Ini surah ( makkiyyatun ) di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekah ke Madinah, ( wa ayatuha ) dan ayat-ayatnya ( shamanun wa 'isruna wa mi'ah ) 128 ayat
Ma makna an nahl itu, an nahl artinya adalah lebah, dan di dalam surah ini ada menceritakan tentang yang demikian itu, sebagainya yang sudah di sampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran pada ayat 68-69
Artinya adalah, ( wa awha rabbuka ) tuhan engkau memberikan Ilham, ( ilan nahli ) kepada lebah, untuk membikin sarang, baik itu di gunung, di pohon, atau di tempat yang di bikin oleh manusia, kemudian Allah memberikan Ilham kepada lebah itu agar memakan dari tiap-tiap buah dan jalanilah jalan Tuhan engkau dengan mudah
Keluar dari perut lebah itu madu, bermacam-macam warnanya ( fihi sifaul linnas ) pada madu itu kesembuhan bagi manusia, ( innafi jalika la ayatil liqauwiy yatafakkarun) sesungguhnya demikian itu adalah tanda bagi orang-orang yang berpikir
Na hal, ini ( min jumlatizzubab ) termasuk jenis serangga
Di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan ( azzubab kulluhu finnar illan nahla akhrozahul hakim ) serangga itu seluruhnya di neraka, yang punya sengatan-sengatan, bukan mereka itu di siksa di dalam neraka tidak, tapi bertujuan untuk menyiksa orang-orang yang ada di neraka, ( illan nahal)
kecuali lebah
( Wannahlu yahruma 'akluha wa'inkana 'ashaluha halala kal 'adamiyah Labanuha halal walahmuha haram ) lebah itu haram di makan, madunya saja yang halal
( Wayahrumu qot luha ) dan di larang membunuh lebah itu ( linahyin nabi shalallahu alaihi wasallam an qot lihat) Karna Baginda Rasulullah melarang membunuh lebah itu
Keluar dari perut lebah itu madu, Alquran mengatakan demikian, lewat mana keluarnya itu madu, apakah lewat belakang? Di dalam banyak tafsir di sebutkan madu itu keluar ( min afwahi ) dari mulut lebah,
mengenai madu ini, qola Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ( al 'ashal shifa'um mingkulli dak rawahu ibnu majah ) madu itu adalah obat dari tiap tiap penyakit, sakit apa aja madu itu bisa di jadikan obat
Namun kita perlu belajar juga berapa kadar banyaknya madu yang kita minum itu, sakit perut misalnya, kita minum satu botol madu, Alquran mengatakan madu itu obat segala penyakit, ini aku minum madu sebotol kok tidak sembuh malah tambah sakit perut ku, minum sebotol, jadi kita belajar juga macam mana cara minumnya, berapa kadar yang harus kita minum bagi tiap-tiap penyakit yang kita hadapi, nah insyaallah madu itu akan menjadi obat tentunya dengan izin Allah
Kisah hadist
Di zaman rasulullah shalallahu alaihi wasallam di kisahkan datang seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ( faqola in akhri is tat laka bath nuh ) wahai Rasulullah saudara saya sakit perut, ( faqola ) nabi kita menjawab ( is qihi 'ashala, ) kasi dia minum madu ( fasaqohu) di minumnya itu madu, ( shumma za illarrasul shalallahu alaihi wasallam) kemudian datang lagi itu laki-laki ( ya rasulullah, inni qod shakaytuhu 'ashala falam Yazid Illa istatlaka ) ia sudah menim madu tapi kenapa tambah sakit,
( faqola ) ujar nabi, ( isqihi 'ashala ) suruh minum lagi madu, di minumnya lagi madu, datang lagi dia, ya rasulullah, bertambah sakit wahai Rasulullah perutnya,
Sampai 3 kali, Rasulullah berkata ( sodaqallah, wa kaza ba bath nuh akhi ) Allah itu maha benar, madu itu adalah penyembuh, perut saudara engkau itu yang dusta kalau Allah itu maha benar, lalu kata Rasulullah ( isqihi 'ashala ) kasi lagi dia minum madu,
( Fashaqahu fabaro'a ) akhirnya dia sembuh daripada sakit perut tadi, nah mungkin beberapa kali belum sembuh itu kadarnya kurang, contohnya diminum sesendok, mustinya 4 sendok, 4 kali di minumnya baru
(Fashaqahu fabaro'a) di minumnya kali yang ke 4, maka iapun sembuh daripada sakitnya itu
Dalam ayat tadi Allah mengisyaratkan kepada kita kalau berobat itu merupakan sesuatu yang di anjurkan oleh Allah apabila kita mengalami sesuatu yang sakit di tubuh kita ini, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjelaskan kepada kita ( ya 'ibadallah tadawaw fa'inallaha lam yadhokda'an illa wadho'alaha sifha
Aw dawa'a illa da'an Wahid, Qolu ya rasulullah wamahuwa, qola 'alil harom, rowahu Bukhari watarmidzi.
Bertobat lah kalian kata rasul, sungguh tidaklah Allah mengadakan suatu penyakit melainkan Allahpun sudah siap membuatkan obatnya, kecuali ada satu penyakit kata Rasulullah yang tidak ada obatnya, sahabat bertanya ( wamahuwa) apa itu ya rasulullah, ( qolalharom) kecuali penyakit tua
Kalau lain daripada itu sakit apa aja ada obatnya, kalau belum sembuh berarti belum ketemu obatnya yang pas, semua penyakit ada obatnya karena Allah sudah menyatakan lewat Baginda Rasulullah setiap penyakit ada obatnya kecuali tua, nah tua ini bukan di obati tapi di sikapi dengan cara baik dan bijaksana sesuai arahan Allah,
Nah penyakit tua ini jangan di tantang, muka kita sudah keriput jangan hendak di bagus bagusi, hendak di operasi, kulit udah kendor hendak di kencangkan, jadi apabila kita sudah masuk kepada tua ini jangan lagi kita banyak tingkah mencari obat awet muda, cukup di sikapi dengan bijaksana fokus saja beribadah kepada Allah, fokus bertaubat kepada Allah
sesungguhnya lebah itu merupakan satu ayat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mahu berfikir, nah lebah itu adalah satu contoh yang perlu kita tiru, ada hadist mengatakan ( almukmin kan nahla ) orang yang beriman itu seperti lebah
Di dalam kitab hayatul hayawanan Al kubro di sebutkan
Apa keistimewaan yang ada pada lebah yang musti kita contoh :
1. ( Ittihad ) mereka itu bersatu, lebah ini kalau menyerah tak mahu dia sendirian, ramai-ramai
2. ( Tho'atul amir) taat kepada pemimpin, lebah ni tak mahu berkhianat kepada rajanya, tentunya dalam hal kebaikan,
3. ( Tatbirul Marta Wal mat'am ) lebah ini sudah merancang begitu baik makanannya,
4. ( Zhuu saja'atin ) punya keberanian ( wanazhorun fil 'awakib) dan sifat lebah ini suka memikirkan yang akan datang,
________________________
Sebagaimana surat lainnya maka surah ini juga memberikan jalan yang terbaik kepada kita, memberikan nasihat kepada kita dalam kehidupan ini, Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan di dalam Alquran surah annahl ayat 90
Ini salah satu arahan Allah kepada kita, ( innnallah yakmuru bil 'adli ) Allah memerintahkan dengan adil ( Wal Ihsan ) dengan berbuat Ihsan( waitaa izilqurba ) dan silaturrahim ( wayanha ) Allah melarang ( 'anil fahsyat) daripada fahsyat, ( walmungkar) dan perbuatan mungkar, ( walbagrhi) daripada bagrhi ( ya'izukum ) Allah menasihati kalian ( la'allakum tazakkarum ) agar kalian bisa menjadikan itu peringatan
Pertama Allah menyuruh kita adil, adil itu artinya ( ibaratun 'anil amril Mutawwaaassyid, Bainal ifrad Wattafrid, antara kurang dan lebih, nah di tengah-tengah itu adil namanya, penempatan sesuatu pada tempatnya
Yang di perintahkan Allah agar kita adil ini mencakup adil dalam 'iktikat, dan adil dalam perbuatan anggota tubuh kita, adil pada keyakinan itu macam mana ( minannas mayyakul nafyal Ilah, waminannas mayyakul Li kasratil ilah ) sebahagian manusia mengatakan kalau tuhan itu tidak ada, sebahagian manusia lagi mengatakan kalau tuhan itu ada banyak, nah kalau kita macam mana antara mereka itu tadi mengatakan tuhan itu tidak ada, ada lagi yang mengatakan tuhan itu ada banyak, tuhan agama ini, agama itu, ini pendapa tentunya saling bertentangan
Kita ini kalau hendak adil maka katakanlah tuhan itu ada namun hanya satu, kita jangan ikut pendapat yang mengatakan tuhan tidak ada itu namanya tafrid, jangan kita berani mengatakan tuhan itu ada banyak itu namanya ifrad, kita katakan tuhan itu ada, hanya satu la Ilaha Illa) nah ini adil
Diantara manusia muslim Adalagi macam golongan jarabiyah, mereka ini menafikan perbuatan hamba, semuanya adalah Allah, ada lagi kelompok qodariyah, mereka mengatakan semua yang berbuat itu adalah hamba tidak ada hubungannya Allah sama sekali, maka kalau kita adil maka pilihnya semua adalah perbuatan Allah Namun usaha adalah daripada hamba, macam Allah memberiku iman, memberi akal, memberi ilmu, memberiku hidup maka ku gunakan untuk beribadah kepada Allah, dan aku berusaha menjauhkan diri daripada semua perkara yang di larang oleh Allah
Dan adil ini juga mencakup perbuatan anggota, macam infak, infak ini adalah sesuatu perbuatan yang adil, menafkahkan harta di jalan Allah, nah ini adil , tengah-tengah, kirinya ini Bakhil tidak mahu mengeluarkan apapun dan untuk apapun, sebelah kanannya tafzir, ada sumbangan masjid di bantunya juga ada kawannya hendak minum arak di bayarkannya juga, kalau kita yang adil di tengah-tengah, ku gunakan ini hartaku hanya untuk perkara yang di jalan Allah
( Wal Ihsan ) Allah menyuruh Ihsan, ini artinya
( almubalaghroh fi 'adail tho'at ziyadatan alal Qodri wajib
Bersemangat dalam mengerjakan taat dan melebihi daripada perkara yang wajib, ini namanya Ihsan, macam kita ni shalat Dzuhur 4 rakaat, kemudian kita tambah qobliyah dan bakdiyah nah ini Ihsan
Macam persoalan zakat, kita ini tiap hari makan berat harganya yang 5kilo umpamanya 50 ribu, maka kita di tuntut berfitrah sesuai dengan beras yang kita makan kemudian pas zakat, kita beli beras yang harga 70 ribu 5kilo kemudian beras yang mahal itu kita zakatkan nah ini Ihsan,
Macam kita jual kain, orang hendak beli 1 meter, kita ukur pas 1 meter, nah ini adil, kalau kita kurangi dzolim, tapi kalau kita tambahi sedikit nah ini Ihsan
( Wa ita ijil qurba ) dan Allah menyuruh silaturrahim, jangan sampai putus hubungan keluarga, jangan saling bermusuhan, anak jangan durhaka sama orangtua
( alfahsya, mungkar, baghriyun) ini maksudnya sama perkara dosa, maksiat, di dalam diri kita setiap manusia ada mempunyai sifat kebinatangan, mangkanya bisa makan, bisa kawin, bisa tidur, dan di dalam diri manusia ada sifat kebuasan, mangkanya ada marah, ada cemburu, dan di dalam hati manusia ada sifat syaitoniyyah
1. Nah Allah melarang fahsya, ini perbuatan dosa yang datang daripada sifat kebinatangan, seperti zina, homoseksual, lesbian, nah kalau kita ini sampai melakukan zina maka kita lebih hina daripada haiwan,
Macam makan harta orang, mencuri, korupsi, riba, nah ini fahsya bahasa qur'annya
2. Allah melarang mungkar Kalau perbuatan dosa mungkar ini timbul daripada sifat kebuasan yang ada pada diri kita, contohnya, menyakiti orang, memukul orang, menyindir orang, membunuh orang
3. Dan Allah melarang baghri, nah ini perbuatan dosa yang timbul karena sifat syaitoniyyah, macam kita ini sombong, ujub, tidak suka dengan baikan mengajak orang berbuat dosa, nah ini sifat-sifat syaitan, dari sifat syaitoniyyah ini lah timbul perkara dosa yang di namakan Alquran sebagai baghri
Allah memberikan nasihat kepada kita, memberikan petunjuk kepada kita, memberikan pedoman kepada kita agar bisa menerapkan apa-apa yang sudah di terangkan oleh Allah tadi, mudah-mudahan Allah menolong kita memberikan kekuatan kepada kita baik dzohir maupun bathin, untuk mendapatkan keridhaan Allah, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
ambil lah pedoman daripada Allah subhanahu wa ta'ala Allah memberikan nasihat, sudah memberikan petunjuk
agar demikian itu menjadikan pelajaran bagi kita semua
11 20
Menit 15 insyaallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar