Pages

Senin, 11 September 2023

Alquran / 6. surah an'am / hlm 13

Bismillah, asshuratussha dhisah min shurawil Qur'an, suratul an'am, surat yang ke 6 dari surah-surah Alquran, yaitu suratul an'am, 

( makkiyatun ) suratul an'am ini di turunkan kepada Baginda Rasulullah sebelum beliau hijrah ke madinah, 
( illaassital ayah ) kecuali ada 6 ayat di dalam surah Al an'am ini ( famadaniyyatun ) maka itu madaniyyah, 

( wa ayatuha ) ayat-ayatnya surat Al an'am ini ( khromsun wassitt tuna wa mi'ah ) 165 ayat, 

Al an'am artinya adalah haiwan ternak yang berupa unta, sapi atau kambing, itu di sebut an'am,

kenapa surat yang ke 6 ini dinamai dengan surat Al an'am, karena di dalam surat ini ada beberapa ayat yang membericaran tentang haiwan ternak berupa sapi, unta, kambing

sebagai yang di sebutkan pada ayat 136 Al an'am, dimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman 

Nah ini adalah salah satu ayat yang membicarakan an'am ini, haiwan ternak tadi, tafsir daripada ayat tersebut adalah mereka orang-orang kafir khususnya kafir Quraisy, mereka menjadikan untuk Allah sebahagian dari hasil ladang dan ternaknya,

Seraya mereka berkata ini untuk Allah menurut dugaan mereka, dan ini untuk berhala kami, apa-apa yang untuk berhala mereka tidak boleh di serahkan kepada Allah tapi apa-apa yang untuk Allah boleh di serahkan kepada berhala kami, maka amat jahat sekali keputusan yang mereka putuskan itu, tafsir daripada ayat demikian

maksudnya, perenciannya daripada ayat itu kurang lebih seperti orang-orang kafir Quraisy itu umpamanya berisi ladang ternak unta, unta yang 1 ini kalau ada hasilnya nanti untuk Allah artinya mereka gunakan untuk di kasikan di jalan yang Allah Rida, sedekah bantu fakir miskin, untuk membantu anak yatim, dan untuk keperluan dalam hal kebaikan lainnya nah ini untuk Allah

kemudian unta yang satu lagi ujarnya kalau ada hasilnya untuk berhala-berhala, maksudnya untuk keperluan merawat berhata itu, 

nah andai kata satu saat unta yang untuk berhala ini tidak punya penghasilan, tapi kalau unta yang untuk Allah itu punya hasil mereka pun mengambil hasilnya untuk berhala tadi, mereka serahkan kepada penjaga berhala-berhala tadi, apa alasannya? Ujar mereka Allah kan maha kaya tidak perlu itu, 

tapi kalau andaikata satu saat unta yang untuk berhala ini menghasilkan sesuatu dan yang untuk Allah tidak menghasilkan maka mereka tetap menggunakan penghasilan itu untuk berhala, tidak Mahu menyerahkan bahagianya untuk di gunakan di jalan Allah subhanahu wa ta'ala

Nah demikian lah an'am tadi, maka Allah pun menjelaskan bahwa 

keputusan yang mereka buat itu adalah keputusan yang sangat jahat, keputusan yang sangat tidak baik artinya,

Sehingga kejadian-kejadian seperti tersebut di dalam cerita tadi mungkin ada terdapat atau di jumpai di antara kita kaum muslimin atau muslimat, yang mana tingkah laku kita, keputusan kita mungkin ada miripnya dengan tingkah laku orang kafir Quraisy tadi.

contohnya kalau kita umpamanya ekonomi kita lancar, untuk makan beres, untuk pakaian beres, untuk jalan-jalan beres, untuk perhiasan, beres, untuk hubungan sosial bermasyarakat, beres, dan untuk keagamaan, beres, lancar, nah itu kalau ekonomi baik, 

Nah, suatu saat usahanya ini berkurang, usahanya ini merosot, ekonomi buruk, tidak lancar, maka kadang-kadang yang pertama biasanya yang di potong itu dalam keagamaan di kurangi, untuk membantu orang di batasi

Tapi untuk makan, untuk pakaian tidak mengurangi untuk berhias, untuk jalan-jalan tidak kita kurangi, tapi kalau di gunakan di jalan Allah, ada orang yg sedang kesusahan minta tolong, apa jawabnya? maaf lagi tidak lancar usahaku ini, nah perbuatan seperti itu di khawatirkan mirip seperti jahiliyah, dan Allah mengatakan
itu keputusan yang sangat jahat, kalau ekonomi lagi macet ga lancar, urusan untuk Allah pun macet ga lancaf juga, 

kalau untuk jatah lainnya tidak kurang, masih jalan aja, makan malah bertambah, jalan, perhiasan, tidak ada yang di kurangi tapi kalau untuk keperluan di jalan Allah malah di kuranginya, 

nah kalau kita berprilaku seperti itu maka kita di katakan Allah kita ni punya keputusan yang sangat jahat, keputusan yang tidak baik 

Contoh lainnya seperti kita ni ada punya dua anak, satu anak sekolah di tempat biasa, satu lagi sekolah di pesantren sekolah agama, 

bila ekonomi kita lancar ini anak sekolahnya dua-duanya lancar, tapi kalau ekonomi kita merosot yang di stop biasanya orang yang sekolah agama, tapi kalau sekolah umum, smp biasa, tidak, malah di lanjutkan aja nah semacam ini adalah keputusan seperti orang kafir jahiliyah

Karena Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan 

kalaupun kita ni hendak stop juga maka dua dua nya stop jangan malah di pilih yang sekolah agama aja, ataupun yang lebih baik stop yang sekolah umum,

anak kita ni yang belajar agama itu yang di lanjutkan, nah itu keputusan yang bagus, nah begitulah mustinya kalau kita beriman kepada Allah dan mengambil keputusan sesuai dengan yang di ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala

Wal hasil, dalam ekonomi apapun yang kita hadapi bagian untuk Allah jangan di kurangi, jangan di potong, jangan di stop, kalau hendak kurangi semuanya harus ikut di kurangi nah itu adil namanya, jangan mentang-mentang ekonomi lagi turun urusan untuk Allah di kuranginya tapi untuk dunia lancar-lancar aja di buatkannya, 

Contohnya macam 1 bulan ni kita ini pengeluaran untuk makan 200ribu, untuk pakaian/keperluan 200, terus untuk bersedekah/dan prihal ibadah lainnya 200 ribu, tiba-tiba ekonomi tidak lancar, nah semuaan di kurangi, jangan duit yang hanya untuk Allah aja yang di potong, apalagi sampai-sampai di tiadakan, 

kalau bisa semuanya di kurangi sehingga ada juga duit yang di gunakan untuk mendapatkan Rida di jalan Allah, ada juga duit untuk bersedekah, ada juga duit untuk membantu orang lain, membantu tetangga dan lainnya

Contohnya lagi macam menerima menantu, ada anak kita ni perempuan, ada orang datang laki-laki 2 orang, 1 orangnya bagus, agamanya bagus tapi susah hidupnya pas-pasan, miskin, 

1 lagi orangnya kaya, namun agamanya kurang, menganggap enteng soal agama, ujarnya nanti saja belajar agama itu tak penting-penting sangat,

Nah akhirnya nah kita pun memilih laki-laki yang kaya itu Karna urusan dunia lebih menjamin sedangkan urusan Allah kita tinggalkan

nah ini namanya keputusan yang jahat, kalau hendak juga maka sekalian pilih yang kaya dan yang mau belajar, apalagi yang bagus agamanya, jangan hendak memilih dunia terus meninggalkan urusan Allah 


________________________


Surat alan'am ini turun di Mekah, sehingga ayatnya ini banyak menceritakan tentang kelakuan-kelakuan orang kafir Mekkah pada waktu itu dan sambungan pada ayat itu 137 Al an'am

seperti demikianlah memperhiasi itu syaitan-syaitan kepada kebanyakan orang musrik pada waktu itu dengan membunuh anak mereka, maksudnya membunuh anak perempuan, karena demikian itu adalah merupakan prilaku jahiliyah, 

contohnya ada anak perempuan baru lahir langsung di kubur hidup-hidup, itu karena mereka di hasut oleh syaitan-syaitan mereka, di dalam surah lain Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan 

Bila di kabarkan kepada mereka bahwa istrinya melahirkan anak perempuan maka wajah akan menjadi hitam ( wahuwa Kazim ) menahan kemarahan, nah itu pada zaman jahiliah dlu, 

dia bersembunyi, menghindar daripada keramaian karena merasa sangkin jahatnya itu kabar yang di terima

Akhirnya dia menyimpulkan keputusan kalau aku tahan ini anak, aku jaga, aku besarkan, maka aku akan menahan malu di tengah-tengah masyarakat 

atau anak perempuan ini langsung saja aku kubur hidup-, hidup ke dalam tanah, 

maka allahpun mengatakan 

itu keputusan adalah keputusan yang sangat jahat di antara orang kafir Quraisy itu, nah pada saat itu orang kafir Quraisy tidak setuju punya anak perempuan, apa sebabnya, menurut para ulama Ahli tafsir mengatakan salah satu alasannya adalah mereka itu takut fakir, 

karena anak-anak perempuan ini tidak bisa di bawa perang, tidak boleh di bawa bekerja, tidak boleh di bawa beternak, di boleh di baea usaha/jualan di pasar, kenapa? Karena tradisi mereka itu paling tidak suka membawa anak-istri perempuan ke pasar, berdagang, tidak boleh tampil, lain hal seperti kita disini, perempuan ramai jualan ini, malah kadang perempuan ini yang di jadikan itu nya biar ini jualan ramai orang datang

Orang kafir walaupun pada masa jahiliah, walaupun dia tidak Islam dahulu itu, mereka tidak Mahu kalau istrinya, anak perempuannya ke pasar, bedagang, jadi kalau pas dapat anak perempuan mereka merasa rugi, 

nah prilaku seperti ini masih berlaku pada saat ketika mereka masuk Islam pada saat itu, mereka yang baru masuk Islam tiba-tiba ada kabar kalau istrinya itu melahirkan perempuan maka mereka pun sedih 

akhirnya nabi kita tercinta Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyampaikan satu hadist, menyampaikan kabar yang sangat menggembirakan hati

( man kanat lahun untsha pa lam ya iddhehaa, 
walam yuhinhaa, walam yukshiru hurdahu 'alayha, adkhrolahullahul jannhah rawahu abu daud, 
wal hakim )

Sampai-sampai ujar nabi kita berkata
Barangsiapa baginya dapat anak perempuan, dan tidak di kuburnya, tidak di hinakannya, tidak di rendahkannya daripada anak laki-lakinya 
( adkhrolahul Jannah )  maka Allah akan masukkan dia ke dalam syurga, 

ini Rasulullah memberikan nasihat sekaligus kabar gembira supaya menghilangkan suatu kebiasaan bila dapat anak perempuan merasa malu, merasa hina, merasa rugi, 

Ada lagi hadist lainnya yang mengatakan :

( man kana lahu shalashu, banatin, yuw wihinna,  wayarhan humu hunna, wayakfulu hunna, wazabat lahul Jannata Al battagrho, qila yaa, Rasulullah, fa in Kanat tasnata'yin, kola isnatayin wa ingkanat tasnata'yin, rawahu Ahmad wafi riwayati abu Dawud, fa'addabahunna fa'ahsana ilayhinna, waazaaww waza hunna falahul Jannah, )

Ujar nabi kita barangsiapa yang mempunyai 3 orang anak perempuan, iya berikan tempat tinggal, iya berikan pendidikan dengan baik kepada anaknya itu, menyayangi anak perempuan nya itu dengan baik, mengajarkannya ilmu ugama yang baik, dan dia kawinkan anak perempuan itu dengan orang-orang yang baik juga agamanya, 

( falahul Jannah ) maka bagi orangtuanya itu Allah berikan ganjaran padahal yang besar yakni syurga, insyaallah mudah-mudahan kita semuaan ini bisa mendidik anak-anak kita dengan ilmu ugama yang baik

Nah ini untuk menghilangkan kesedihan-kesedihan para sahabat, orang-orang yang pertama masuk Islam, apabila punya/lahir anak perempuan sedih, dan akhirat Rasulullah memberikan kabar gembira kepada mereka itu, 

Jadi ada orang bertanya kepada Rasulullah klau 2 aja anak perempuannya macam mana ya Rasulullah, maka Rasulullah pun menjawab 2 pun nanti akan masuk syurga orangtua yang demikian itu mendidik anaknya

Jadi anak perempuan maupun laki-laki ini harus di didik agama bukan di lepas begitu saja, bukan di biarkan begitu aja, bisa bisa mendatangkan hal yang tidak baik nanti di akhirat untuk kita sebagai orang tua 

Tapi kalau kita bersungguh-sungguh menjaganya, berdoa kepada Allah, mendidiknya dengan sebaik-baiknya insyaAllah akan mendapatkan ganjaran syurga demikianlah kabar yang di sampaikan oleh Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam 


___________________


Dan surat Al an'am ini yang sebagian tadi di jelaskan tentang kelakuan-kelakuan jelek daripada orang-orang kafir Quraisy tetapi tidak semua orang kafir Quraisy itu berprilaku buruk, ada kebiasaan-kebiasaan mereka itu yang di anggap baik oleh Allah dan bahkan di sempurnakan oleh Islam, 

salah satunya adalah ( sitkul hadist ) orang kafir Quraisy itu jujur berkata-kata, seperti apapun keadaannya mereka itu ianya tidak mahu berdusta walaupun itu sedang di hadapkan dengan musuh, sangkin jujurnya mereka itu,
nah prilaku orang-orang kafir Quraisy yang sangat jujur itu pun di teruskan/di sempurnakan lagi oleh Allah subhanahu wa ta'ala

Contohnya abu Sufiyan, ini orang kafir Quraisy pada saat itu, karena ia ini adalah musuh Allah subhanahu wa ta'ala, begitu ada orang yang bertanya kepadanya, wahai abu Sufiyan bagaimana Muhammad orang Mekkah yang tetanggamu itu,

abu Sufiyan menjawab, itu Muhammad orangnya ( amin ) dipercaya, nah ini padahal sesama musuh tapi masih menjaga kejujuran, Sikap jujur berkata-kata paling di utamakan oleh mereka, walaupun pada saat itu masih di zaman jahiliah

Yang ke dua, hal positif daripada orang jahiliyah itu
( grhoi raatuhun 'ala nisa'ihin ) cemburunya mereka atas perempuan-perempuan mereka, cemburu dengan istrinya, cemburu dengan anak-anak perempuan mereka, 

artinya apa? kalau kita bertamu ke rumahnya jangan harap kita ni bisa melihat istrinya, melihat anak perempuannya, nah ini orang kafir Quraisy jahiliah, mereka sangat menjaga perempuannya, sehingga prilaku seperti ini pun di teruskan dan di sempurnakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Dan lagi, sebagaimana surat-surat yang lain, maka surat Al an'am ini banyak mengandung petunjuk dan arahan daripada Allah subhanahu wa ta'ala kepada seluruh manusia agar mereka selamat bahagia dunia dan akhirat, antara lain petunjuk dan arahan daripada Allah kepada kita yakni, ayat 59 Al an'am adalah


di sisi Allah kunci-kunci yang ghoib dan tidak ada yang tahu kunci-kunci yang ghoib itu melainkan dia, 

Rasulullah menafsirkan itu ( maa fatihul ghoib khromsun laa yaklamuha ilallah ) di maksud dengan kunci-kunci ghoib itu ada lima dan tidak ada seorang juapun yang tahu selain daripada Allah subhanahu wa ta'ala 

1. ( laa yaklamu ma targ'hdil Arham ilallah ) tidak ada yang tahu pasti apa yang ada di kandungan seorang ibu itu, apakah dia laki-laki atau dia perempuan, apa dia nanti penghuni surga ataukah dia nanti penghuni neraka, apakah dia nanti orang yang kaya atau orang yang miskin, tidak ada yang tahu persis selain Allah subhanahu wa ta'ala

2. ( waala yaklamu maa fi  ghrodin illallah ) tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari apa yang terjadi, tidak ada yang tahu selain Allah

3. ( Waala yaklamu maa ta yaktil mathor ilallah ) tidak yang tahu tahu kapan persis turunnya/terjadinya hujan, jam brapa, detik berapa menit berapa pasnya hujan itu terjadi, tidak akan ada seorangpun yang tahu kecuali Allah subhanahu wa ta'ala

4. ( walaa tadri nafsin BI ayyi Ardin tamut ilallah) tidak ada yang tahu seseorang dimana ia akan mati kecuali Allah, 

5. ( wala yaklamu ma tatakumus shhaa'ah ilallah ) tidak ada yang tahu akan persisnya hari kiamat terjadi kecuali hanya Allah subhanahu wa ta'ala, nah ini Allah mengatakan kunci ghoib yang tahu hanya Allah subhanahu wa ta'ala 

Imam Al qurtubi dalam tafsir beliau mengatakan kalau ada orang yang mengatakan bahwa besok jam sekian, detik sekian pasti akan terjadi Hujan, maka wajib kita tidak percaya, karena yang tahu demikian itu hanya Allah subhanahu wa ta'ala, dan orang yang mengatakan pasti itu maka akan murtad ianya, kafir, 

namun kalau orang itu kira-kira aja besok itu akan hujan nah itu lain lagi, adapun lagi kalau ada orang mengatakan anak dalam kandungan ibu itu pasti anak laki-laki nah wajib juga kita tidak percaya, hari kiamat tanggal sekian, hari sekian, jam sekian wajib kita tidak percaya, karena semuaan itu termasuk perkara yang ghoib yang tahu hanya Allah subhanahu wa ta'ala 

Atau seperti apa nasib kita besok hari, bulan depan, tahun depan macam apa, nah ini berbahaya, jangan kita percaya, karena demikian itu yang tahu hanya Allah subhanahu wa ta'ala, 

nah disini arahan Allah kepada kita apa?, kita jangan sampai kita berani mendatangi apalagi sampai-sampai mempercayai syaitan, dukun, tukang ramal, dalam hal hal yang ghoib ini, karena dapat membahayakan akhidah seseorang, ( laa yaklamuha illahu ) tidak ada yang tahu kecuali Allah subhanahu wa ta'ala 

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan 
( man 'a ta arrafhan) barangsiapa mendatangi tukang ramal, dukun, ( Fasya 'alahu an sha'i ) dia tanyakan prihal sesuatu kepada tukang ramal tadi 

( lam tukballahu sholatu 'arba'in laylah) tidak di terima sholatnya 40 malam, kecuali ia benar-benar bertaubat kepada Allah dan menyesali perbuatannya yang demikian itu 

Contohnya kita hendak buka usaha, datang ke Tukang ramal, ke dukun, macam mana supaya usaha lancar, bedagang lancar, macam ini baik apa tidak, tukang ramal pun bilang macam ini macam ini, kitapun ikut cakapnya

nah ini sangat membahayakan kita, jadi perkara-perkara ghoib itu jangan sekalipun hendak bertanya kepada siapapun, yang kita lakukan hanya bertawakal, berserah diri kepada Allah, berdoa agar setiap perbuatan yang kita lakukan ini mendapatkan keridhaan Allah dan mendatangkan kebaikan kepada diri kita, baik dunia maupun akhirat

Nah bismillah, buka usaha, dan kita semuanya kita serahkan kepada Allah ( laa yaklamuha illahu) tidak ada yang tahu perkara yang ghoib itu selain daripada Allah subhanahu wa ta'ala 


Tidak ada komentar:

More Article about this Blog