di dalam beberapa kita tafsir mengatakan bahwa amal ibadah yang di lakukan di bulan Rajab ini akan di lipat gandakan pahalanya oleh Allah, dan demikian juga maksiat atau dosa yang di lakukan oleh hamba Allah maka itu pun juga akan berlipat ganda dosanya
Dengan ini kita berharap kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar bisa memanfaatkan bulan yang berkah ini dengan memperbanyak amal ibadah kita kepada Allah
______
( Assuratul khromisyata 'asyaro min shuwaril Qur'an, siratul Hijr, surah ke 14 yang ada di dalam Alquran adalah surah Al Hijir, Ini sudah (makkiyyatun) di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekah ke Madinah ( Wa ayatuha ) dan ayat-ayatnya ( this'un wa this'una ayah) 99 ayat
Kenapa surah yang ke 15 ini di namakan dengan surah Al Hijir, karena di dalam surah ini ada ceritakan tentang ashabul Hijir ini,
Hijir itu adalah hiyal Madinah Bainal Hijaz wassyam, Hijir itu satu kota, telaknya antara Madinah dengan Syam, Suria, (fiha qobilatu shamud qaumu Sholeh 'alahissalam
Pada Hijir itu bertempat satu kobilah yang bernama shamud yaitu kaum nabi Sholeh 'alahissalam
Nabi Sholeh adalah salah satu nabi yang wajib kita imani kebenarannya, nabi yang ke 5 di antara 25 nabi yang kita kenal, nabi Adam, nabi Idris, nabi Nuh, nabi hud, nabi Sholeh, silsilah beliau nabi Saleh bin Ubaid bin as bin masih bin 'abid bin Yazid bin shamud bin Amir bin iram bin Syam bin Nuh alaihissalam
( Fa'ashallahu Soleh ) maka Allah mengutus nabi Soleh kepada itu kaumnya karena mereka itu penyembah berhala, Allah mengatakan di dalam Alquranul Karim
80-84
Sungguh mendustakan itu orang-orang Hijir akan rasul rasul Allah
Kami datangkan kepada mereka ayat-ayat dan tanda tanda kami, akan tetapi mereka berpaling daripada ayat-ayat kami,
Ujarnya wahai Sholeh kami mau beriman kepada Tuhan engkau, asalkan engkau berikan tanda kepada kami tentang beneran engkau
Ujar nabi Sholeh, apa yang kalian minta, maka mereka pun menunjuk kepada suatu batu yang besar, di sebuah gunung, wahai Sholeh kalau engkau bisa mengeluarkan seekor unta daripada batu itu kami percaya, unta yang besar, pas unta itu keluar daripada batu, dan dia harus beranak besarnya macam mamaknya
Nah kalau engkau bisa membuat seperti itu kami akan percaya kepada tuhan engkau, maka nabi Sholeh berdoah kepada Allah, doa beliau di kabulkan Allah, batu yang sebesar gunung tadi, pecah, keluar unta yang sangat besar, begitu itu unta keluar ia langsung melahirkan anak, yang besarnya sama dengan mamaknya
Nah dengan demikian itu, sebahagian kecil ada yang beriman dan sebagian besar masih tidak beriman kepada Allah, nah jadi unta di sebut ( nakatullah ) unta Allah, karena lahirnya ajaib,
Nabi Sholeh berkata ini unta jangan di ganggu, siapa-siapa yang mengganggu ini unta berarti dia akan mendatangkan azab Allah,
dalam beberapa tafsir di katakan bahwa di kota itu ada beberapa sumur, andaikata itu unta tadi minum di sumur maka habisairnya, karena sangkin besarnya ini unta,
singkat cerita orang-orang yang kafir kepada nabi Sholeh mereka menyembelih itu unta, mereka menantang wahai Sholeh mana yang kau janjikan azab Allah itu
Mereka itu memahat gunung, menjadikan rumah mereka, dan mereka kira bisa merasa aman di dalamnya
Maka datang kepada mereka petir yang sangat dahsyat di waktu subuh, pagi hari
( Nazi'allahu Sholihah wa man ma'ahu,
Wa'ahlakallahu ahla khromshati 'a lafi baytin ) Allah menyelamatkan nabi Sholeh dan orang-orang besertanya, menurut sebahagian riwayat yang beriman kepada nabi Sholeh cuman 120 orang, yang lainnya orang binasakan sebanyak 5000 lebih orang
(Shummar tahala sholeh ila Makkah, wa tuwuffiya fiha, wa umruhu shamanan wa khromsuna Sanah) kemudian nabi Sholeh pindah ke Mekkah dan beliau di wafatkan Allah di Mekah umur beliau 58 Thn
Jadi Hijir tempat dimana kaumnya nabi Sholeh ini sampai sekarang masih ada bekas-bekasnya, ibu Umar meriwayatkan
( mararna ma'arrasulillah shalallahu alaihi wasallam 'alal Hijir, fakolana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam la radkhrulu maa shakinallatadzina ampusahum, illa antakuna bakhin, Hazaran awyusibakun misluma 'ashobahum rowahul Bukhari
Nabi kita beserta para sahabat lewat di kita Hijir tadi, tempat kaum nabi Sholeh yang penduduknya di azab oleh Allah, ujar nabi kita jangan kalian masuk ke tempat-tempat orang yang di siksa kecuali kalian menangis dan khawatir kalau kalau itu azab nanti menimpa akan kalian seperti apa yang menimpa mereka itu
Jadi nabi kita pas saat lewat di situ dalam keadaan takut dan cepat-cepat meninggalkan tempat itu, sampai-sampai beliau berkata jangan hendak minum air yang ada disitu, karena itu air bekas minumnya orang-orang di kutuk oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Nah para ulama mengkhiaskan, mengiktimalkan andaikata kalau kita ini lewat di kubur-kubur orang-orang kafir, kalaupun kita ada terlewat di kubur orang kafir maka takutlah kita kepada Allah, dan cepat-cepat meninggalkan tempat itu karena sangkin takut kepada allah
___________
Sebagaimana dengan surah-surah yang lain banyak memberikan petunjuk dan arahan kepada kita untuk selalu berada di jalan yang lurus, Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan di dalam alquran, ayat 92-93
allah subhanahu wa ta'ala bersumpah ( pawarabbik ) demi tuhan engkau, sungguh kami akan menanya mereka manusia itu nanti seluruhnya pada hari kiamat, sungguh kami akan menanya mereka itu seluruhnya dari apa yang mereka kerjakan, terkecuali orang-orang tertentu yang tidak di tanya lagi oleh Allah
( Ma min 'abdin yarkh tu khrodwatan Illa suwila 'anha ma'arida biha ) tidak ada seorang hamba yang melangkah satu langkah melainkan dia nanti di tanya apa tujuannya melangkah itu, dan mau kemana dia melangkah itu, Allah nantinya menanya manusia itu bukan Allah tidak tahu apa yang manusia kerjakan,
tapi Allah menanya itu adalah untuk menyenangkan hati orang-orang yang takwa dan untuk menghinakan orang-orang yang ingkar kepada Allah, setiap langkah yang kita lakukan akan di tanya oleh Allah, pada tahun sekian, bulan sekian, hari sekian, jam sekian, melangkah kemana, nah itu terjadi pada waktu penghitungan amal
( Lanas alannahum ajma'in ) pasti kami akan menanyakan kepada mereka semua, apa yang sudah mereka kerjakan, apa-apa yang di tanyakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di waktu itu
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa
( Awwalu ma yuhasabu 'alal 'abdi ayyussholah rowahu annasa'i
Pertama yang di hitung oleh Allah subhanahu wa ta'ala atas hamba adalah shalat, sembahyang, macam apa shalat engkau itu, dari engkau baligh sampai mati, cukup tidak atau ada yang tertinggal, nah soalan pertama yang akan di tanya oleh Allah adalah shalat itu
Qola Yahya bin sha'id, Balagrhoni 'anna awwala mayunzoru bihi min 'amalin marri ayyussholah, fa'inkubilat minhu nuziro fima bakiyya, Wa'illam tukbal
Minhu Lamyunzhar bi syai'in min 'amali
Sesungguh awal yang di periksa dari perbuatan amal seorang hamba adalah sembahyang, shalat, karena ini tiang agama, jika di terima sembahyang itu, baru di periksa amal ibadah yang lainnya,
( Wa'illam tukbal minhu )
Jika tidak di terima sembahyangnya itu dari seseorang
( Lamyunzhar bi syai'in min 'amalih)
Maka tidak di tengok lagi amal amal lainnya, artinya di tolak oleh Allah, nah inilah pentingnya sembahyang
Di dalam riwayat yang lain Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyampaikan bahwa
( Inna awwala mayunzoru min 'amalil 'abdi yaumal kiyamah assholah, fa'in wuzidat taaammatan qhutilat minhu washa'iru 'amalih, wa'inwuzidat naaaakhishatan rhuddat Alayhi washa'iru 'amalih )
Awal yang di periksa daripada seorang hamba itu adalah sembahyang, jika sembahyang itu di dapati sempurna maka shalat itu di terima dan amal yang lainnya pun di terima oleh Allah, tetapi jika sembahyang itu di dapati kurang ( rhuddat Alayhi washa'iru 'amalih ) sembahyang itu di tolak dan seluruh amalnya, nah jadi benar-benar kita belajar tentang shalat ini, dan bersungguh-sungguh kita dalam hal yang demikian itu,
karena shalat ini lah yang akan membuat akhlak kita menjadi lebih baik mau itu kepada Allah ataupun kepada sesama mahluknya Allah, nah ini kalau kita benar-benar belajar tentang shalat
Nah perlu juga kita belajar macam mana sembahyang kita supaya di terima supaya sempurna
1. Kita laksanakan syarat dan rukunnya serta adab-adabnya
2. Menghindarkan dari yang membatalkan sembahyang
3. Pakaian, tempat, badan, tidak ada mengandung yang haram, kalau ada segera bertaubat kepada Allah
4. Khusuk, karena sembahyang itu di terima oleh Allah seberapa kadar khusuk kita di dalam shalat, di tambah dengan sunnatnys, qobliyah bakdiyah
Penyempurnaan sembahyang adalah sembahyang berjsmaah
Baginda Rasulullah mengatakan
( Laa sholata Li Zalil masjid illa bil masjid ) tidak sempurnah seseorang yang menjadi tetangga masjid/surau kecuali berjemaah di masjid, tetangga masjid tu macam apa, 40 rumah ke depan, ke belakang ke samping kiri dan kanan nah itu di katangan tetangga masjid, mudah-mudahan kita semuan ini bisa rajin shalat berjamaah bagi yang laki-laki, kalau perempuan yang umur dewasa cukup aja di rumah shalatnya
Di nukil daripada para ulama Orang-orang yang bersungguh-sungguh shalat berjamaah di masjid itu akan di berikan Allah 5 perkara nah ini perlu kita belajar juga supaya menjadikan diri kita lebih semangat lagi :
1. ( Yurfa'u anhul dikul 'aiysh
Di angkat daripadanya kesulitan hidup, di berikan ketenangan di dalam hatinya
2. ( Yurfa'u 'anhu 'ajabul qobri )
Di angkat daripadanya azab-azab kubur
3. ( Yukdho kitabahu biyaminih )
Akan di cacat di buku amalnya sebagai orang-orang yang mendirikan shalat , dan iapun tersenyum akan demikian itu dan di sambutnya itu cacatsn amal menggunakan tangan kanan, dengan hati yang nyaman
4. ( Yamurru 'ala sirot qolbarkil Krhotib
Dia lewat di titian Sirat seperti kilat yang memancar
5. ( Yadkhrulul Jannah ni ghroiril hisab )
Dia masuk surga tanpa adanya pertanyaan dan hisab
Coba kita lihat orang-orang yang aktif sembahyang 5 waktu itu pasti kebanyakannya orang-orang yang tidak punya banyak pekerjaan, biasanya tak banyak berisi harta dan mengurusi dagangan, orang susah, fakir miskin, pensiunan, nah inilah orang-orang yang selalu datang ke masjid
nah coba aja kita lihat, betapa bahagianya mereka itu nanti di akhirat dan akan mendapatkan kemuliaan daripada Allah, maka jangan kita anggap hina mereka itu, walaupun hidupnya biasa aja, tak punya banyak berisi harta, kerjaan pun asal-asalan, tapi mereka itu nantinya akan sangat bahagia di akhirat nanti
Setelah itu apalagi yang di tanya oleh Allah
( Wa shu'ila anmalihi ) di tanya itu manusia daripada hartanya ( min 'aynaktashabahu wa fima anfaqohu)
Dimana kita mendapatkannya dan pada apa kita Menggunakannya ( fawarabbi la nas'alannahun azma'in )
Demi tuhan engkau mereka akan kami tanya seluruhnya
Di dalam kitab Al khaba'ir yang di karang oleh syech Ibnu Hajar Al Haitami beliau mengatakan menggunakan uang walaupun 1 sen untuk melakukan dosa kepada Allah ini (minal khabair) termasuk dosa besar, apalagi lebih daripada 1sen, maka hati-hati kita segera bertaubat kepada Allah
( Wakazalika zahuhu ) demikian pula di tanyakan kepada manusia itu tentang pangkatnya, kedudukannya
( Min 'aiy nak tashabahu wa fims anfaqohu ) kamu di tanya nantinya tentang jabatan, bagaimana km mendapatkan itu jabatan, bila menggunakan cara yang di haramkan, curang, menyogok, nah bahaya kita nanti
Adalagi yang menjawab saya dapat ini dari jalan yang benar, Karna rakyat menghendaki, tanpa di iming-iming okey materi dan iapun jadi pejabat nah ini benar, dan di tanya lagi bagaimana km menggunakan itu jabatan? Apakah di gunakan untuk jalan yang benar, makin banyak orang berisi nikmat di dunia, makin banyak pertanyaannya, makin lama masuk surga, itulah adilnya Allah subhanahu wa ta'ala
Setelah selesai itu pertanyaan tadi maka Allah mengatakan wahai Fulan apakah engkau ada hak kepada orang lain, apakah engkau pernah di dzolim oleh orang lain, katakan siapa orangnya, si anu pernah menggibagku, si anu pernah berbuat ini kepadaku, dan lainnya , kalau banyak orang yang dzolim kepadanya maka akan di panggil semuanya oleh Allah
Sesudah selesai itu Allah penyeru kepada penduduk Mahsyar, wahai penduduk Mahsyar aku sedang menghisab Fulan bin Fulan, sekarang siapa yang ada merasa ini orang sudah dzolim kepada kalian maka segera datang kesini,
sampai-sampai nanti ada orang datang kepada kita, ya Allah saya ini punya hak kepada ini orang, ujar kita engkau ini siapa, aku tidak kenal, ini orangpun berkata ya Allah dahulu aku pernah melakukan dosa, melakukan perbuatan mungkar tapi dia ini tidak menegurku, padahal ia ada di situ, udah termasuk juga kita kena di perhitungan
Mangkanya kalau kita ini ada melihat suatu kemungkaran, atau kawan kita yang di sebelah ini berbuat dosa, nasihatkan, kalau tidak bisa langsung tinggalkan, jangan kita diam disitu, nanti kita bisa di seretnya di hadapan Allah kelak di akhirat
( La yambagrhi Li ahadin ayyadkhrulal Jannah, wawahidun min ahlin nar, yadth lubuhu bi mazlimah ila akhir, belum pantas seseorang itu masuk surga sedangkan masih ada orang yang di neraka itu punya hak pada dirinya, jadi orang yang masuk syurga itu adalah orang-orang yang betul betul bersih baik dosa kepada Allah dan dosa kepada manusia, mangkanya sekarang ini kita bersungguh-sungguh bertaubat, kalau ada salah kepada Allah langsung tobat, ada salah kepada manusia langsung minta maaf, minta halal, ini sangat penting
Abdurrahman bi auf, sahabat nabi yang di jamin masuk surga dia terlambat daripada lainnya selama 500 tahun, kenapa ? Karena ini sahabat paling banyak berisi harta, padahal sudah di jaman masuk syurga, tapi apabila masukkan perhisab maka akan di hitung Allah secara teliti satu persatu pada waktu hisab itu
( Mankanat 'indahum mazlimatun li akrhi min 'irhidi aw sya'ik, Fal yatahallalhu qobla ayyakuna dinarhum wala dirham ) hendaknya kalian itu meminta maaf, minta halal, minta Rida di dunia ini kepada siapapun sebelum nanti di akhirat sudah tidak berlaku lagi yang demikian itu,
sehingga kita wafat dalam keadaan bersih daripada dosa dan tidak ada lagi sangkut pautnya dengan manusia barulah hati kita bisa tenang, mudah-mudahan kita semuan ini di tolong oleh Allah dan di wafatkan oleh Allah dalam keadaan suci, dalam keadaan bersih, dalam keadaan taubat, baik itu dosa kepada Allah dan kepada seluruh makhluk Allah, dan kitapun di wafatkan dalam keadaan Husnul khatimah, mengucapkan kalimat Laila ga illallaaaah Muhammadur Rasulullah, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Asal lima waktu berjamaah,
Insyaallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar