Pages

Rabu, 27 September 2023

Alquran / 7. surah Al a'raf / hlm 14

Bismillah, walhamdulillah kita bisa melanjutkan kembali pembahasan kita berkenaan tentang surah-surah di dalam Alquranul Karim 


( asshuratus Shabi'atu min suwaril quran ) siratul a'raf
surah yang ke 7 daripada surah-surah Alquran yaitu surah Al a'raf, surah Al a'raf ini makkiyatun, di turunkan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah, 
( ayatuha sittun wa mi'atan ) ayatnya surah daripada Al a'raf ini ada 206, 

Al a'raf artinya adalah tempat yang berada di atas dinding pemisah yang tinggi, itu di sebut a'raf, 

di dalam surah yang ke 7 ini Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan tentang Al a'raf tadi 
di dalam ayat 46, dan seterusnya, Allah berfirman: 

ini Allah menceritakan tentang Al a'raf tadi, tempat yang tinggi ( wa baina Huma hijab ) di antara surga dan neraka itu ada hijab, ada dinding pemisah, 

sehingga orang surga tidak bisa ke neraka dan orang nerakapun tidak bisa ke syurga, karena di pisah oleh hijab tadi, 

( alal a'raf ) di atas dinding pemisah yang tinggi itu,
( rizalun ) laki-laki banyak, biasanya di dalam Alquran bila ada kalimat laki-laki itu, maka perempuan ikut sekali termasuk di dalamnya, 

( seperti ya ayyuhalladzi na'amanuuu ) hai orang-orang yang beriman ( alladzina itu mujakkar ) ( 'amanu itu mujakkar ) dan perempuanpun termasuk, 

macam kita assalamualaikum, nah Kum itu kan untuk laki-laki kalau perempuan nun, Kun, tapi biasanya kalau di sebut laki-laki perempuan pun sudah tercakup di dalamnya

( wa alal a'rafi rizalun ) dan di atas tempat yang tinggi tadi ada beberapa orang, banyak orangnya Rizal, jamak, 


( yakrifuna kullam bi shimahum, ) mereka itu kenal akan penghuni syurga dan mereka juga kenal akan penghuni neraka, karena ada tanda-tanda pada mereka, Tapi orang yang di atas a'raf ini tidak bisa ke syurga dan tidak pula bisa ke neraka, mereka hanya bisa melihatnya

dan mereka berseru kepada penghuni-penghuni syurga itu Salamun 'alaikum, selamat kalian , orang-orang yang di atas a'raf itu berkata kepada penghuni syurga ( Salamun 'alaikum ) kalian selamat 
mereka tidak bisa masuk di dalam syurga padahal mereka sangat ingin kesana namun tidak bisa masuk syurha, keindahan-keindahan syurga, orang-orang yang ada di dalamnya mereka melihat, pedihnya siksaan nereka mereka juga melihat, jadi mereka sangat ini masuk ke dalam syurha namun tidak bisa, 



Bilamana di palingkan pandangan mereka itu kepada penghuni neraka, bila ashabul a'raf orang-orang di a'raf ini melihat neraka, mereka berkata ( kolu rabbana la taz'alna minal kaumizdzolimin ) wahai Tuhan kami, jangan jadikan kami tergolong dalam golongan orang-orang yang dzolim,

Jadi nanti di akhirat itu ada 3 tempat, yang di huni orang manusia, syurga, nereka dan a'raf, a'raf ini orang yang hanya bisa melihat, melihat syurga bisa melihat neraka juga bisa, tapi tidak bisa masuk kedua-duanya

Nah siapakah penghuni al-a'raf ini, kita pun musti belajar juga, siapa yang nantinya di akhirat yang akan berada di a'raf itu, ke syurga tidak, ke neraka tidak, dalam beberapa tafsir di sebutkan seperti tafsir atthobari, tafsir imam Al Kurtubi, dan tafsir lainnya di sebutkan bahwa yang menempati al-a'raf itu adalah : 

1. ( manistakhrod hanasatuhum wa shayyi a tuhum ) orang yang sama timbangan kebaikan dan kejahatannya, amal baik, amal buruk jika di timbang sama, jadi tidak bisa masuk syurha dan tidak masuk nereka di buatkan Allah dia di a'raf, 

bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
( thu da'ul mawajinu yaumal kiyamah, fatuujanul hasanatuhu wa syaiyi'at, famaa rozahat hasanatuhum miskholasshyu'abah, dakhrolal Jannah, 

wamarrozahat shayyi'atuhu 'ala hasanatihi misla shyu'abah, dakhrolannar, Kila ya rasulullah, famanistharot hasanatuhu wa syaiyi'atuhu, kola ula Ika ashabul a'raf, lam yadkhruluha wahum yadhtma'un ) 

ini hadist di buat di dalam tafsir imam Al Kurtubi, Rasulullah bersabda di hari kiamat nanti di letakkan timbangan amal, maka di timbang amal kebaikan manusia, di timbang amal kejahatannya, 

( famarozahat hasanatuhummiskholasshyu'abah, barangsiapa amal kebajikannya lebih berat daripada amal buruknya walaupun bezanya itu seberat zarrah, (dakhrolal Jannah,) maka dia masuk syurha

wamarrozahat shayyi'atuhu 'ala hasanatihi misla shyu'abah, ) siapa yang menang amal kejahatan daripada itu kebaikannya walaupun seberat Zarrah, )
( dakhrolannar, maka dia masuk neraka ) 

Maka kemudian sahabat bertanya kepada Rasulullah bagaimana kalau seseorang itu sama timbangannya, buruk baiknya sama, Rasulullah menjawab ( ula Ika ashabul a'raf) mereka itu lah penghuni a'raf, mereka tidak bisa masuk ke dalam syurga padahal mereka sangat ingin masuk ke dalam surga itu, 

Nah jadi yang menentukan nasib kita di akhirat nanti, walaupun amal kebajikan kita itu lebih sedikit di timbang amal buruk kita, walaupun itu lebihnya seberat zarrah, maka kita akan di masukkan Allah ke syurga, 

Itu sebab Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ( laa tahh firanna minal ma'ruf syai'aa, walau antalka akhroka bi wazhin tholik, rowahu muslim ) 

jangan engkau anggap enteng, jangan kamu anggap remeh sesuatu amal kebaikan itu, walaupun dengan cara engkau temui saudaramu dengan senyuman, dengan muka yang manis, 

jadi jangan pernah enggap enteng suatu kebaikan walaupun itu kadang kita anggap kecil barangkali itu nanti yang akhirnya memberatkan timbangan amal kebajikan kita di akhirat kelak 

Di dalam hadist lain di jelaskan
( marro rozulun, bi muslim shyazaroh 'ala zohri tarik, fakola wallahi lahu Nahyan haza 'anil muslimin, Layum zihim, 'udkhrilul Jannah, rowahu muslim )  seorang laki-laki lewat di jalan, dia melihat ada dahan kayu di jalan itu, dia singkirkan dahan kayu itu dari tengah jalan agar orang muslim nyaman berjalan, tidak kenapa-kenapa di jalan, di akhirat akhirnya di putuskan Allah ini laki-laki masuk syurga karena perbuatannya yang demikian itu 

Dan Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengisahkan bagaimana seorang perempuan pelacur yang memberikan minum kepada anjing yang sangat kehausan, yang akhirnya perempuan itu di muliakan Allah kemudian di putuskan Allah masuk ke dalam syurga, 

Jadi amal-amal perbuatan yang kita anggap kecil itu barangkali itu lah yang bisa menyelamatkan kita di akhirat nantinya

 ( laa tahkiranna minal makruf syai'a ) sedekah kita yang seribu rupiah itu setiap hari jangan anggap enteng barangkali itu nanti yang bisa menyelamatkan kita, 

kita beriman salam, berikan senyuman kepada orang barangkali itu nanti yang akan memberangkatkan timbang amal kita maka jangan sesekali kita ni anggap enteng perbuatan yang baik itu, ksrena walaupun itu sedikit kalau kita niatkan hanya Karna Allah maka akan besar pahalanya,

Adapun lagi contoh seperti perempuan yang ahli ibadah tapi masuk neraka karena tidak memberi makan kucing, di kurungnya sehingga kucingnya itu mati kelaparan, sehingga perbuatannya itu menyebabkan ia masuk neraka ( laa tahkiranna minal makruf syai'a )

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda lagi dalam sebuah hadist ( Innarrazula Layaa takallamu bil kalimah, mir ridwaanillah, maa yazunnuhum tadhluha ma balakhrod, fayaktubullah hu biha, ridwanahu ila Yaumil kiyamah, bi Innarrazula Laya takallamu bil Kalimati min shyukdillah, Mayazunnu biha antadhluha man balakhrod, fayaktubullah hu 'alayhi Haa syuktahu
ila yaumil kiyamah, Rowahu Tirmidzi, )

Seseorang yang berkata-kata daripada kata-kata yang baik, dan ia tidak menyangka bahwa perkataannya itu di senangi oleh Allah, akhirnya Allah catat pada catatan amalnya dan Allah simpan hingga hari kiamat,

adapula orang-orang yang berkata jahat, dan dia tidak menyangka bahwa perkataannya itu membuatkan Allah murka maka Allah pun Catat sampai hari kiamat, nah itu hanya perkataan belum lagi yang lainnya

Mulut kita yang ceplas ceplos, becakap sembarangan nah itu barangkali itu ada membuat sesuatu yang di murkai Allah, melukai hati orang, maka Allah catat sampai hari kiamat kemudian di perhitungkan pada timbangan kita,

Jadi kesimpulannya perbuatan sekecil apapun itu baik atau buruk jangan pernah kita anggap remeh karna demikian itu akan menentukan nasib kita di hari kiamat

Ada perkataan salah satu ulama terdahulu mengatakan yang artinya bahwa kebanyakan yang memasukkan manusia ke dalam syurga itu adalah amal ibadah yang sebenarnya ia lupakan, 

dan kebanyakan memasukkan manusia ke dalam neraka adalah amal kejahatan yang dia lupakan,

nanti di akhirat kita masuk syurga karna amalan kecil ini yang sederhana yang memberati timbangan kita, kemudian kita lupa dengan amalan itu ternyata itu yang bisa menyelamatkan kita, 

Adapun lagi contoh timbangan kejahatan kita lebih berat daripada timbangan amal kita, nah apa yang memberatkannya, ternyata ada dosa-dosa kecil yang kita anggap remeh, kemudian kita lupa dan tidak Mahu bertaubat kepada Allah, maka dalam masalah ini musti kita berhati-hati sekecil apapun itu baik kejahatan atau kebaikan jangan pernah kita anggap enteng...


_____




Firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam alquranul Karim :  
Bermula timbangan pada hari kiamat itu benar, timbangan hari itu tidak bakal dzolim, barangsiapa timbangan amal kebaikannya lebih berat walaupun sebesar zarrah, maka ia beruntung selama-lamanya, siapa ringan timbangan kebaikannya dan berat timbangan kejahatannya walaupun sebesar zarrah maka itu lah orang-orang yang merugi diri mereka itu

Ada beberapa amaliyah-amaliyah yang di ajarkan oleh Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang memberatkan timbangan 

1. Perbanyak mengata : 
subhanallah wabihamdihi subhanallahil adzim astaghfirullah, itu ujar nabi kalimat yang ringan di mulut Namun berat di timbangan dan demikian itu sangat di sukai oleh Allah subhanahu wa ta'ala

2. Hadist lain Rasulullah bersabda ( ashkolu syai'in, fil Mizan, al husnul khruluq, rowahu Ibnu hibban fi shohihih 

paling memberati sesuatu dalam timbangan amal kebaikan kita adalah Husnul khruluq, akhlak, Budi pekerti yang baik, nah Budi pekerti yang baik ini sangat tinggi nilainya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala

Nah jadi orang yang menghuni Al-a'raf tadi adalah orang yang sama timbangan kebaikan dan kejahatannya, 

Orang yang orang yang di tempatkan oleh Allah di A'raf itu tadi adalah
1. ( manistakhrod hanasatuhum wa shayyi a tuhum ) orang yang sama timbangan kebaikan dan kejahatannya, amal baik, amal buruk jika di timbang sama,

Kemudian yang ke dua : 
( kaumun Kus Tus hidu, fi Sabilillah, khrorazuhum shatan Li aba'ihim, ) orang-orang yang di bunuh fi Sabilillah, namun ia berperang itu Tanpa di restui oleh kedua orangtuanya, 

contohnya ada seorang anak yang hendak ikut peperangan fi Sabilillah, minta izin kepada orangtuanya, kemudian abahnya mengatakan jangan, tapi ia tetep juga ingin perang, akhirnya di bunuh orang, Syahid, karena dia syahid maka dia tidak boleh masuk ke neraka, Karna syahid fi Sabilillah, tapi karena dia durhaka kepada orangtuanya maka diapun tidak boleh masuk surga maka di tempatkan Allah dia di Tengah-tengah al-a'raf, 

Maka kita bayangkan bagaimana nilai durnakanya seorang anak kepada orangtuanya, sangat memberati amal kejahatan kita, orang yang syahid fi Sabilillah, tapi tidak mendapatkan izin daripada orangtua, maka iapun tidak boleh masuk syurga padahal syahid, nah apalagi orang-orang yang kemudian rumah tidak izin, 

membuka aurat, berjalan tidak di restui orangtuanya, kawin tidak di restui orangtuanya, malah makin parah, tidak bakal masuk syurga artinya, orang yang Syahid terbunuh di Sabilillah aja yang tidak dapat restu, izin orang tuanya tidak boleh masuk surga apalagi yang demikian tadi,  
( kaumun Kus Tus hidu, fi Sabilillah, khrorazuhum shatan Li aba'ihim ) 

Yang ketiga penghuni al-a'raf itu 
( kaumun 'alaiyhim buyuun ) orang ini sangat Sholeh, 
dia ahli ibadah, namun dia mati tidak sempat membayar hutang, bukan karena tidak Mahu membayar, namun emang benar-benar tidak punya duit untuk bayar hutang, 

nah utang inilah penghalangnya untuk masuk ke dalam syurga, padahal amalnya banyak, ibadahnya banyak, tapi pas saat dia wafat ada betinggalan hutang di dalam dunia, 

Yang ke 4 penghuni al-a'raf itu adalah 
( kaumun lahum 'akmalun tuharrimu 'akzezadahum 'aninnar, wa'alayhim awzarun, taHhzuzuhum 'ala dukhrulil Jannah )

Orang-orang yang di dalam dunia mengamalkan amalan.. yang di jamin oleh Allah tidak bakal masuk neraka, tapi dia juga memperbuat satu dosa yang ancamannya tidak bakal masuk surga, nah di a'raf juga dia ini nantinya

Nah ini dia di dalam dunia mengamalkan amalan, ujar Allah siapa yang mengerjakan itu ibadah maka di haramkan oleh Allah ia masuk neraka, namun adajuga dia ini memperbuatan amalan dosa yang ujar Allah siapa yang mengerjakan itu tidak boleh masuk syurga, nah inipun dibuatnya juga 

contohnya banyak hadits-hadits Rasulullah, orang yang sembahyang Dzuhur 4 rakaat qobliyah, sesudah Dzuhur 4 rakaat ba'diyah, maka Allah haramkan jasadnya di makan neraka, di buatnya itu, 

ada lagi hadist yang lain mengatakan siapa sembahyang di masjid Nabawi 40 waktu dia akan terbebas daripada neraka, siapa yang sembahyang berjamaah selama 40 hari berturut-turut tidak pernah Masbuk tidak pernah alpha, maka dia akan di jamin selamat daripada neraka, 

dan siapa yang bershalawat tiap-tiap hari 100 kali atau lebih lepas daripada neraka, nah dia punya amalan seperti itu, sehingga tubuhnya ini sudah di jalan oleh Allah tidak bakal masuk neraka.

cuman adajuga dia ini membuat dosa-dosa yang menghalanginya ke syurga, contohnya apa seperti bhakil, pelit, ( Rasulullah mengatakan laa yadkhrulul jannhah, bhakhril, ) tidak masuk syurga orang yang macam itu,
nah di a'raf tempatnya, 

pengertian Bakhil dalam agama itu adalah orang yang rela mengorbankan harga dirinya , mengorbankan agamanya demi mempertahankan hartanya, orang yang rela mempertaruhkan hartanya walaupun dirinya teraniaya, nah itu Bakhil, padahal orang mengumpulkan harta untuk menyelamatkan dirinya, tapi dia tidak, diri di korbankannya untuk menyelamatkan hartanya, 

Contonya macam di suatu kampung orang-orang kebanyakan ekonomi sama, namun dia ini orang yang lebih baik ekonomi, nah setiap bulan ada sumbangan tiap orang-orang di kampung memberi 10 ribu, tapi dia malah 5 ribu, padahal ekonomi lebih baik daripada kebanyakan orang, 

nah ini Bakhil, rela menahan hartanya walaupun diri di caci orang, nah orang-orang seperti ini tidak akan masuk syurga, paling-paling pol pun di tengah-tengah

Dan Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda lagi ( laa yadkhrulul Jannah khotiurrahim ) 
Tidak masuk surga orang putus silaturrahim, orangnya ahli ibadah, tapi sama orangtua, durhaka, saudaranya, sepupunya, berkelahi, tidak saling sapa, khoti ur rahim, tidak bakal masuk surga 

( laa yadkhrulul jannhah khrottaatun ) tidak masyurga orang yang suka mengadu domba, walaupun dia ahli ibadah namun tidak bisa masuk syurga, maka di tempatkan Allah dia di a'raf, 

Jadi orang-orang yang akan menghuni ashabul a'raf itu adalah 
1. Orang yang sama amal baik jahatnya
2. Orang-orang yang mati Sabilillah tapi tidak dapat izin orangtuanya
3. Orang-orang yang banyak amal ibadahnya tapi bertinggal hutang dalam dunia
4. Orang-orang yang mengamalkan amalan yang di jamin tidak masuk neraka, tapi dia juga melakukan perbuatan yang tidak bakal masuk syurga, nah ini ashabul a'raf

Adalagi satu pendapat ulama yang mengatakan bahwa ashabul a'raf itu adalah ( wala nuzzinah ) anak Jinah, 
Anak Jinah yang Sholeh, andaikata ada anak jinah yang Sholeh maka ia di a'raf Karna apa? Karena badannya itu tumbuh daripada yang haram, makanya anak jinah itu

Kata Rasulullah ( wala nuzzinah syaarru tshalasah ) anak jinah itu paling jahat di antara 3 orang, pertama abahnya, mamaknya, anaknya, kenapa anaknya di katakan paling jahat, Karna abahnya bisa bertaubat, mamaknya bisa bertaubat, 

anaknya ini daripada perbuatan yang haram seperti apa hendak bertaubat, macam apa hendak bertaubat, Karna maninya daripada yang haram, macam mana sesuatu yang haram hendak di bawa beribadah kepada Allah, kalaupun beribadah maka akan di tempatkan di a'raf tadi, 

Sahabat-sahabat Rasulullah yang begitu agung yang ikut perang badar,  ikut perang Uhud,  ikut perang khrondak, dan di terbunuh fi Sabilillah mereka itu semuanya itu mencita-citakan mudah-mudahan aku nanti adanya di a'raf, karena itu sudah untung, tidak menghayal syurga, sangking tawadhunya mereka, daripada ke neraka dlu baru ke syurga, 

Maka demikianlah kisahnya al-a'raf ini, sehingga surah yang ke 7 dinamakan demikian, sebagainya surah-surah lainnya, surah al-a'raf ini banyak memberikan petunjuk kepada kita, banyak memberikan peringatan, perintah kepada manusia, di antaranya firman Allah subhanahu wa ta'ala

artinya ambillah, kemaafan, maksudnya jadilah kamu orang yang pemaaf, pemaaf daripada orang menganiaya engkau, orang yang menyakiti engkau, menghina engkau, menghibah engkau, semuaan di maafi, ( khrudil 'afwa )

dan Allah subhanahu wa ta'ala menyuruh kita pemaaf itu akan mendapatkan hadiah masuk syurga tanpa hisab, kalau kita pemaaf, orang buat salah di maafkan, orang minta maaf di maafi, kalau kita pemaaf 

( yadkhrulunal Jannah bi ghoyril hisab ) maksudnya orang nya ini taat kepada Allah dan pemaaf kepada manusia, bukan cuman pemaaf-pemaaf aja tapi tidak sholat, itu lain halnya

( wa'mur bil 'urfi ) perintahkan orang dengan berbuat baik, nah jadi susunannya jadilah kamu orang yang pemaaf dan suruh orang berbuat baik, Karna kalau kita ini tidak pemaaf langsung menyuruh orang berbuat baik akibat buruknya lebih berat, 

Contohnya kita ini orangnya keras kepala, pendendam, suka marah-marah tapi kita menyuruh orang berbuat baik, yang ada orang akan menentang, engkau aja dendam hendak menyuruh orang berbuat baik pula,

coba kita ni orangnya tidak pemaaf, suka marah, kita suruh orang buat baik, terus ia tidak Mahu, nah kita bisa marah nantinya, akhirnya jadi dendam, maka kata Allah jadilah engkau orang yang pemaaf dan suruh lah manusia pada kebaikan 

Nah kalau kita surah bisa mengamalkan pemaaf dan kemudian menyuruh orang berbuat baik, maka tidak terlalu berat resikonya, contohnya kita suruh orang buat baik, kalau orang tu terima syukur Alhamdulillah, 

namun orang tu tak mau ya tidak jadi masalah, yang penting kita surah mengajak kepada kebaikan hendak di lakukannya atau kita hati kita ya tenang aja Karna sudah adanya pemaaf itu 


Dan berpalinglah kamu daripada orang jahil, artinya maksud  berpaling itu bukan mereka di biarkan saja, bukan mereka tidak di perhatikan, maksud ini ayat ( wa'rid 'anilzahilin ) jangan samai kelakuan kita seperti orang zahil, nah siapa orang yang zahil itu? 

Imam fakrul Razi mengatakan dalam tafsirnya ( mufasirun ) berkata setiap orang yang berbuat maksiat, mereka itu berhak di sebut zahil, 

contoh kalau orang yang suka menghina, itu orang zahil, kalau ada orang yang suka menganiaya, itu orang zahil, kalau ada orang suka menggibah, dan lainnya itu orang zahil, walaupun orang itu propesor, doktor, anak daripada keturunan orang-orang alim atau lain sebaiknya 

Itu sudah kesempatan seluruh para ulama ahli tafsir
( kulluman 'a sawwaah fahuwa zahil ) tiap-tiap orang yang melakukan perbuatan dosa kepada Allah 
Nah itu namanya zahil

Contoh ada orang yang menggibah kita, apakah kita gibah juga dianya, jadi sama lah kita macam dia, ada prosesor, atau orang yang terpandang melakukan dosa, terus kita ikut ikut, berarti kita sama macam dia, 

Nah itu lah yang di sebut sebagai 

Berpalinglah daripada orang-orang dzolim, jangan ikut-ikutan melakukan perbuatan dosa, orang-orang yang mengejek kita misalnya jangan di ejek balik, 

Akan tetapi jangan kita biarkan dan jangan kita tidak perhatikan mereka itu, tetap kita memintakan doa kepada Allah untuk mendoakan mereka, tapi cara mendoakannya jangan di nampakkan kepada orangnya, 

Contoh ya Allah ampunilah orang-orang yang menganiaya aku, ampunkan orang-orang yang menggibah, mendzolimi ku, nah inilah Husnul khruluq Budi pekerti yang baik yang sangat memberat kepada amal timbangan kita nanti di hari kiamat 

Jadi orang-orang yang berada di a'raf tadi, ashabul a'raf itu ntah berapa lama tinggal disana akhirnya dengan izin Allah dan berkat syafaat daripada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, akhirnya mereka itu di masukkan ke dalam surga terkhusus karena berkat syafaat Rasulullah akhirnya mereka masuk ke syurga demikian daripada addurul Manshur tafsir Al imam assyu Yuti ) 

Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta'ala mengampuni segala macam dosa-dosa kita dan menerima segala macam bentuk amal ibadah yang kita kerjakan semata-mata hanya karena Allah subhanahu wa ta'ala dan kita semuaan ini nantinya bisa mendapatkan Rida daripada Allah serta menjadi orang-orang yang beruntung menerima syafa'at Rasulullah aamiin ya Allah aamiin ya rabbal alamin 

13. 30


Tidak ada komentar:

More Article about this Blog