Pages

Selasa, 02 Januari 2024

Kullu nafsin dza ikotul maut

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Al-Qur'anul Karim pada surah Ali Imran ayat 185
arti terjemahan daripada ayat tersebut tiap tiap yang bernyawa akan merasakan kematian dan hanyasanya di sempurnakan balasan kalian pada hari kiamat nanti

Barang siapa yang di jauhkan daripada neraka dan di masukkan ke dalam surga maka sungguh dialah yang beruntung

Ayat Allah tersebut menjelaskan kepada kita bahwa yang namanya kematian itu pasti akan bertamu kepada kita, dan tidak ada jalan sedikitpun untuk bisa menghindar daripada kematian, bila sudah sampai azalnya 

Yang jadi permas alahan kita apakah waktu datang kematian itu kita dalam keadaan yang baik sehingga kita Husnul khatimah, atau kematian itu datang kepada seseorang dalam keadaan maksiat maka dia su'ul khotimah, itu yang kita tidak tahu dengan diri kita

Apakah kematian itu datang kepada diri kita saat kita sedang shalat, apakah datang kematian itu datang kepada kita, kita sedang baca Alquran, apakah datang kematian itu pada kita, kita sedang berdzikir kepada Allah atau sebaliknya kematian datang dalam keadaan maksiat kepada Allah, kematian datang dalam keadaan lupa kepada Allah 

Nah itu yang sampai yang seharusnya kita risaukan tentang diri kita, ini yang mustinya yang menjadi pikiran kita, dengan apa kita sudahi hidup di dalam dunia ini 

Husnul khatimah itu gerbang kebahagiaan, dan su'ul khatimah itu gerbang kesengsaraan, kita belum tahu dari gerbang mana kita masuk menuju alam akhirat itu , nah iini masalah yang perlu kita perhatikan, yang perlu kita renungkan yang perlu kita risaukan tentang diri kita ini

Sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang bernama abu dar dar radiallahu 'anhu berkata 
( man 'amina min su'il khotimah maa ta 'ala hunsul khatimah,  wallah, ) 

Abu dar-dar sahabat nabi bersumpah dengan sumpah demi Allah, siapa-siapa yang merasa aman dari mati su'ul khotimah maka dia pasti akan mati su'ul khotimah l, beliau bersumpah Wallahi

Apabila kita tidak risau, tidak khawatir, tidak menyiapkan persiapan yang cukup untuk menghadapi kematian berarti kita ni masih jauh dari husnul khatimah, 

Tetapi bilamana kita khawatir tentang akhir hidup kita apakah Husnul khatimah atau su'ul khatimah, kita khawatir lalu kita bersiap diri mempersiapkan kematian itu dengan baik maka ada sedikit harapan kita Husnul khatimah

Yang merasa punya ilmu tinggi, yang merasa punya makrifat tinggi, jangan aman dari su'ul khatimah

Al-Qur'anul Karim menceritakan bagaimana seorang hamba Allah yang bernama bal'am bin bahura, yang keilmuannya sangat luas, makrifatnya sangat tinggi, keramatnya sangat hebat, 

kehebatan bal'am bin bahura dia bisa melihat langsung lauhil Mahfudz sehingga dia tahu apa yang akan terjadi, nah ini keramatnya bal'am

Ilmu makrifatnya luar biasa, tapi ternyata matinya su'ul khatimah, siapa ada yang ilmunya setinggi bal'am?? Kita ilmu yang masih sedikit, hendak merasa aman dari su'ul khatimah? 

Yang merasa punya amal ibadah banyak, yang merasa punya puasa Senin Khamis, yang merasa sudah beribadah tiap malam baca Qur'an, tiap malam tahajud, sedekahnya banyak, maka jangan sesekali merasa aman dari su'ul khatimah ini, 

Allah subhanahu wa ta'ala mencontohkan barsisa, ini orang yang khalwat 70tahun tidak tahu dunia, hidupnya hanya di gunakan untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala, tapi siapa sangka barsisa mati dalam keadaan su'ul khatimah

Orang-orang yang dekat dengan para Aulia Allah, orang-orang yang akrab dengan orang-orang Sholeh, jangan merasa aman dari su'ul khatimah, 

pembantu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, nabi kita yang berna kirkirah, ( khrodam murrasul, ) dia mengurusi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, dia mengurusi haiwan" Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, dia mengurusi tunggangan-tunggangan Rasulullah, Nah begitulah dekatnnya kirkirah dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

Tapi apa? Kirkirah mati dalam keadaan su'ul khatimah, apalagi kita hanya dekat dengan tuan guru sudah merasa aman dari su'ul khatimah, apalagi hanya merasa dekat dengan para wali sudah merasa aman daripada su'ul khatimah,

Nah ini kirkirah, orang yang dekat dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, tapi matinya  (Huwa finnar ) ujar nabi 

Nah jadi masalah su'ul khatimah ini adalah masalah yang perioritas dalam hidup kita untuk di risaukan, karena ini menyangkut masa depan kita yang abadi di alam akhirat nantinya

Kita tidak perlu risau rezeki kita pasti di zamil oleh Allah subhanahu wa ta'ala, kita tidak perlu risau masa depan anak-anak kita itu sudah di urus oleh Allah, 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquran pada surah ar-rum ayat 40

Allah yang menciptakan manusia, kita, anak kita, Allah pula yang memberikan rezekinya, maka jangan khawatir tentang rezeki karena sudah di jamin oleh Allah, tetapi yang perlu kita khawatirkan adalah akhir hidup kita menjemput/ menyambut yang namanya kematian, apakah dalam keadaan ingat kepada Allah atau lupa kepada Allah? 

Nah kalau kita risau, kita khawatir tentang akhir hidup kita, apakah kita mati membawa iman, atau kita mati justru meninggalkan iman, kalau kita khawatir dengan demikian itu, nah apa langkah yang musti kita lakukan, apa persiapan kita yang kita lakukan, apakah kita mati ini nanti membawa iman atau tidak

Kalau hanya sekedar khawatir khawatir saja tapi tidak ada langkah, usaha, persispan yang di lakukan, itu namanya ghurur, terperdaya, 

Nah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memberikan petunjuk arahan kepada kita, persiapan untuk menghadapi kematian, supaya mati itu Husnul khatimah, nah nabi kita memberikan pelajaran kepada kita, memberikan arahan, petunjuk kepada kita agar kita bersedia, agar kita bersiap untuk menghadapi kematian, supaya kematian itu hunsul khatimah 

Karena hunsul khatimah itu yang paling rendah mati membawa iman, kemudian yang lebih tinggi di atasnya yaitu mati dalam keadaan mengucapkan kalimat taoyyibah, dia mati sedang baca Alquran, dia mati sedang puasa, dia mati sedang sembahyang, dia mati sedang memberbuat kebaikan, nah ini juga Husnul khatimah,

yang lebih tinggi lagi dia mati waktu sedang membela agama Allah, dia mati syahid di Medan perang, dia mati pada saat mengajarkan ilmu, mengajarkan hukum-hukum Allah, dan puncak tertinggi daripada Husnul khatimah adalah orang yang menutup hidupnya dengan kalimat laa ila ha illallaaaah,

( Man kana akhiru kalami hi la Ilaha Illa, da khralal Jannah ) siapa yang akhir hidupnya itu la Ilaha Illallah, itu da khralal Jannah, masuk ke syurga ) 

Nah keinginan kita musti keinginan yang tinggi, kita musti ingin akhir hidup kita di tutup dengan kalimat la Ilaha Illallah, tapi jarang sekali ada manusia yang menutup hidupnya dengan kalimat la Ilaha Illallah, langka sekali orang-orang yang akhir hidupnya mengucap la Ilaha Illallah itu

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengajarkan sebuah doa, untuk orang-orang yang khawatir mati tidak membawa iman, Rasulullah mengajarkan doa, untuk orang-orang yang takut mati tidak membawa iman, dan doa ini bukan hanya di ajarkan oleh Rasulullah dan di amalkan oleh Rasulullah, apa doa nabi shalallahu alaihi wasallam
( allahummaj 'al khayro umri akhriroh )
yang Allah jadikanlah sebaik-baik umurku di akhir umur, 

Artinya : kita biar aja tidak baik di awal, tapi di akhir umur, di waktu menjelang kematian, nah di situ kita menjadi orang baik, ini yang di minta oleh nabi, 
( allahummaj 'al khayro umri akhriroh )

Yang kita khawatir waktu kita muda kita taat kepada Allah, waktu kita muda kita rajin ibadah kepada Allah, waktu kita muda kita menjauh daripada yang di haramkan oleh Allah, tetapi begitu kita tua, menjelang kematian, kita mundur, semakin sering melakukan perbuatan maksiat kepada Allah, semakin cinta kepada dunia, akhirnya mati dalam keadaan demikian, nauzubillahi min dzalik.

Karena ada orang yang kelakuannya luar biasa jahatnya, begitu dia hendak mati berubah kelakuannya, taubat kepada Allah, akhirat mati Husnul khatimah

Di sebutkan dalam sebuah hadist yang shahih, ada seorang laki-laki yang suka membunuh manusia, pekerjaannya membunuh orang, kalau tidak cocok samanya di bunuhnya, ada orang cari masalah sama dirinya langsung di bunuhnya, akhirnya sampai 100 orang di bunuhnya, tetapi begitu dia menjelang akhir hidupnya, dia beri Allah hidayah, di beri Allah taubat, sehingga dia mati dalam keadaan taubat kepada Allah, dan mayatnya di ambil oleh malaikat Rahmat, nah ini Husnul khatimah

Ujar nabi ( allahummaj 'al khayro umri akhriroh )
 ya Allah jadikanlah sepaling baik umurku itu di akhir akhir hidup karena itu yang paling penting, 

( Wa Khaira 'amali khowatimah ) 
sebaik-baik amalku di ujungnya, 

( Wa Khaira ayyami yauma Al -qaka ) 
Sebaik-baik hari ku hari dimana aku meninggalkan dunia, nah ini doa yang di ajarkan nabi shalallahu alaihi wasallam, agar apa doa ini di baca, agar mati Husnul khatimah

Adalagi doa yang di ajaroan oleh  nabi 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Wahai Tuhan yang membolak balikkan hati, tetapkan hatiku atas agama engkau, sampai mati

Al-Qur'an pun mengajarkan kepada kita dia hunsul khatimah 

para aulia-aulia Allah pun mengajarkan doa kepada kita supaya hunsul khatimah, 

( Allahumma inni as'aluka husnal khatimah) 
Jadi begitu pentingnya Husnul khatimah ini untuk jadi perhatian kita, karena nabi sendiri sudah mengajarkan kepada kita, Alquran sudah mengajarkan doahnya, dan paa aulia - Aulia juga sudah mengajarkan doanya kepada kita supaya mati dalam keadaan Husnul khatimah, jadi jangan kita anggap remeh urusan akhir hidup, karena demikian ini lah yang akan menentukan nasib kita di akhirat nanti 

Nah ini yang musti selalu kita risaukan, orang yang sekelas ilmunya tinggi, ibadahnya rajin, orang yang dekat dengan Rasulullah, akan tetapi matinya su'ul khatimah, 

Oleh sebab itu jangan kita merasa aman, jangan kita pernah putus asa dari Rahmat Allah, kita selalu berharap dan perbabyak berdoah kepada Allah semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita sehingga kita mati membawa iman, mati dalam keadaan berdzikir kepada Allah, dan mati dalam keadaan mengucapkan kalimat la Ilaha Illallah,

mudah-mudahan dengan ini kita ada harapan berikan kemudahan oleh Allah untuk menghadapi sakaratul maut dan wafat dalam keadaan Husnul khatimah aamiin ya Allah aamiin ya rabbal alamin 

Kemudian yang ke 2 yang berkaitan dengan maut, yang pasti akan kita jumpai adalah sakaratul maut

Alquran mengatakan : 

sararul maut itu pasti datang, nah itu sakaratul maut adalah suatu keadaan menjelang kematian, yang dahsyatnya luar biasa, dan ini di ceritakan langsung oleh Rasulullah, karena yang mati ini tidak bisa bercerita, nah kalau seandainya yang mati mati ini bercerita, sudah taubat kita ni, ujar nabi sakaratul maut itu sesuatu yang sangat dahsyat

Apa dahsyatnya 

1. Tubuh yang sangat sakit menjelang keluarnya ruh pada tubuh, nah seperti apa sakitnya kayak di pukul/ di tusuk 300x dengan pedang, nah itu hanya di rasakan oleh orang yang mengalaminya, sakitnya tubuh itu 
2. Sakitnya hati : berpisah dengan dunia, meninggalkan anak, keluarga, harta dan lain sebagainya, nah itu sakitnya hati yang luar biasa orang yang dalam sakaratul maut itu 
3. Banyaknya godaan-godaan yang datang yang akan membuat iman kita tertinggal,

Semua ini di ceritakan oleh nabi shalallahu alaihi wasallam, karena hal seperti ini tidak bisa lain orang yang menceritakan, nah Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam begitu menceritakan demikian, nabi pun juga memberikan jalan kepada kita untuk mendapatkan keringanan-keringanan di waktu sakaratul maut itu

Tubuh yang sakit di waktu di cabut roh itu akan menjadi ringan, apabila di bacakan Yasin di hadapan orang yang sarakatul maut itu, Karna apa sebabnya, Karna ruh ini senang mendengarkan Yasin sehingga dia cepat keluar dari tubuh itu 

( Iqra uu, 'ala mautakum Yasin ) bacakan Yasin itu ujar nabi kepada orang yang dalam sakaratul maut itu, karena ini meringankan sakit keluar ruh, dan mempermudah keluar ruhnya 

Imam Al-Ghazali radiallahu 'anh di dalam tafsir beliau tafsir Al-Ghazali, beliau menafsirkan ayat 
Ujar imam Al-Ghazali di waktu seorang muslim itu sakaratul maut, iblis mengirim pasukannya, untuk menggelincirkan orang ini dari Islam, di kirimlah oleh iblis pasukan-pasukannya, kita yang sedang sakaratul maut itu akan melihatnya, dan orang-orang yang di sekeliling kita ini tidak tahu, datang syaitan itu yang akan mengguncangkan iman kita, 

Itu sebabnya ketika orang sakaratul maut itu di Sunnahkan, di talkin kan di telinganya, laa ila ha illallaaaah, la ila ha illallaaaah, supaya apa? Supaya dia mempertahankan itu di dalam hatinya , kalimat la Ilaha Illallah itu 

Nah kalau orang ini kurang imannya kepada Allah, pasti dia akan tergelincir pada saat itu, tetapi orang-orang yang di dalam dunia, suka memperbanyak kalimat la Ilaha ga illallaaaah, orang-orang yang di dalam dunia di sebut ahli la ila ha illallaaaah, turunlah Jibril di utus oleh Allah subhanahu wa ta'ala 



( wa hablana mil ladun KA Rahmah ) Rahmah itu Jibril ujar imam Al-Ghazali, datang Jibril menghalau syaitan-syaitan yang mengganggu yang hendak menjerumuskan kita pada waktu sarakatul maut itu, maka Jibrilpun mengatakan kepada kita, tetap engkau 'ala la Ilaha Illallah atas la Ilaha Illallah

Nah bagaimana caranya kita bisa menghadapi yang berat berat ini, nah ini sudah di ajarian oleh Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, 

1. Perbanyaklah di dalam dunia ini kita mengucap kalimat la ila ha illallaaaah, la Ilaha Illallah, la Ilaha Illallah, karena itu akan sangat berguna, sangat bermanfaat, terutama di waktu kita sedang menghadapi syaratul maut dan di dalam menghadapi godaan-godaan syaitan yang datang, karena pada saat itu belum ada syafaat Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, syafaat nabi itu adanya di Padang Mahsyar nantinya

2. Jadi kesimpulannya daripada apa yang kita kasi pada malam hari ini adalah : 

1. Kita selalu merisaukan akhir hidup kita, apakah kita mati baik atau mati jahat, selalu lah kita risaukan, kita khawatirkan, dan kita sediakan doa sebanyak-banyaknya kepada Allah, agar kita mati dalam keadaan Husnul khatimah

Ya Allah matikan aku dalam keadaan Husnul khatimah, karena itu petanda kalau kita ini memang benar-benar khawatir, dan mudah-mudahan kita semuaan ini di tolong oleh Allah dan wafat dalam keadaan hunsul khatimah, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin

2. Kemudian yang kedua perbanyaklah mengucapkan kalimat la Ilaha ha illallaaaah, jangan berhitung, berapakah sehari, jangan, nabi kita tidak menyuruh berhitung,

( arkh ba rani Jibril 'alayhissalam, 'anna la ila ha illallaaaah, 'anishul muslim 'indal maut ) ujar nabi kita, aku di kabari Jibril bahwa la Ilaha ha illallaaaah itu teman yang menghibur kita dalam menghadapi kematian

Dalam sebuah hadist yang lain 
( laysa 'ala ahli la Ilaha Illa wah syatun fil maut ) 
Tidak ada orang yang ahli la Ilaha Illallah itu rasa tidak nyaman, rasa gelisah pada saat hendak menghadapi kematian, maka perbanyaklah membaca kalimat la ila ha illallaaaah tanpa batas

3. Mudah-mudahan di waktu kita hendak syaratul maut itu ada orang-orang baik, orang-orang Sholeh yang membacakan Yasin di waktu kita syaratul maut itu, karena itu adalah satu-satunya obat yang di sampaikan oleh Rasulullah untuk meringankan di cabutnya nyawa daripada tubuh kita 

Mudah mudahan Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kita Taufik, memberikan kita hidayah, petunjuk agar selalu di mudahkan untuk berdoa, di mudahkan untuk memperbanyak dzikir mengingat Allah

( Wal af wu mingkum, Wal Hadi siratullah, Wal Hadi siratul Mustaqim, wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh




Insyaallah di lanjutkan lagi di lain kesempatan pada menit ke 29.00









Tidak ada komentar:

More Article about this Blog