Pages

Kamis, 29 Februari 2024

Al-Qur'an \ 11. surah Hud \ hlm 18

Alhamdulillah ( asshuratul Hadiyata 'ashar min shuwaril Qur'an, Suratu Hud ) surat yang ke 11 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah Hud 
( makkiyyatun ) surah ini di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum beliau hijrah ke Madinah, wa ayatuha dan ayatnya ini surah (shalasun wa'isrun wami'ah) 123 ayat

Kenapa surah yang ke 11 ini di namai dengan surah Hud, karena pada surah ini ada bercerita dan Allah pun menceritakan kepada kita tenang dakwahnya nabi Hud alaihissalam

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman pada ayat 50 di dalam surah ini 

( wa ila 'adin akhroHum Huda ) 
Kami utus kepada kepada 'ad, nama satu kobilah, bangsa, kaum, kami utus kepada  kaum ad yaitu saudara mereka sendiri yang bernama Hud, Hud berseru kepada kaumnya agar menyembah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Allah ( in antum Illa muftarun ) tidak adalah kalian itu penyembah-penyembah berhala, ( Illa muftarun) melainkah hanya mengada-ada itu berhala tak tidak akan memberikan apa-apa kepada kalian 

Nabi Hud alaihissalam adalah urutan yang ke 4 daripada 24 nabi yang kita kenal, nabi Adam, nabi Idris, nabi Nuh, nabi Hud, di dalam silsilahnya bermacam-macam para ahli sejarah menyampaikan, dan yang paling pendek itu silsilahnya adalah nabi Hud ini bin salakhr, bin arkhfarsad bin Syam bin Nuh alaihissalam

Di dalam dakwahnya nabi Allah ini di kisahkan oleh Allah dan di tafsirkan oleh berbagai para ulama ahli tafsir yang tingkasnya adalah sebagai berikut

( Ba'ashallahu hudan bak'da'an maa dhomin umrihi shalasuna Sanah ila'ad ) Allah mengutus nabi Hud sesudah berlalu umur beliau 30 tahun, kepada bangsa yang bernama 'ad 

'ad ini adalah ( qobilatun yaskhununal Ahkab bil Yaman ) 'ad ini suatu bangsa yang berdiam di Ahkab di negeri Yaman ( fayakmuruhum ayyakbudullaha ta'ala ) nabi Hud ini menyuruh agar menyembah Allah dan mengesankan Allah ( walayakbudu ma'allahi ilahan akrhor ) dan bahwa tidak menyembah tuhan yang lain selain daripada Allah subhanahu wa ta'ala

( Wayakkuffu andzulmi bakdihim bakdhon )
Dan agar mereka segera menghentikan kedzolimin di antara mereka, nah itulah dakwahnya nabi Allah ini, 

( Fa 'aba u Zalik ) mereka enggan yang demikian itu, kaum 'ad ini adalah kaum penyembah berhala yang pertama di dunia sesudah penduduk bumi di habiskan oleh banjirnya nabi Nuh alaihissalam, 

maka di utuslah nabi Hud untuk menghentikan perbuatan mereka itu (Fa 'aba u Zalik) mereka tidak mahu ( wa kazzabuh ) dan mereka mendustakan nabi Hud ( waqolu) dan mereka berkata ( man assyaddu Minna quwwah ) siapa yang paling kuat selain daripada kami, ujar mereka

( hum akzoomunnas wa'athowaluhum wa'akwahum ) ini bangsa ad ini adalah manusia yang paling besar dalam sejarah perkembangan badan manusia, orang yang paling tinggi manusia dan paling kuat tenaganya

( Rakshuhum kalqub batil 'Aadzimah ) kepala mereka ini macam kubah yang besar ( Watuluhum bayna sab'in wami'atiziro) tingginya 70-100hasta, 50 meter tingginya ni raksasa, jadi mereka ini hendak menentang nabi Hud siapa yang paling kuat daripada kami 

( Falamma tamarradhu 'ala kufhihim, wa'inadihim ) 
mana kala mereka terus menerus atas kafir dan ingkarnya kepada Allah ( ba'asallahu 'alayhimurrihal akim ) Allah utus kepada bangsa ad itu Rihhal akim, angin yang bernama akim, angin yang sangat kencang, angin yang sangat kuat ( falamma dhanad minhum Nadzhoru Ilal iyybili warrizal thodilu bihimurrih Bainal Ardhi wassamak

Manakala angin itu dekat dengan mereka dan mereka melihat akan angin itu menerbangkan unta, menerbangkan manusia, sangkin kuatnya itu angin tadi
( Fatabadarhul buyut ) maka segeralah mereka itu masuk ke rumahnya, ( falamma darholuha darholat alayhimurrih) manakala mereka masuk ke rumah, maka angin tadipun menghantam rumah sekaligus mereka yang ada di situ ( fahalaku ) maka merekapun mati semuanya, nah ini azab yang di turunkan oleh Allah kepada bangsa 'ad kaumnya nabi hud yang ingkar kepada Allah dan rasulnya 

(Wanazallahu Hudan waman ma'amana mahumminarrih) Allah selamatkan nabi hud dan orang" yang beriman besertanya daripada azab angin tadi
( Washakana hadromauta ) dan nabi hud pun berdiam di hadromaut ( Illa an tuwuffiya fihi ) sampai di wafatkan oleh Allah di hadromaut ( wadufina) dan di kuburkan 
(Bimarhalatayni) dengan dua marhala (min Tarim)
dari kota Tarim, demikian kisahnya dari kitab qhasasul anbiya, syech Abdul Wahab annajarr 

Nah demikian lah Allah mencontohkan kepada kita tentang bangsa ad yang ingkar kepada Allah dan rasulnya sehingga Allah azab habis mereka, yang tersisa hanya yang beriman kepada Allah, yang lainnya semuanya kena azab yang mematikan tersebut

Mengenai angin yang bernama Al akim tadi, mungkin lebih hebat daripada angin puting beliung kalau bahasa kitanya, maka Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ( Walayyursalanna 'alayhim arhihul akim, allati ahlakhad 'adan, bishuhbihimul khromro, wa'aqlihimurriba'
Wattikrhodihimul qoynat, walubsihimul harir, wakhoddihimul Arham ) 

ujar nabi kita, Allah akan mengutus akan ini ummat ummat ku, Rihul akim, angin tadi, yang mana telah membinasakan bangsa 'ad, nah ini angin akan di utus kembali oleh Allah kepada kita umatnya Baginda Rasulullah, bilamana kita ini sudah mulai meminum arak, makan harta yang haram, makan riba, menjadikan wanita-wanita sebagai penghibur, laki-laki memakai sutra
Dan saling putus silaturrahim

Bilamana ummatku kata nabi sudah berprilaku demikian maka tunggulah akan Allah utus angin macam angin yang membinasakan bangsa ad ini..



___________





Surah hud ini sebagaimana surat-surat lainnya banyak memberikan kepada kita petunjuk dan arahan, antara lain Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam surah ini pada ayat 15, Allah mengatakan bahwa

artinya : barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka kami sempurnakan kepada mereka amal mereka pada dunia itu dan tidak di kurangi sedikitpun, mereka itulah orang-orang yang tidak ada lagi bagi mereka di akhirat selain api mereka, dan gugurlah sekalian apa yang mereka kerjakan dan gugurlah sekalian apa-apa yang amalkan

Tafsir daripada Al imam alfakrurrazi menjelaskan bahwa
(Al ayat, nazalat fil munafiqin ) nah ini ayat di turunkan kepada Baginda Rasulullah berkaitan tentang orang-orang munafik, yang mereka itu ikut berperang bersama dengan Baginda Rasulullah, tapi tujuan mereka itu berperang bukan membela Islam, tujuan mereka bukan hendak menolong Baginda Rasulullah, tapi hanya untuk mendapatkan harta rampasan perang, tujuannya supaya dapat harta aja

Maka Allah pun menjelaskan bawah perlakuan yang mereka buat itu akan Allah terima dan Allah bayar tunai dalam dunia apa-apa yang mereka kehendaki tapi di akhirat nanti tidak akan ada balasan bagi mereka kecuali api neraka, jadi mereka akan mendapatkan sesuatu apa yang mereka niatkan, jadi mereka berperang bersama Rasulullah hanya hendak mendapat harta maka Allahpun kasi apa yang mereka mahu, setelah itu sudah habis, di akhirat tidak ada lagi balasan dengan apa-apa yang mereka kerjakan itu

( Waqolal Kurtubi) di dalam tafsir imam Kurtubi di sebutkan bahwa ( hazihil ayat, Li ahlil riya') ini ayat adalah untuk orang-orang yang riya', orang-orang beramal ibadah bukan karena Allah, contohnya macam orang munafiq tadi, mereka itu perang dengan Rasulullah bukan hendak membela Allah, bukan hendak menolong Rasulullah tapi semata-mata tujuannya ingin mendapatkan harta, 

nah maka imam Kurtubi memberikan gambaran bahwa ini ayat pun bisa untuk orang-orang yang beramal ibadah kepada Allah tapi tujuannya bukan untuk allah, tapi untuk di puji oleh makhluk, maka dinamakan ianya riya'

Nah perlu kita kita belajar tentang masalah riya' ini, dan ini adalah suatu penyakit daripada tiap-tiap manusia, yang bisa datang menyerang kepada siapa saja, baik itu orang awam, orang alim, semua bisa di masuki oleh sifat yang bernama riya' ini, dan dalam hukum Islam di golongkan kepada para ulama (minal khaba'ir) dosa yang besar

Jadi oleh Karna itu merupakan suatu kewajiban, satu fardu'ain, kita musti mengerti dan belajar juga, mengetahui, mengobati tentang penyakit yang bernama riya' ini, 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa, aku takuti daripada kalian adalah kepada syirik yang kecil, sahabat bertanya, apa wahai Rasulullah syirik yang kecil itu, Baginda Rasulullah pun mengatakan arriya', di sebut juga dalam perbuatan syirik, tapi syirik kecil namanya 

Ini masalah sangat besar dan butuh perhatian yang khusus di antara kita, selalu bermain di dalam hati dan pikiran kita jangan di anggap Entang sehingga kita ini bisa terhindar daripada perkara yang berkaitan dengan riya' ini, bila sesekali sahaja kita lengah maka ia akan masuk dalam diri kita, dan merusak amal ibadah kita, maka musti kita selalu berhati-hati setiap saat


Nah oleh para ulama menjelaskan bahwa apa itu riya' 
( kasdul 'ibad bita'atillah ) beribadah tujuannya makhluk
Ini orang berbuat taat kepada Allah cuman tujuannya ini manusia, ( kabirah minal khaba'ir) nah ini dosa besar

Jadi perlu juga kita belajar tentang riya' ini, dan ada 4 rukun riya' ini 
1. ( Mura'i ) orang yang mengerjakan riya' itu 
2. ( Mura'a ) siapa orang yang di riya' kannya itu
3. ( Almura'a bihi) apa ibadah yang di riya' kan itu
4. ( Almura'a li azlih ) tujuannya daripada riya' itu apa

1.Contohnya, Yang di riya'kannya itu adalah taat, adalagi yang di riya'kannya itu adalah iman, macam iya ini pura-pura beriman supaya bisa melamar perempuan, nah ini munafiq, dia masuk Islam bukan karena Allah tapi tujuannya dunia supaya bisa melamar perempuan

2. Yang ke dua yang di riya' kannya itu ( alfara'id) kewajiban kefarduan, macam shalat, zakat, haji, umrah, nah ini termasuk kedalam dosa yang besar, tapi lebih enteng daripada yang pertama tadi, itu sudah masuk munafiq, yang di permainkannya adalah iman, kalau ini kefarduan, contohnya ia shalat bukan tujuannya karena perintah Allah tapi karena makhluk Allah, ia berhaji, bukan karena Allah, tapi hajinya itu di tujuannya untuk makhluk, untuk manusia 

3. Yang ketiga yang di riya' kannya itu adalah perkara yang sunnat-sunnat, macam dia ni soal iman ikhlas, soal menunaikan ibadah kefarduan ikhlas, cuma kalau yang Sunnat-sunnat dia riya', macam bersedekah, berwafat, tujuannya bukan karena Allah tapi supaya di lihat orang,
Nah ini dosa juga cuman lebih ringan daripada yang pertama dan yang kedua tadi 

4. Tujuan riya' itu apa, ada tujuannya yang di haramkan, 

A. macam kita berbuat suatu ibadah, tujuannya adalah manusia, untuk melakukan perbuatan yang haram, nah ini bahaya, semisal ada orang hendak menipu, kemudian dia pura-pura sembahyang di masjid, supaya orang banyak percaya sama dia, kalau sudah orang percaya jadi bisa dia menipu orang, nah ini tujuannya yang haram

B. Adapun lagi riya' itu tujuannya yang baik, macam aku shalat, aku berpuasa, aku berhaji, dan semua ibadah itu bukan karena Allah tapi supaya orang menganggap aku ini orang yang baik, orang yang sholeh, supaya aku ni di hormati orang, nah ini boleh aja tapi tetap tergolong kepada riya' juga namanya 

C. Adapun lagi tujuannya untuk menghindari ejekan orang, aku ni kalau tidak shalat, nanti aku takut di bilang oleh pemalas, aku kalau tak ikut pengajian nanti di bilang orang aku malas, jadi dia pun shalat, dia pun ikut pengajian, bukan semata-mata hendak menjadi pahala atau Rida Allah, tapi supaya tidak di ejek orang, maka diapun melakukan perbuatan yang demikian itu 

( Lirriya' 'arba'u darojat ) bagi ria itu ada 4 tingkat derajat

1. ( Laa yuridullaha ashla ) dia tidak menghendaki Allah sama sekali, dia tidak ada sedikitpun di hatinya mengerjakan suatu ibadah itu karena Allah, tidak ada walaupun sedikit, Mutlak, murni dia ibadah itu semata-mata karena manusia 
2. ( Yuridul 'ibad wayuridullah walakinnassani dhoif)
Dia beribadah itu karena Allah, dan karena manusia, tapi karena allahnya ini sedikit, lebih banyak karena manusianya, macam kalau ada manusia rajin dia, semangat ibadahnya, tapi kalau tak ada manusia jadi malas, jadi tak bersemangat
3. ( Yuridullah wal'ibad tasawi yai ni ) dia beribadah itu karena Allah ada, dan juga karena manusia, dan diantara keduanya itu sama 50/50 karena Allah 50, dan karena manusia 50, draw, untuk yang ketiga ini, berdosa tidak, berpahala pun tidak, 
4. ( Yuridullah) menghendaki akan Allah ( wayuridhu al'ibad ) dan menginginkan manusia ( walakinnassani dhoif) tapi untuk manusianya sedikit, semata-mata beribadah itu hanya untuk Allah, artinya apa ia rajin beribadah kalau ada manusia, tapi andaikata dia ini beribadah sendirian di tempat yang tersembunyi tak ada orang, maka iapun bertambah rajin beribadahnya kepada Allah subhanahu wa ta'ala, 

nah ini lah di harapkan kepada kita semua sehingga bisa benar-benar mendapatkan Rida daripada Allah dan menghapus dosa-dosa kita, insyaallah aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin

Demikianlah perihal ria itu sehingga kita bisa sama-sama melihat kepada diri kita masing-masing dan mengetahui apa tujuan kita beribadah kepada Allah, mudah-mudahan ibadah yang kita kerjakan itu semata-mata hanya karena Allah dan di jauhkan daripada segala macam perkara yang berkain dengan riya' ini 

Al imam Al-Ghazali mengatakan bahwa mengobati diri daripada penyakit riya' itu adalah fardhu ain, tiap-tiap orang wajib mengobati dirinya daripada sifat riya' ini, nah seperti apa mengobatinya? 

1. Ilmu pengetahuan : bahwa penyakit riya' itu adalah dosa, hukumannya berat, amal ibadah tidak diterima oleh Allah dan bisa-bisa nanti akan di masukkan Allah ke dalam neraka, contohnya macam aku ini hendak bersedekah, berkata di dalam hati ya Allah mudah-mudahan aku ini terhindar dari riya', takut aku terkena riya' ini ya Allah, tolong aku ya Rabb, karena kalau sedikit aja aku riya', nanti ibadahku di tolak Allah, aku tak dapat pahala, banyak-banyak kita berkata di dalam hati yang seperti demikian ini, tenangkan hati kita, nah kuatkan hati tujuannya karena Allah bismillah ini karena Allah, nah kitapun bersedekah 

2. Yang kedua obatnya ( ikrhfa'ul ibadat) menyembunyikan ibadah kita, contohnya macam semalam kita membaca Alquran 1 juz atau lebih, kita shalat malam, kita dzikirullah terus menerus, kemudian besoknya kita berjumpa sama kawan kita, kita kisahkan, oh aku semalam beribadah kepada Allah mengerjakan ini ini, tujuannya supaya dikatakan orang kalau aku ini Ahli ibadah, nah jadi ibadah ibadah yang kita kerjakan semacam ini jangan kita umbar-umbar kepada orang, cukup aja diri kita dan Allah yang tahu, sudah aman kita

Nah sebagaimana kita tidak boleh bersifat dengan riya' maka wajib bagi kita bersifat dengan ikhlas, ikhlas inipun ada macam-macam ya juga, perlu juga kita sama-sama belajar 

1. Ikhlas yang paling tinggi adalah kita mengerjakan semua ibadah itu dasarnya semata-mata untuk mendapat Rida Allah, hanya karena Allah, titik nah ini ikhlas, contohnya macam, malam ini aku hendak shalat tahajjud semata-mata hanya karena Allah, semata-mata tunduk akan perintah Allah dan hendak mengikuti Sunnah Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, bismillah akupun shalat 
2. Ikhlas yang kedua adalah kita mengerjakan ibadah itu semata-mata dasarnya untuk mendapat syurga daripada Allah, contohnya macam ada orang bertanya kepada kita, engkau ni ibadah hendak apa? Oh aku ini ibadah hendak masuk syurga, aku beribadah kepada supaya nanti mati bisa masuk syurga, nah ini ikhlas juga namanya tapi urutnya nomor 2
3. Ikhlas yang ketiga adalah kita mengerjakan ibadah itu dasarnya karena takut masuk neraka, contohnya macam, aku ni hendak sembahyang, hendak menjalankan apa yang Allah perintahkan, hendak rajin membaca Alquran, karena aku takut kalau nanti mati masuk neraka nah ini ikhlas juga namanya, cuman urutan ikhlasnya yang ketiga, nah kita mudah-mudahan bisa di urutan yang paling bawah ini karena merasa iman kita sangat sedikit, dan mudah-mudahan Allah menolong kita menjadi orang-orang yang takwa kepada Allah, aamiin ya Allah

Jadi sifat riya' ini tidak bisa kita lengah, akan terus datang kepada kita setiap kita beribadah , riya' ini aku terus menyerang kita, maka berhati-hatilah, waspadalah sebelum mengerjakan ibadah itu, sehingga segala macam perbuatan ibadah yang kita kerjakan kepada Allah bisa terbebas daripada penyakit riya' dan mendapatkan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah itu semata-mata karena Allah subhanahu wa ta'ala aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 




27.40 insyaallah 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog