pertolongan Allah dan mereka itu pasti akan menang


Kemudian di dalam surah almaidah juga, Allah subhanahu wa ta'ala memberikan petunjuk kepada orang yang beriman kepada Allah yang hendak menjadi pemimpin yang takwa : 
Artinya, jangan menyeret kepada kalian, oleh ketidaksenangan suatu kaum kepada kalian sehingga kalian berbuat dzolim kepada itu kaum yang tidak senang kepada kalian, adil lah kamu, sesungguhnya adil itu dekat dengan takwa, dan takwalah kamu sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat



Nah ini masih dalam hal pemilihan pemimpin, contohnya si a dan si b ini ikut pemilihan jadi kepada desa di suatu kampung

dan ternyata yang menang di kampung ini si a, nah mentang-mentang si a dia sudah terpilih menjadi kepala desa orang-orang yang tidak memilihnya dahulu di persulitnya, 

orang mau bikin KTP yang biasanya 2-4 hari jadi 1-2 bulan siap, ada bantuan subsidi beras tidak di berikan, 
karena ini bukan orang yang mendukungku dulu ini,  

nah Allah melarang itu, karena Allah sudah membaca keadaan yang akan terjadi di masa yang akan datang,

nah pemimpin tu nanti seperti itu kalau sudah memang, orang yang dulu tidak sejalan dengannya, yang tidak mendukungnya, yang tidak memilihnya, maka tidak di nyamaninya, tidak di bantunya, tidak di tolongnya, 
orang-orang yang Tidak mendukungnya itu, 

Tak usah lah perbaiki jalan yang sebelah itu, aku dulu kalah disitu, baik disini aja, banyak pendukungku, di sini aja yang di bantu dulu, nah ini bila sudah jadi pemimpin macam ini tak boleh 

maka Allah pun memberikan nasihat jangan berbuat dzolim, 

yang dulunya tidak memilihnya ketika ia hendak menjadi pemimpin, kemudian setelah menjadi pemimpin maka iapun tidak berbuat baik kepada semuanya

( i'dilu ) adil lah kamu kata Allah
Yang hendak jadi rt, kepala desa, bupati gubernur, president, nah ini ayat umum untuk semuanya

Berlaku adil lah kamu, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kamu kepada Allah subhanahu wa ta'ala, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,

Jadi pemimpin-pemimpin itu musti berbuat adil kepada semua rakyatnya, tidak ada lagi istilah ini pendukungku, oh ini dlu tidak mendukungku, tidak ada lagi yang demikian itu, kalau sudah jadi pemimpin harus adil untuk semua rakyat.


________________________


Dan Allah subhanahu wa ta'ala memberikan petunjuk bagi orang-orang yang ingin dekat dengan Allah, orang-orang yang ingin menjadi mukarrobin, Allah memberikan petunjuk bagaimana cara kita menyikapi dunia dan kenikmatan dunia ini, 

di sebutkan dalam berbagai macam kita tafsirkan pada zaman Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah berkumpul di rumah usthman bin mazhun, di rumah itu ada abu bakar Ash-Shiddiq, Ali karramallahu wajha, Ibnu Mas'ud, Salman Alfarisi dan banyak lagi sahabat lainnya

mereka semua para sahabat berkumpul, hendak berdiskusi, berunding, tujuannya apa hendak benar-benar mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan jangan di ganggu oleh dunia, 

1. Ada saran kalau hendak benar-benar kita ingin mendekatkan diri kepada Allah maka di waktu malam tu kita jangan tidur, beribadah kepada Allah, dan siangnya kita puasa, kalau pun kita hendak juga tidur jangan pakai tilam, pakai tikar aja, 

dan jangan makan makanan yang nyaman-nyaman seperti daging, dan lainnya, dan jangan pakai minyak wangi, biasa aja, dan jangan pula berkendaraan, berjalan aja kita, kuda, unta jangan di pakai, nah ini bener-bener menjadi seorang hamba, pakaian yang bagus-bagus buang, pakai pakaian karung aja

ga usah punya istri dan semacamnya supaya hati kita tak ada lagi di dunia ini hanya benar-benar kita khususkan, fakuskan kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Maka Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan ayat 
Ujar tuhan, hai orang-orang yang beriman, jangan engkau haramkan sesuatu-sesuatu yang baik yang telah di halal oleh Allah subhanahu wa ta'ala, 

contohnya tidur itu kan boleh jangan di haramkan, makanan yang enak itu boleh jangan di haramkan, pakai kendaraan itu boleh jangan di haramkan, punya istri itu baik jangan di haramkan, jangan mengharamkan sesuatu yang baik yang di halalkan oleh Allah, 

Allah minta satu aja syariatnya daripada semua itu 

dan jangan sampai melampaui batas, artinya melampau batas apa jangan sampai kita makan minum, berpakaian, berkendaraan, bergaul membuat dosa dan lupa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, nah itu melampau batas,

silahkan melakukan semuaan itu, tapi ingat kata allah jangan sampai kita melakukan dosa, contohnya silahkan berpakaian yang bagus-bagus yang cantik yang mewah yang mahal, tapi jangan sampai membuat dosa, jangan melampaui batas, jangan sombong artinya,

Laki-laki, mentang-mentang dia ni orang kaya punya duit banyak akhirnya dia beli pakaian dari sutra nah ini melampau batas, membuat dosa, nah selama itu masih di bolehkan silahkan pakai asal jangan melampau batas

Contohnya lagi seperti makanan, silahkan makan apa saja yang baik-baik tapi ingat jangan sampai melampau batas, apalagi sampai melampaui batas mengarah kepada memakan makanan yang haram, nah ini jelas dosa

Adapun lagi ini makanan halal, banyak di atas meja, macam-macam makanan ada, yang di makan malah satu macam aja, sisanya banyak, kadang-kadang di buang, adapun di simpan lama lama tak di makan, basi, nah ini berdosa, melampaui batas, nah ini Allah tidak suka

Intinya jadi maksudnya kita di perbolehkan untuk menikmati kenyamanan dunia yang halal ini, yang baik yang di berikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala asalkan itu tidak membuat kita lupa kepada Allah, lalai kepada Allah, tidak membuatkan kita sampai melakukan perbuatan dosa, dan tidak merusak kedekatan kita dengan Allah maka jangan sampai melampau batas

Contohnya lagi macam kita ini ada duitnya, maka silahkan tukar mau hendak beli apapun yang kita mahu macam hendak beli kendaraan, beli aja, tapi jangan sampai melampaui batas

Macam apa melampaui batas itu, mengkredit kendaraan, kenapa? Tidak mampu menukar duit, akhirnya kredit, mengutang sama orang, nah itu melampau batas,

 seharusnya tukarlah sesuai dengan jumlah duit yang ada, tukarlah sesuai dengan kemampuan yang ada jangan mengutang sama orang, nah ini bukan berarti mengatakan kredit tu haram, tidak, 

ini hanya bicara mengenai orang yang ingin dekat dengan Allah, karena kredit ini menurut hukum fiqihnya boleh aja sesuai dengan syaratnya

Tapi menurut sebahagian ulama kalau hendak ingin dekat dengan Allah, dan juga orang-orang yang belajar ilmu tasawuf mengatakan jangan kredit, kenapa sebabnya 

1. Merasa diri panjang umur, macam kredit 1 atau 2 tahun, nah ini merasa diri panjang umur
2. Sudah masuk tempo bayar bulanan tapi tak ada duitnya akhirnya berfikir, menjadi beban pikiran, stress 
3. Andaikata orang ini mati pada saat itu maka dia mati dalam keadaan punya hutang

Nah kalau bicara soal hukum fiqih ya boleh saja artinya tidak haram, cuman akibatnya itu lebih banyak membawa kepada yang tidak baik,

kalau kita punya kemampuan menukar barang 4juta tukar aja yang 4 juta, kenapa musti hendak menukar yang 12 juta, 8 jutanya berhutang pula sama orang,

Ini kalau pas harganya, kalau ada bunganya bertambah lagi masalah kita, bertambah banyak duitnya nah ini yang melampaui batas, Allah pun tidak setuju dengan perkara yang macam ini 

Dan makanlah daripada rezeki yag kami berikan kepada kalian yang halal dan baik

Dan takwalah kepada Allah, yang dengannya kalian beriman

Jadi disini ada 3 macam yang kita ambil daripada petunjuk-petunjuk Alquran yang ada di dalam surat almaidah, dan sungguh begitu banyak petunjuk lagi yang ada di dalam surah ini, dan mudah-mudahan kita semuaan bisa mengamalkannya, insyaallah

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog