( assyuratul 'a syirah min suwaril Qur'an ) Suratu yunus, surat yang ke 10 daripada surah-surah yang ada di dalam Al-Qur'an adalah surah Yunus, ini sudah makkiyyatun, di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum beliau hijrah daripada Mekkah ke Madinah,
( ayatuha this'un wa mi'aah ) surat Yunus ini ayatnya berjumlah 109 ayat, dinamai surat yang ke 10 ini dengan surat Yunus karena di dalam surat yang ke 10 ini ada menceritakan, mengisahkan tentang nabi Yunus alayhissalam dan kaumnya
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquran : pada surah Yunus ayat 98
Arti daripada ayat tersebut adalah tidak berguna iman, sesuatu penduduk kampung yang mana mereka itu beriman setelah menyaksikan atau merasakan azab Allah, satu penduduk yang ingkar kepada Allah, kemudian begitu turun ke penduduk itu azab Allah, baru mereka beriman, iman seperti itu tidak ada gunanya lagi
kecuali kaum nabi Yunus, mereka itu beriman setelah menyaksikan azab akan menimpa mereka, Allah selamatkan mereka daripada azab kehinaan pada kehidupan dunia ini dan Allah berikan kepada mereka kaum nabi Yunus kesenangan sampai akhir azalnya,
nah ini keistimewaan yang Allah berikan kepada kaum nabi Yunus
Karna biasanya suatu kaum atau negeri yang ingkar kepada Allah, yang tidak mahu menuruti ajakan Rasulullah, maka kampung itu akan di turunkan azab, kalau azab sudah, kemudian mereka hendak beriman, maka imannya tidak berguna lagi
Kecuali, kaum nabi Yunus ini, mereka ingkar kepada nabi Yunus, lalu Allah menurunkan azab, mereka beriman, maka Allah terima imannya, Allah selamatnya mereka
al-Imam at thabari dalam tafsirnya beliau berkata, ini khusus untuk ummat nabi Yunus saja, tidak ada ummat lain yang di berikan keistimewaan seperti itu
Sebagaimana kita mengetahui bahwa sejarah Fir'aun dan kawan-kawannya mengepung nabi Musa alayhissalam, begitu Fir'aun dan kawan-kawannya sampai di tengah laut, laut kembali bersatu, Fir'aun dan jemaahnya tenggelam, Fir'aun hendak beriman kepada Allah pada saat itu, tapi ia sudah kena azab Allah, maka Allah tidak menerima lagi imannya Fir'aun itu
Jadi setiap kampung, penduduk yang menentang Allah, kemudian Allah turunkan azab, lalu mereka hendak bertaubat hendak beriman, maka iman itu sia-sia, kecuali yang pernah terjadi kepada ummat nabi Yunus tadi
Sejarah singkat, kita ingat kembali kisah nabi Yunus alayhissalam bahwa nabi Zakariya di perintahkan oleh Allah untuk memilih 500 orang daripada bani Israil, pilih yang terbaik di antara mereka, nabi Zakariya memilih yang paling takwa, yang paling taat, yang paling ahlih ibadah maka terkumpullah 500 orang.
Allah perintah kepada nabi Zakariya dari yang 500 itu pilih lagi 100 orang, di seleksi lagi terkumpul 100, Allah menyuruh nabi Zakariya lagi dari 100 itu ambil 50, di seleksi lagi oleh nabi Zakariya tinggal 50, Allah menyuruh lagi dari yang 50 itu seleksi lagi jadi 20. Dan nabi Zakariya pun memilih 20 orang yang terbaik di antara itu bani Israil, kemudian Allah menyuruh Allah 1 yang terbaik di antara yang 20 itu siapa orangnya
Maka terpilih seorang pemuda yang bernama Yunus bin Mattah, ( fa 'ashallahu Yunusa ilaa ahli ninawa, min ardhil mawsil, wa umruhu hina'idzin shalashuna Sanah,
fadaa 'ahum minallah azza wa zalla shalasan wa shalasina Sanah,
falayukminu bihi Illa razulani ru fil watanuhaaa.
Falamma ra'ata mardu dahum 'a la kufrihim wa'i nadihim, Wa 'adahum bil'uludil azab bakdasshalass,
wa khrorazu Yunusu min bayni azhurihim, walamma ra aw azabAllah fauqo ruhusihim, waata Haqqo, kuuuNuzula 'alayhim
'amanu watadarra'u ilallah, wabakawwaatabu, wakasyafallahu 'anhum,
wa'amma Yunus fharakibat shafinatanfalazzat, wattorabat, fatasyawaaru fima baynahum 'ala ayyaktarihu
faman wakoat fihil Qur'ah, qulqiyah ihil Bahar Falammaktaro'uu, waqa'atil Qur'ahtu 'ala yunus
Fa'ulqiyah ihil Bahar, falshakamayunus
famakashahfihi shalasan, wakola fihi la ila ha Illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin, fanazahullahu mindzalik
Singkatnya riwayat nabi Yunus, Allah mengutus nabi Yunus ini ke suatu tempat yang bernama ninawa, ninawa ini nama tempat yang berada di mausil, mausil ini berada sekarang di wilayah negara Irak, sekitar 600km dari kita Baghdad, nah Allah mengutus kesana
Karena disana ada ummat yang menyembah berhala, yang kafir kepada Allah, di tempat yang bernama ninawa tadi, Allah utus nabi Yunus kesana pada waktu itu nabi Yunus baru berumur 30 tahun
Kemudian nabi Yunus berdakwah disitu selama 33tahun siang malam berdakwah, yang beriman hanya 2 orang, yang pertama namanya rubil, yang kedua namanya tanuhki, nah ini dua orang yang beriman kepada Allah, kepada nabi Yunus dan menjadi ulama ahli hikmah pada waktu itu, setelah nabi Yunus melihat setelah mereka ini tidak mahu beriman
Tetap kafir, menyembah berhala, ingkar kepada Allah, maka nabi yunuspun memberikan nasihat kepada mereka bahwa azab Allah akan datang, tinggal 3 hari lagi bilamana kalian tidak beriman kepada Allah
Dan nabi yunuspun keluar meninggalkan tempat itu, karena selama ada nabi di tempat itu maka azab tidak akan mahu turun, nah nabi yunus pun keluar daripada itu tempat, sesudah 3 hari maka penduduk ninawa itu melihat ada awan hitam yang gelap datang ke daerah mereka, sudah berada di atas kepala mereka
Bila awan yang gelap itu turun, asap yang gelap itu turun, mereka akan mati semuanya, nah di saat azab sudah turun di atas kepala maka mereka pun takut dan akhirnya beriman kepada Allah, bertaubat kepada Allah, maka Allahpun terima taubatnya dan Allahpun selamatkan mereka itu daripada azab yang sudah sempat mereka saksikan itu
Nah nabi Yunus keluar, beliau menumpang di suatu kapal, menuju ke suatu tempat tujuan, nah naik lah beliau, setelah kapal berjalan di tengah laut maka kapanpun berguncang, karena ombak yang kuat, nah kebiasaan orang kampung itu apabila kapal tadi macam ini, musti di undi, ada orang yang di buang ke laut, bikin undian di kapan itu barangsiapa namanya ada di dalam undian itu maka akan di buang ke laut, ternyata di dalam undian tersebut tertulisnya nama nabi Yunus bin Mattah ini
Akhirnya nabi Yunus di buang ke laut,
( fal tako mahul hud) di telan oleh ikan yang besar, begitu nabi Yunus masuk di perut ikan, Allah memberikan petunjuk kepada itu ikan, wahai ikan itu nabi Yunus bukan rezeki engkau, jadi harap jangan di lukai atau jangan di apa-apai Karna itu bukan rezeki engkau
Nabi Yunus bertahan selama 3 hari dalam perut ikan itu dan beliau mengata
( laa ila ha Illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin )
Akhirnya Allah selamatkan nabi Yunus daripada perut ikan tadi, demikian ringkasnya kisah nabi Yunus dan penduduk ninawa tadi
Dari ayat dan kisah tersebut ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil, kesimpulan:
1. Di sebutkan tadi bahwasannya Allah tidak akan menerima iman seseorang, tidak akan menerima taubat seseorang kalau sudah dia di perlihatkan azab Allah, nah sama halnya yang demikian itu yang sudah di sampaikan oleh Baginda Rasulullah bahwa iman dan taubat manusia tidak akan di terima lagi apabila nantinya matahari sudah terbit di sebelah barat,
2. Taubat dan iman itu tidak di terima lagi oleh Allah apabila ruh kita sudah sampai di khulkum, atau tenggorokan, pada saat itu dia hendak bertaubat kepada Allah, maka sia-sialah perbuatannya itu
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda
( Innallaha yakbalu taubatal 'abdi malam yugrhor ghir )
Allah masih menerima taubat hamba-nya selama roh itu belum sampai di tenggorokan ini, nah jadi benar-benar lah, sekarang ini kita musti bertaubat kepada Allah
Firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquranul Karim pada surah an-nisa ayat 18
Tidak ada taubat bagi orang yang beramal kejahatan hingga manakala akan kepadanya oleh kematian, lalu dia hendak berkata aku sekarang mahu tau, maka tidak ada taubat lagi kata Allah subhanahu wa ta'ala
Salah seorang sahabat dahulu pernah bertanya kepada Baginda Rasulullah, ya rasulallah ( ma Haaddud ta'ibin )
Apa batasnya orang taubat itu, sampai kapan batasnya orang yang hendak bertaubat itu di terima oleh Allah
Maka Baginda Rasulullah pun menyampaikan
( Man Toba qobla mautihi Bi shanatin
qobilallahu taubata ) barang siapa bertaubat selama setahun sebelum matinya maka Allah terima taubatnya
Lalu Baginda Rasulullah berkata :
( 'ala wa'inna Zalik, la Kashir ) kalau seandainya itu selama setahun kebanyakan, orang-orang pun masih lalai juga ( wa'intaba qobla mautihi Bi jum'atin qobilallah taubata) Barangsiapa yang hendak bertaubat kepada Allah seminggu sebelum ia mati, maka akan di terima oleh Allah taubatnya, ( 'ala wa'inna Zalik, la Kashir)
nah inipun kebanyakan orang tidak mahu juga bertaubat kepada Allah Kemudian Baginda Rasulullah mengatakan lagi
( Famantoba qobla mautihi Bi yaumin qobilallah taubata)
Barangsiapa yang hendak bertaubat kepada Allah sehari sebelum dia mati, maka masih di terima taubatnua oleh Allah, nah kalau demikian itupun tak mahu juga bertaubat, masih menganggap enteng prihal taubat
Maka Baginda Rasulullah pun menyampaikan lagi
( Famantoba qobla mautihi, qobla an tugrhor grhiro nar'ghasuhu ) barangsiapa yang hendak bertaubat sebelum ruhnya itu di tenggorokan maka akan di terima Allah taubatnya, jadi benar-benar kita dalam bertaubat
Apa kata Baginda Rasulullah: bertaubat lah kalian kepada Allah, dan mintalah ampunan kepada Allah, sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali ujar nabi
Nah, apa rahasia nabi Yunus selamat yang berada di dalam perut ikan itu selama 3 hari, ada yang mengatakan 7 hari, dan beliau ini hanya satu yang di bacanya
( La Ilaha Illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin)
Nabi Yunus tidak akan minta kepada Allah supaya di keluarkan dari perut ikan, tidak, minta di selamatkan daripada bala, tidak ada
Cuman pada saat itu yang beliau baca hanya dzikir
( La Ilaha Illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin)
Di kenalan dengan tasbih nabi Yunus biasanya kalau kita sebut, nah Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam berbagai macam hadist mengatakan dan di simpulkan oleh para ulama
Bahwa tasbih nabi Yunus itu sangat bagus di baca sebanyak-banyaknya oleh kita ini, orang yang kesusahan akan di lapangan oleh Allah, yang gelisah akan di tenangkan oleh Allah hatinya, dengan mengamalkan
( La Ilaha Illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin)
Firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran pada surah assaffat ayat 143 - 144
Andai kata nabi Yunus tidak bertasbih dalam itu perut ikan, maka niscaya beliau akan tetap demikian sampai hari kiamat, nah inilah hikmahnya orang yang ada dalam perut ikan saja selamat dalam perut ikan, apalagi kita ini ada di dunia yang luas ini, insyaallah pasti akan Allah tolong juga
Dan lagi orang yang sedang terbaring sakit, maka di anjur membaca kalimat tasbih nabi Yunus tadi
( La Ilaha Illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin)
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda
( Fa ayuma muslim da'a bihi fima 'arba'ina marroh, famata fima rodihi Zalik, 'uktiya azrosyahid, wa'in baro'a baro'a marghfuronlah rowahul hakim )
Siapa-siapa sahaja yang sedang sakit kemudian ia membaca tasbih nabi Yunus tadi 40x, insyaallah andaikata iya wafat dalam keadaan itu maka ia di beri pahala oleh Allah sebagai pahala syuhada
Andaikata dia sembuh daripada sakit itu maka
Baro'a marghfuronlah) maka di ampunkan dosa-dosanya oleh Allah subhanahu wa ta'ala
( La Ilaha Illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin)
__________
Surat Yunus ini sebagaimana seperti surah-surah lainnya di dalam Alquran banyak memberikan petunjuk pedoman hidup kepada kita semua diantaranya firman Allah subhanahu wa ta'ala dalam surah Yunus ayat 58:
Katakan wahai Muhammad kepada ummatmu, dengan anugrah dan Rahmat Allah, dengan demikian lah hendaknya mereka itu bergembira karena itu penuh baik daripada apa-apa yang mereka kumpul daripada dunia dan seluruh isinya
Nah ini satu ayat yang menunjukkan supaya kita ini gembira tapi dapat pahala, contohnya itu kita ni bisa shalat, bisa berdzikir kepada Allah, nah selesai kita mengerjakan itu, kita pun gembira, tapi jangan kita gembira karena shalat yang sudah kita lakukan itu,
Macam bersedekah kitapun gembira tapi jangan gembira bahwasanya kita telah mengerjakan sedekah itu, kita naik haji jangan gembira bahwa kita sudah berhaji itu, tapi gembira bahwa kita sudah di berikan oleh Allah anugrah sehingga kita bisa sembahyang, kita gembira karna telah di tolong Allah bisa naik haji, bisa bersedekah dan perkara baik yang di Ridai oleh Allah
Jadi kita gembira karena Allah menolong kita, memberikan anugerah kepada kita, memberikan kemampuan kepada kita, memberikan petunjuk kepada kita sehingga kita bisa melakukan perkara yang demikian itu, nah kegembiraan kita itu adalah kegembiraan yang berpahala yang akan menghantarkan kita agar terhindar daripada segala macam penyakit-penyakit hati
( Kul bipadlillah wabi rahmatihi )
Para ulama ahli tasawuf mengatakan prihal ayat daripada surah Yunus ini
( 'annashu fi wurutin Nikmah shalashatu akshom )
Ada 3 macam Manusia menyikapi datangnya nikmat Allah kepada mereka, macam kita ni dapat nikmat dari Allah, nah ada 3 macam kelompok menyikapi nikmat itu
1. ( Kismun yafro'u bin Nikmah waya talazzazu biha la yaro mun''im in akbalad, isshakhrolabiha wa'in fakhrodad isshakhrolabitholabiha )
Satu kelompok manusia kalau datang nikmat dia gembira dengan nikmat itu, dan dia bersenang-senang dengan nikmat itu dan lupa kepada Allah yang sudah memberikan nikmat itu,
Jika nikmat datang dia sibuk dengan nikmat itu, jika nikmat hilang dia sibuk mencarinya, Nah kelompok ini
( wa Hazal kismukal 'an'am bal hum adhol) nah ini kelompok seperti binatang bahkan lebih sesat daripada itu, macam kita ni makan tak ada baca bismillah, selesai makan tak ada mengucapkan Alhamdulillah, nah ini padahal nikmat yang datang daripada Allah, nah ini paling jahat manusia
Kemudian yang kedua
( Wakismun yafro'u bin Nikmah min hayshu yihaminallahi ta'ala wa 'innallahi zakarohu waktanah )
Datang nikmat dia gembira, gembira dengan nikmat itu karena ini adalah anugrah Allah, datang makanan, datang duit, datang rezeki, gembira karena ini adalah anugrah Allah, artinya Allah ini ingat sama aku, dan Allah memperhatikan aku nah diapun gembira
Nabi Musa di kirimkan oleh orang kurma berulat, kurma jelek, kemudian nabi Musa marah, ujar Allah wahai Musa jangan engkau pandang itu kurma tapi pandanglah kepada aku yang memberikan kurma itu, Karna Allah masih memperhatikanmu, jadi sekecil apapun itu, sehalus apapun nikmat yang kita terima itu menunjukkan bahwa Allah memperhatikan kita, masih peduli kepada kita, nah perhatian Allah itu yang membuatkan kita gembira bukan bentuk nikmat itu, tapi allahnya
(Nah ini sudah tergolong kelompok orang yang istimewa)
Kalau kita benar-benar menghayati demikian itu
Macam kita ni selesai makan kemudian kita membaca
( Alhamdulillaahilladzi ath'amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwah )
Segala puji bagi Allah yang memberikan aku makanan ini tanpa ada usahaku sedikit juapun, nah yang kita senangi itu pemberian dari Allah bukan makanannya
Kemudian yang ketiga
( Wa kismun yafro'hubillah waya talazzazu bizikrihi wamad hih ) kelompok ini dia gembira dengan nikmat yang datang daripada Allah dan menyibukkan diri memuji-muji Allah, ( wahaza kismun siddiqin ) nah ini bahagian orang-orang yang Siddiq
Di dalam kitab ihya Ulumuddin ada seseorang laki-laki yang hendak sangat menikah dengan seorang perempuan dan perempuan inipun hendak benar juga nikah dengannya, sudah sangat benar ini, akhirnya di nikahkan lah oleh keluarganya malam pertama mereka saling bercerita aku tu dari dulu hendak benar menikahi engkau, dan Alhamdulillah di kabulkan oleh Allah, dan ujar perempuan tadi akupun juga berdoa kepada Allah yang demikian itu juga akhirnya di qabullan oleh Allah, Alhamdulillah, nah ujar laki-lakinya kalau macam tu sekarang kita ambil wudhu kemudian shalat syukur kepada Allah sampai subuh, asyik berdoa, berdzikir kepada Allah,
Nah ini orang-orang Siddiq, yang perempuan siddiqoh yang laki-laki Siddiq, menerima nikmat Allah tapi dia bersenang-senang dengan dzikirullah, sampai lupa nikmat akan itu, sampai subuh, dan ini bertahun-tahun terjadi berulang-ulang tiap malam, bulan malam pertamanya aja, tapi bertahun yang demikian itu, nah kita merasa lucu, merasa demikian itu aneh karena ini bukan Maqom kita, bukan kedudukan kita, tapi bagi mereka itu adalah merupakan suatu hal yang biasa
Jadi apapun bentuk nikmat yang datang daripada Allah maka perbanyak lah kita mengingat Allah, mengatakan dalam hati kita bahwa Allah masih sayang kepadaku, masih melihat aku, masih memperhatikan aku, masih memperdulikanku, dan masih memberikan aku kesempatan untuk bisa berdzikir kepada Allah dan ucapanlah Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan demikian kita semuaan ini tergolong di kehendaki oleh Allah untuk menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat serta mendapatkan syafaat daripada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar