surat Al-anfal ini di turunkan kepada Rasulullah sesudah beliau hijrah ( surah madaniyyatun ) ( wa ayatuha ) dan ayatnya, ( khromsun wa sab'un ) 75 ayat,
Al-anfal, artinya adalah harta yang di dapat melalui perang, atau sering kali di sebut sebagai harta rampasan perang, nah ini di sebut namanya dengan Al-anfal
Surar Al Anfal ini berbicara mengenai bagaimana pembagiannya harta yang di dapat daripada peperangan melawan orang-orang kafir itu, ayat pertama surat Al Anfal itu
mereka para sahabat itu bertanya pada engkau wahai Muhammad tentang harta, ghonimah, harta rampasan perang, maka jawablah harta rampasan perang itu milik Allah dan rasul-nya,
itu harta yang di dapat daripada peperangan milik Allah dan rasulnya, dan hanya Allah dan Rasul yang berhak membagi, takutlah kamu kepada Allah dan damaikan pertengkaran di antara kalian, taatlah kalian kepada Allah dan rasulnya, jika kalian beriman
Ini ayat menurut beberapa ulama tafsir di turunkan sewaktu kejadian perang badar, nah pada malam hari ini kita sedikit mengingat kembali satu peristiwa yang besar yaitu peperangan badar, Karna ayat ini berkaitan dengan perang badar,
badar itu satu tempat antara Mekkah Madinah, nah di badar itu pernah terjadi peperangan, menurut ulama tafsir, peperangan itu terjadinya pada hari Juma'at, 17 ramadhan, 19 bulan sesudah Baginda Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah, artinya perang badar ini terjadi sesudah Rasulullah berdiam di Madinah selama kurang 19 bulan
Dalam sejarahnya di sebutkan bahwa bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pada peperangan itu sebanyak 313 pasukan, perajurit bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, dari 313 pasukan itu 240 terdiri daripada orang Madinah, Orang-orang Ansor, dan sisanya dari kaum Muhajirin orang-orang Mekah yang hijrah bersama Rasulullah,
itu lah pasukan kita pada waktu itu, beserta mereka itu ada 2 ekor kuda, 70 unta, jadi bergantian menunggang unta, sisanya berjalan,
( Wal kuffar ) sedangkan orang kafir Quraisy,
( naahwan min Alfin ) kurang lebih 1000, mereka membawa 100 pasukan berkuda, 700 unta, 600 baju rantai, baju rantai itu baju perang, baju besi, umpamanya harga unta seekor 5 juta, nah kali 700 berapa duitnya,
nah ini harta-harta orang kafir Quraisy yang ikut perang disana,
nah sampai di badar itu bertemulah dua kelompok ini, kelompok Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dengan 313 orang dan kelompok abu Jahal dan kawan-kawan kurang lebih 1000 orang,
Kebiasaan perang-perang orang arab itu sebelum perang ni berkecamuk terlebih dahulu maju 3 orang jagoan masing-masing, satu-persatu dahulu berkelahi kalau sudah selesai nanti baru mulai perang, itu sudah kebiasaan perang pada waktu itu, nah lalu dari orang kafir ini maju 3 orang, ahli silat, :
1. Utbah min rabi'ah
2. Yang ke dua yang sanadnya saybah bin rabi'ah
3. Anaknya oleh utbah, Walid bin utbah
Nah ini 3 jagoan orang musrik yang ahli main pedang, yang 3 orang ini menentang 3 orang muslim, mana yang mana, siapa, maju 3 orang muslim yang berasal dari anshor
1. Abdullah bin rowahah
2. Sa'ad bin Mu'az
3. Dan satu lagi nya orang anshor
Nah setelah berhadapan 3 ini, ujar utbah, kalian ini mukan orang Mekah, kalian ini orang Madinah, kami tidak punya musuh dengan orang Madinah, yang melawan kami musti orang yang sejajar dengan kami, yang setingkat dengan Kami, mesti orang Mekah, orang Muhajirin, mundur 3 orang muslimin ini, akhirnya maju 3 orang yang dari Mekah,
1. Maju ubaidah Ibnul Haris sepupunya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, Ubaidah nanti akan menghadapi utbah
2. Kemudian Rasulullah menunjuk saidina Hamzah bin Abdul Mutalib paman Rasulullah, ini akan menghadapi saybah bin Rabiah,
3. Yang terakhir beliau menunjuk saidina Ali bin Abi Thalib ini menghadapi Walid bin utbah
Nah ini lah 3 jagoan kaum muslimin, setelah 3 orang ini mulai berperang satu lawan satu, saydina Hamzah berhasil melumpuhkan lawannya tanpa luka sedikitpun, saydina ali berhasil melumpuhkan Walid bin utbah, tanpa sedikitpun saydina ali mendapat luka,
sedangkan Ubaidah bin Hariz ia berhasil membunuh musuhnya namun dia mendapat luka yang banyak di tubuhnya, yang akhirnya Ubaidah bin Haris sepupu Rasulullah ini wafat sebagai syuhada badar, jadi dalam perang tanding satu lawan satu ini sudah di menangi oleh kaum muslimin, yang di pimpin oleh Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Setelah tanding itu tadi selesai barulah mulai perang yang berkecamuk, yang memanah memanah, yang menombak menembak tombak, yang berpedang melawan pedang semuanya perang, 313 lawan 1000,
nah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pada waktu itu beliau berdiam di kemah kecil yang di dampingi oleh sayyidina abu bakar Ash-Shiddiq dan Sa'ad bin Mu'az, Rasulullah sujud dan beliau mengata ya hayyu ya qowwum sampai habis sujud nya,
sesudah sembahyang nabi kita berdoa kepada Allah wahai Tuhanku, ujar Rasulullah, andaikata pada hari ini kami kalah, engkau tidak akan di sembah lagi di bumi selama-lamanya,
( Inna kalan tukbad fil Ardi 'abada ) ini perang habis-habisan bila ini kalah maka Islam akan mati,
( ya Robbi in tahlik hazihil 'ishobah palan tukbada fil Ardi 'abada) ya Allah jika hari ini kami kalah engkau tidak akan di sembah lagi di bumi ini selama-lamanya itu doanya Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,
akhirnya Jibril menyuruh Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengambil segenggam tanah, ambil wahai Muhammad itu segenggam tanah dan lemparkan ke pada mereka, ke wajah mereka, nabi pun ambil segenggam tanah, melemparkan kearah orang kafir itu sehingga seluruh orang musrik tidak ada yang tersisa semuanya kena, tanah itu masuk ke matanya, ke telinganya, ke mulutnya, ke hidung orang kafir,
( fawallaw mud birin ) mereka lari kucar-kacir,
Maka perang badar inipun di menangkan oleh nabi kita bersama dengan para sahabat radiallahu'anhu, sejarah mencatat perang badar itu 70 musrik yang tewas, terbunuh, termasuk abu Jahal yang 70 itu,
yang menjadi tawanan 70 juga, di antara yang di tawan itu termasuk ada Abbas bin Abdul Mutalib paman Rasulullah yang waktu itu belum Islam, dan yang terkurung juga di dalam tawanan itu Abul ash ibnurrabik ) menantu Rasulullah yang waktu itu belum Islam, suaminya Zainab binti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, Dan di orang muslim yang gugur sebagai syuhada sebanyak 14 orang, termasuk yang pertama tadi Ubaidah Ibnul Harist,
itu lah perang badar, selesai perang tertinggal banyak harta, kuda banyak, unta, belum lagi harta benda yang lainnya, pedang, tombak, baju besi-baju perang, nah ini namanya 'Anfal, lalu sahabat yang hadir pada waktu perang badar itu asik-asiknya berebut karena yang punya harta itu tidak ada lagi orangnya, jadi masing-masing ini aku punya, ini aku yang mengalahkannya, akhirat untuk menyelesaikan masalah itu di suruh berjumpa, menanyakan kepada Rasulullah
Mereka bertanya kepada engkau wahai Muhammad tentang itu harta rampasan perang, ( kul ) jawab ( Al Anfal lillahi warrasulih ) harta rampasan perang itu milik Allah dan rasulnya, jadi di balikkan lah semuanya, yang mengambil pedang, baju, unta, kuda, di berikan kepada Rasulullah, karena demikian itu adalah milih Allah dan rasulnya
Dan berdamailah di antara kalian, jangan berebut harta, jangan berkelahi soal demikian itu,
Dan taatlah kepada Allah, ( warrasulih) dan kepada rasulnya ( ingkuntum mukminin ) jikalau kalian itu beriman,
nah akhirnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun membagikan itu harta rampasan perang, setelah semuanya di kumpulkan kemudian di bagi 5 rata,
4/5 di bagi untuk orang-orang yang ikut perang, sisanya se/5 lagi di bagi 5, sebagian untuk Rasulullah, sebahagian untuk keluarga beliau, sebahagian untuk para yatim, sebahagian untuk para fakir miskin, dan sebahagiannya lagi untuk orang yang putus perjalanan, macam inbu Sabil yang ada di ceritakan di dalam Alquran
Orang-orang yang ikut dalam perang badar itu adalah orang-orang yang di muliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda dalam satu hadist yang shahih
( innallaha 'ittala'a ala ahlil Badrin, fakola i'kmaluma syiktum, faqod grhofartu lakum,
Kata Allah melalui Baginda Rasulullah, Allah mengetahui orang-orang yang ikut perang badar itu, Allah berpesan perbuatlah sesukamu, Allah telah mengampuni dosa-dosamu,
hendak melakukan apa aja silahkan, akan di ampuni oleh Allah dosanya, mangkanya orang yang ikut dalam perang badar itu merupakan satu kebanggaan yang tersendiri baginya, karena telah mendapatkan pujian oleh Allah
Sampai-sampai di katakan oleh Allah perbuatan lah apa yang engkau mahu, dosa pasti akan di ampuni oleh Allah, itu sebab orang-orang yang ikut perang badar ini dapat gelar, biasanya di tambahkan di belakang namanya Al- badri, yang menandakan dia ini orang yang ikut perang badar,
Baginda Rasulullah bersabda
( Laaay yadkrhulannar aHaadun Syahida badra ) selamanya tidak akan masuk neraka orang yang ikut perang badar itu, rowahu Ahmad wa shohahah, hadistnya shahih, selamanya tidak akan masuk neraka orang yang ikut perang badar.
Kemuliaan-kemuliaan yang di berikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada orang yang ikut perang badar itu bisa juga di dapat oleh orang yang tidak ikut perang badar, seperti kita misalnya saat ini, kita bisa dapat Fadilah, kita bisa dapat barakah, kita bisa dapat syafaat daripada ahli badar :
1. Syaratnya kita cinta kepada ashabul badar, kita cinta kepada orang yang ikut perang badar, para sahabat, semua orang-orang yang ikut perang badar, nah kita mencintai mereka itu bisa menempatkan kita nanti di akhirat bersama-sama dengan mereka,
kita suka dengan cerita kisah perang badar, itu memberikan nilai pahala kepada kita yang nantinya bisa membawa kita kepada kedudukan mereka
17 ramadan, kita peringati peristiwa badar, kita baca sejarah perang badar, karena kita cinta kepada mereka, cinta kita kepada mereka itu lah insyaallah mudah-mudahan yang akan bisa membawa ke pada derajat mereka.
Seorang Arab Badawi pernah datang kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, ia berkata, wahai Baginda Rasulullah
( Al marhu yu hibbul qauma wa lamma yalHaak bihi, ) wahai Rasulullah seperti apa andaikata ada orang tu cinta kepada suatu kaum, tapi ia tidak bisa beramal menuruti kaum itu, kita semisalnya cinta kepada orang yang ikut perang badar, tapi kita tidak bisa beramal seperti mereka itu, karena sudah lain masanya,
( Al marhu man 'aman Ahabba yaumal kiyamah ) seseorang itu nantinya beserta orang yang dia cintai pada hari kiamat, ( rowahu thirmidzi )
Berkata para ulama pensyarah hadist,
( Manna wa syai'an min 'amalil birr 'ushyiiba
'alayhi wa 'illam yatttafiq lahu 'amaluhu ) siapa yang punya niat untuk berbuat kebaikan, punya niat untuk fisabilillah, walaupun ia tidak sempat mengerjakan itu, tetep dia di beri pahala oleh Allah subhanahu wa ta'ala ,
asalkan kita punya niat benar-benar seperti itu, Karna Allah tsju kejujuran kita itu, maka kita akan di beri pahala oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Jadi di dalam agama Islam itu tidak ada yang tidak bisa di lakukan, semuanya bisa bernilai pahala, orang yang ikut perang badar itu di muliakan oleh Allah, insyaallah kita dapat itu dengan syaratnya kita cinta kepada mereka, dengan modal cinta kepada orang-orang yang ikut perang badar itu kita akan di tempatkan nanti di akhirat bersama dengan mereka itu
Jadi orang yang ikut perang badar itu di jamin oleh Allah di hapus dosanya, dan orang-orang yang di jamin tidak akan masuk neraka, sehingga sayyidina Umar pernah bercerita ada seorang sahabat Rasulullah yang bernama quddamah bin mazh'un, dia ikut perang badar,
suatu saat dia ini minum arak, sayyidina Umar selaku jadi Khalifah pada waktu itu memberikan hukuman, Karna orang yang minum arak musti di hukum, lalu di hukum oleh Khalifah, malamnya, sayyidina Umar bermimpi di mimpi itu menceritakan agar meminta maaf kepada itu quddamah,
karena dia adalah ashabul badar, orang yang ikut perang badar, dosanya di ampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala, nah itu keagungan, kemuliaan orang yang ikut perang badar,
_________
Jadi surat Al Anfal ini umumnya bercerita tentang perang badar itu, yang di menangkan oleh kita kaum muslimin, dan Allah menjaga kita kaum muslimin agar jangan ujub, karena pada saat itu kita 313, peralatan perang kurang, semuanya kurang, melawan yang 1000 dengan peralatan perang yang banyak, nah kita memang itu bisa ujub, bisa sombong, bisa bangga, maka Allah membentengi hati mereka daripada sifat buruk itu,
Allah berfirman ( surah Al-anfal ayat 17 )
wahai orang-orang yang beriman, yang berperang itu bukan kalian, sebenernya yang berperang itu Allah, artinya di tolong Allah, mangkanya menang,
wahai Baginda Rasulullah ( Muhammad) bukan engkau yang melempar tanah sehingga berlarian musuh-musuh itu, ( walakin nallaha Rama ) akan tetapi itu adalah pertolongan daripada Allah
Jadi ayat ini membuatkan orang-orang yang ikut perang badar itu sadar, dan supaya tidak ujub, sombong, riya', sadar bahwa mereka bisa menang dengan demikian itu karena adanya pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala
Dan pesan Allah subhanahu wa ta'ala di dalam surah ini ayat 28
ketahuilah oleh mu kata Allah, ( أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ ) hanya Sanya harta kamu, anak-anak kamu itu cobaan bagi kita
artinya makin banyak kita berisi harta makin banyak soal, ujiannya, makin sedikit harta yang di berikan Allah berarti sedikit soal yang bakal kita jawab,
anak juga demikian, makin banyak anak makin banyak tanggungjawab kita di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala, nah ini ayat bahwasanya harta km adalah fitnah, ujian,
ujian ini artinya apa kalau kita bisa mengelola harta ini dengan baik sesuai dengan rida Allah maka harta akan membawa kita ke syurga, harta membawa kita kepada keuntungan yang abadi, kalau kita bisa mengelola harta ini, artinya lulus ujian,
Tapi kalau harta ini kita tidak bisa mengelolanya, kita gagal menjawab soalnya ini harta, maka ini nanti yang akan menyeret kita ke dalam neraka, nah itu maksudnya fitnah, sekecil apapun itu , sebesar apapun itu yang di berikan Allah kepada kita, semuanya itu akan di tanya dan akan di mintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah
Nah demikian juga ( وَأَوْلَٰدُكُمْ ) anak kamu, anak itu fitnah, kita di perintahkan oleh Allah agar mendidik anak, menjaga anak, karena anak ini kalau kita tidak jaga, kalau kita tidak didik, akan menjerumuskan kita ke dalam neraka,
ujar sebahagian pendapat para ulama, untuk orang yang tidak punya anak, untuk orang yang tidak banyak harta karena demikian itu,
Nah kewajiban kita terhadap anak ini, mulai daripada mendidiknya, menyekolahkannya, mengawasi pergaulannya, mengawasi kawan-kawannya siapa, itu kewajiban daripada orang tua,
Bilamana kita tidak urusi anak itu, sehingga anak kita itu berbuat hal-hal yang di larang oleh Allah, maka anak nantinya akan menyeret kita kepada nereka, jadi dengan ini kita wajib mendidik anak itu pendidikan agama, wajib memberikannya pendidikan agama, supaya nanti di akhirat kita tidak di tuntut lagi oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Anak kita berikan pendidikan agama, sekolahkan ke pesantren kah, ke madrasah, atau mendatangkan guru agama ke rumah, didik pengetahuan agamanya supaya seimbang dengan pengetahuan umumnya, Karna demikian itu adalah suatu kewajiban bagi kita sebagai orangtua
Tapi harus lebih berhati-hati untuk memberikan pendidikan pada anak kita, jangan sembarangan mendidik, menyekolahkannya, contohnya kita orang yang bermazhab Syafi'i maka sekolahkan anak kita ke Mazhab Syafi'i juga, supaya apa? Supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari karena demikian itu adalah perbedaan pendapat, jadi agar tidak menimbulkan permasalahan, keributan, dan lainnya
Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kita kekuatan, hidayah dan petunjuk semoga kita bisa mengelola harta, mendidik anak, untuk mencapai keridaan Allah subhanahu wa ta'ala
Tidak ada komentar:
Posting Komentar