Pages

Selasa, 05 Maret 2024

Al-Qur'an \ 12. Surah Yusuf \ hlm 19

Alhamdulillah, ( assuratu shani'ata 'asyaro min shuwaril Qur'an, Suratu Yusuf) surah yang ke 12 daripada surah-surah yang ada di di dalam Alquran adalah surah yusuf, Ini surah ( makkiyyatun ) di turunkan kepada Baginda Rasulullah sewaktu beliau sebelum hijrah dari Mekah ke Madinah, (wa ayatuha) dan ayat-ayatnya 
( 'ihda ashrota wami'ah ) 111

Kenapa surah ini di namakan dengan surah Yusuf, karena di dalam surah ini banyak menceritakan tentang nabi Yusuf dan keluarga 'alahimussalam, seperti firman Allah subhanahu wa ta'ala: pada surah Yusuf ayat 4 dan 5

Ketika nabi Yusuf berkata kepada ayahnya, hai ayahku, sesungguhnya aku telah bermimpi melihat sebelas bintang di tambah bulan dan matahari, aku bermimpi melihat mereka itu sujud bagiku, 

Kemudian ayahnya berkata 
( kola ya bunayya la taqsus rukya) hai anakku jangan engkau ceritakan mimpi engkau itu atas saudara-saudara engkau, ( payakidu Laka kayda ) maka mereka nantinya akan memperdaya engkau karena iri 
( Innssyatona Lil insani 'aduwwun Mubin) sesungguhnya syaitan itu bagi manusia adalah musuh yang nyata 

Nah dalam 2 ayat tersebut ada beberapa hal yang perlu kita bahas, yang 1 adalah ( izkola Yusufu) ketika berkata Yusuf, Yusuf adalah salah seorang nabi Allah subhanahu wa ta'ala yang wajib kita percaya, silsilah beliau adalah, nabi Yusuf ini adalah anak daripada nabi Ya'kub, nabi Ya'kub anak daripada nabi Ishak, dan nabi Ishak daripada nabi Ibrahim alayhimussalam

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda
( Innal karima, 'ibnal Karimi, 'ibnil Karimi, 'ibnil Karim, 
Bahwa orang yang mulia, anak oleh orang yang mulia, anak oleh yang mulia, anak oleh orang yang mulia adalah Yusuf bin Ya'kub bin Ishak, bin Ibrahim alayhimussalam, keturunan ini adalah keturunan yang mulia karena semuanya adalah merupakan nabi-nabi Allah 

Dalam sejarahnya di sebutkan bahwa 
('a ak tallahu yusufan minal zamal malastathi'u  wasfahul wasifun) Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kepada nabi Yusuf ini ketampanan, ini ketampanan yang tidak bisa dijelaskan bagaimana tampannya nabi Yusuf itu,

Alquran menjelaskan ketampanan keindahan nabi Yusuf ini di ceritakan oleh Alquran ada beberapa orang perempuan sedang mengupas buah dengan pisau, begitu nabi Yusuf ini keluar dan perempuan - perempuan itu melihat wajah nabi Yusuf maka merekapun tidak merasa bawah pisau itu memotong jari jari mereka, nah jadi tidak bisa kita bayangkan bagaimana keindahan nabi Yusuf ini 
Nah demikianlah ketampanan yang di beriman oleh Allah kepada nabi kita Yusuf ini 


2. ( Inni ro'aytu ahada 'asaro kaukaba, wassamsa walqomaro ro'aituhum lissajidin ) aku wahai ayah bermimpi melihat sebelas bintang matahari dan bulan mereka semua itu sujud kepadaku, nah mengenai mimpi ini Al imam Al Kurtubi mengatakan di dalam kitabnya 
( Bahwa mimpi itu adalah sesuatu yang mulia, mimpi itu mempunyai sesuatu tempat yang tinggi di dalam agama ini, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum di utus menjadi Rasulullah

Selama 6 bulan beliau berturut turut tiap malam mendapatkan mimpi daripada Allah subhanahu wa ta'ala, nah di dalam hal mimpi ini Baginda Rasulullah mengatakan bahwa

( Aryukya shalasatun minha tahawirussyaiton, liyahzuna Ibnu Adam waminha mayyahhumarrazulun piyakzhotihi, fayarohu fimanamihi, waminha zuz''un min shittatin wa'arba'ina juz'an minan nubuwwah rowahu Ibnu Majah 

Para ulama menjelaskan maskud hadist Rasulullah adalah bawah mimpi itu ada 3 macam : mimpi adala sesuatu yang kita alami , nah ini musti kita belajar juga, ada 3 macam mimpi 
1. Mimpi daripada syaitan 
2. Mimpi daripada pekerjaan atau pikiran kita sebelum hendak tidur, sampai terbawa mimpi apa yang kita pikirkan itu 
3. Mimpi rukya shodikoh, mimpi yang benar ( min amba'il ghoib) termasuk daripada berita-berita hal yang ghoib, (minallah daripada Allah ) 

1. Nah yang pertama tadi mimpi dari syaitan, nah ini mimpinya orang-orang kafir, orang-orang fasik, orang-orang yang tidur tidak berwudhu, yang tidak membaca doa, nah mimpi syaitan ini bisa saja benar tapi 100 banding 1, tidak perlu di takwilian, Karna banyak yang tidak benarnya karena ini daripada syaitan

2. Kemudian yang kedua ini tidak ada juga kebenarannya, karena ini hanya kekuatan hayalan dan pikiran kita sebelum tidur, bisa saja benar bisa saja tidak, belum pasti 

3. Nah yang ketika inilah adalah mimpi yang mulia di dalam agama Islam, nah mimpi yang semacam ini kalau kita takwilian bisa terjadi, ini mimpi orang-orang yang Sholeh 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda

Gimana mana seseorang hamba tidur dalam keadaan suci, Al imamul Ghazali mengatakan makna suci ini bersih lahir dan batin, artinya apa, kita sebelum tidur itu suci daripada najis dan suci daripada dosa artinya kita bertaubat sebelum kita tidur itu

Seseorang yang tidur dalam keadaan suci maka ruhnya itu naik artinya berhubungan kepada Arash Allah, maka itu mimpinya sodikoh, mimpinya benar dan akan terjadi, bisa di takbiran, bisa di takwilian, manakala jika seseorang tidur tidak dalam keadaan suci maka ruhnya tidak sampai kepada yang demikian itu, maka mimpi ini orang hanya bunga tidur belaka, tidak ada artinya

Banyak di antara para ulama yang mengarang kitab tentang tafsir mimpi ini, di antaranya syekh abdul ghani an nabulsi di dalam kitabnya taktirul anam fi takfiril manam, adalagi syech Ibnu sirin, adalagi Kamaluddin addamiri, ini beliau khusus mengarang mimpi yang berkaitan dengan haiwan, nah andaikata kita bermimpi dalam keadaan suci maka silahkan buka kitab-kitab yang sudah di tulis oleh para ulama terdahulu sehingga kita bisa mencari tahu apa hikmahnya daripada mimpi kita itu


__________________


Kemudian sambungan ayat tadi adalah 
( Kola ya bunayya la taqsus rukyaka 'ala ikrhwatika payakidulaka kayda, ) wahai anakku mimpi engkau itu jangan engkau ceritakan kepada saudara-sauradamu, nanti mereka iri kepada engkau, dan mereka akan bisa memperdaya engkau 

Keluarga nabi yakyub ini adalah keluarga yang ahli dalam takbir mimpi, baik nabi yusufnya, baik anak anak yang lainnya, mereka bisa menakbirkan mimpi, nah kalau di ceritakan kepada mereka nanti saudara-saudara nabi Yusuf ini mereka bisa tahu,  kalau nabi Yusuf ini nantinya kelak akan menjadi orang hebat, karena mimpi yang demikian itu, jadi jangan di ceritakan mimpi itu 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
(Falatuhaddishu biha 'illa 'akilan awmuhibban aw nasihah
Kalau kita bermimpi yang baik jangan di ceritakan kepada orang lain, kecuali kepada orang yang 'alim yang mengerti tentang mimpi kita itu, yang kedua, kepada orang yang cinta kepada engkau artinya bisa menjaga ini rahasia, dan juga bisa kepada orang yang bisa memberikan nasihat kepada engkau, nah jadi mimpi ini jangan kita ceritakan kepada orang yang tidak suka kepada kita, nanti akan bisa membuat mudarat kepada kita


Nah singkat cerita mimpi nabi Yusuf ini akhirnya terbongkar juga, karena di ceritakan oleh istri nabi Ya'kub
Maka merekapun tahu kalau nabi Yusuf bermimpi yang demikian, yang akan menjadi orang besar, nah lebih baik kita bunuh saja nabi Yusuf ini, ( payakidu Laka kayda) mereka memperdaya kepada engkau

Nah dalam perjalanannya nabi Yusuf alayhissalam banyak sekali mengalami penderitaan, mulai di musuhi oleh saudaranya, ada 12 saudara, nabi Yusuf dan Bunyamin ini satu mamak, yang akhirnya mereka sepakat membawa nabi Yusuf ini kehutan dan memasukkannya kedalam sumur, supaya nabi Yusuf ini mati secara perlahan, 

kemudian penderitaan nabi Yusuf berlanjut, beliau di angkat oleh orang yang lewat di sumur itu lalu di bawa ke kota, sampai ke kota nabi Yusuf di jual, maka di belilah nabi Yusuf ini oleh seseorang, kemudian di rumahnya di fitnah lagi menggoda istrinya, akhirnya nabi Yusuf di penjara bertahun tahun.

Setelah itu nabi Yusuf diberikan anugrah oleh Allah subhanahu wa ta'ala sehingga dengan ringkasnya beliau di percaya menjadi perdana Mentri Mesir.

Di dalam ayat 88 sampai 92 Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan kepada kita sesudah nabi Yusuf sesudah menjadi seorang perdana Mentri Mesir 

Pada waktu itu di sekitar Mesir kesulitan makanan, hanya pemerintah yang punya stock manakan yang cukup, lalu nabi Yakub mengirim anak-anaknya ke Mesir, mencari makanan minta kepada penguasa Mesir, begitu sampai disana saudara-saudara nabi Yusuf ini, mereka berkata wahai yang mulia kampung kami sekeluarga di Landa musibah paceklik, kelaparan, dan kami hanya membawa barang-barang yang tidak terlalu berharga untuk di tukarkan dengan makanan 

Bersedekahlah engkau kepada kami, sesungguh Allah akan membalas kepada orang-orang yang bersedekah itu kata saudara Yusuf tadi, ujar nabi Yusuf, 

( Hal'alimtum ma fa'altum bi Yusufa wa akhi) 
Adakah kalian ingat apa yang kalian perbuat dahulu kepada Yusuf dan saudaranya, ketika kalian masih jahil pada waktu itu

Mereka berkata ( qolu a innaka la anta Yusuf) apakah engkau ini yusufkah orangnya, ( qola Yusuf menjawab ana Yusuf, wahaza akhi dan ini saudaraku Bunyamin, Allah telah memberikan nikmat kepada kami Barangsiapa yang takwa kepada Allah dan bersabar maka Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang berbuat kebaikan itu 

Maka ujar mereka, demi Allah, Allah telah memenangkan engkau hai Yusuf daripada kami, sesungguhnya kami telah berbuat salah kepada engkau
Nabi Yusuf berkata (la tasriba 'alaikumul yaum) tidak ada cela mencela lagi pada hari ini, lupakan apa yang telah lalu ( yakrhfirullahu lakum ) semoga Allah mengampuni bagi kamu ( wahuwa arhamurrahimin ) sungguh Allah maha penyayang bagi kalian 

Nah daripada ayat ayat ini di simpulkan bahwa nabi Yusuf bukan orang yang pendendam, nabi Yusuf ini orangnya sabar dan pemaaf, 

sifat dendam ini ada dalam diri kita, tinggal kita ini apakah bisa menguranginya atau menghilangkannya di dalam diri kita, sifat dendam ini kalau kita biarkan akan membahayakan diri kita, sebagaimana lawannya daripada sifat dendam ini adalah pemaaf, dan sifat pemaaf inilah yang kan meninggikan derajat kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda
( Almukmin laysa bi Haakud ) orang mukmin itu tidak pendendam, orang beriman itu tidak akan mau sifat dendam ini ada pada dirinya, dendam ini adalah marah yang tersimpan di dalam hati, nah kalau kita biarkan sifat dendam ini terus berkembang di dalam diri kita, ini akan menghantarkan diri, mengundang kita kepada sifat-sifat tercela lainnya, maka musti kita berhati-hati 

Nah wajib bagi kita untuk mengobati penyakit dendam ini, supaya hilang dari diri kita, nah musti kita belajar juga bagaimana caranya supaya menghilangkan sifat yang buruk ini 

1. Ilmu pengetahuan : ilmu mengenai bahayanya dendam mulianya menjadi orang yang pemaaf, contohnya oh itu ada orang yang dulu menggibah aku, kalau aku dendam kepadanya nanti aku tidak di katakan sebagai seorang mukmin oleh Baginda Rasulullah, nanti aku di marah sama Allah, dan akan banyak menimbulkan sifat-sifat jahat di dalam diriku

Kalau itu orang ku maafkan aku di muliakan Allah, aku di masukkan Allah ke syurga tanpa hisab, aku di cintai oleh Baginda Rasulullah, nah ini obatnya mudah-mudahan kita bisa selalu mengingat obat yang bisa menyembuhkan sifat yang tidak baik ini di dalam diri kita

2. Obatnya memuji orang yang di dendam serta mendoakannya, melawan nafsu kita yang tadinya dendam di ganti menjadi memuji itu orang serta mendoakannya, yang tadinya kita ini mendapatkan dosa maka berubah menjadi pahala, nah Alhamdulillah dapat pahala daripada Allah subhanahu wa ta'ala, senang hati kita kalau macam ini, nah ini obatnya juga, 

Nah kalau kita melakukan yang demikian itu syaitan akan merasa kalah, merasa terhina aakan perbuatan yang kita lakukan diapun sedih, menangis Karna syaitan ini merasa gagal menghasut kita kepada hal yang tidak baik 
bagus lah kalau macam itu, mudah mudahan kita semuaan ini bisa belajar sifat yang tidak baik di dalam diri kita kemudian kita ganji kepada sifat-sifat yang baik yang di Ridai oleh Allah,  saling memaafkan antara sesama kita atas kesalahan - kesalahan yang telah lalu
semoga Allah menolong kita semuaain ini dan memberikan petunjuk serta kemudahan dalam melakukan perkara yang baik, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 






Tidak ada komentar:

More Article about this Blog