Ini sudah ( makkiyyatun ) di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekah ke Madinah, ( wa ayatuha ) dan ayat-ayatnya berjumlah ( 'ihda 'asrota wa mi'ah ) 111
Kenapa surah ini di namakan dengan Al isra, karena di dalam surah ini ada menceritakan satu peristiwa yaitu isranya Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, sebagainya yang sudah di sampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran ayat 1 isra
( Subhanalladzi asra ) maha suci Tuhan, (bi'abdihi lailam) yang memperjalankan hambanya, nah ini ruh dan jasad, ( minal Masjidil haram ) dari Mekkah Mukaromah ( Ilal Masjidil Aqsa) di Palestina, yang kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepada hamba kami itu tentang ayat-ayat kami, sesungguhnya Allah maha mendengar dan maha melihat
Salah satu tujuan atau faedah yang di dapat oleh junjungan kita Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam peristiwa isra dan mi'raj itu, Allah memperlihat kepada nabi kita sebahagian tanda-tanda kebesaran Allah, Baginda Rasulullah waktu itu di perlihatkan syurga, di perlihatkan neraka, di perlihatkan nabi - nabi sebelum beliau, di perlihatkan Baitul makmur, di perlihatkan Sidratul Muntaha dan berbagai macam tanda-tanda kebesaran Allah subhanahu wa ta'ala
Kenapa di perlihatkan kepada Baginda Rasulullah syurga neraka dan macam macam lainnya tadi, ada sebahagian ulama yang mengatakan agar nantinya pada waktu hari kiamat Baginda Rasulullah tidak lagi memikirkan yang demikian itu, pada hari itu beliau hanya fokus untuk mencari ummatnya, fokus untuk memberikan syafaat kepada manusia, subhanallah
Banyak tanda-tanda yang di perlihatkan Allah kepada Baginda Rasulullah selama perjalanan isra dan mi'raj itu kita ambil beberapa contoh dari sekian banyak tanda-tanda yang di perlihatkan Allah kepada nabi kita tercinta Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Antara lain Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ( shumma 'ati ala kaumin tukro'du
Al-sinatuhum Wal sifa huhum bimakorid, min hadidin , kullama kuridad 'adad, kama kanat layufadtaru 'anhum min Zalik sya'i, Kola ma hula i ya Jibril, kola ha ula i khrotaba'ul fitnah )
Aku datang atas satu kaum, yang mana di gunting lidah-lidah mereka itu dan bibir-bibir mereka dengan gunting dari besi nereka, manakala di gunting itu lidah dan bibir kembali seperti semula di gunting lagi kembali lagi sampai seterusnya,
Baginda Rasulullah bertanya hai Jibril siapa mereka itu,
Jibril menjawab ( ha ula i khrotaba'ul fitnah ) mereka itu adalah penceramah-penceramah yang membawa fitnah, penceramah-penceramah yang membuat masyarakat menjadi terpecah belah, penceramah-penceramah yang membuat masyarakat bingung dengan agamanya, penceramah-penceramah yang membuat masyarakat menjadi ragu-ragu dengan keyakinannya, penceramah-penceramah yang membuatkan masyarakat saling bermusuhan antara satu dengan lainnya
Berceramah, berpidato membuat orang kacau, orang yang asalnya nyaman, asalnya tenang, datang ini penceramah, orangpun jadi masalah, jadi terpecah belah, walaupun yang di sampaikannya itu benar, tapi cara penyampaiannya atau tempat penyampaiannya yang salah, satu contoh umpamanya sudah berpuluh-puluh tahun, sembahyang di kampung kami ini sholat tarawih itu 20 rakaat tambah witir 3, 2 rakaat,1 rakaat selesai
Damai tenang, aman, tiba-tiba datang ini penceramah lalu ia mengatakan sembahyang tarawih itu tidak 20 rakaat, cukup 8 aja, yang 20 itu tidak benar, di bawak-bawaknya nama Baginda Rasulullah, rasul tak pernah buat taraweh macam ini, nabi cuman 3 malam sahaja berjamaah, sisanya di rumah, nah yang kalian kerjaan itu salah,
Adalagi macam sudah berpuluh-puluh tahun di kampung kita ini apabila orang selesai shalat maka mengucapkan astaghfirullah, kemudian dzikir, di tutup dengan doa, selesai itu bersalaman sambil bershalawat kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, ini orang datang, yang kalian kerjakan itu salah, tidak benar ini, harusnya dizkir pelan aja, ini orang membawa-bawa nama Allah, ujarnya dzikir tu jangan kuat kuat Allah tu tak tuli, padahal ini dua-duanya baik, jangan di benturkan, ini masih soal dzikir belum lagi salaman selesai shalat dan perbedaan pendapat khilafiyah lainnya
Macam ada yg mengatakan kalau baca qunut itu sesat, tapi dia berdakwah boleh ikut shalat di belakang imam yang di katakannya sesat itu, ini kan pendapat yang bertentangan, katanya sesat tapi boleh ikut shalat, lucu ini
Di kisahkan bahwa Al imamussyafi',I beliau berpendapat qunut itu adalah sunnat, imam abu Hanifah berpendapat qunut subuh itu tidak sunnat, imam Syafi'i mengatakan sunnat subuh, pada satu saat imam Syafi'i ziarah ke makamnya imam abu hafina, pada saat itu waktu subuh imam Syafi'i pun sembahyang bersama dengan murid-murid beliau tidak pakai qunut, begitu selesai shalat, beliau di tanya oleh muridnya
Wahai imam kepada engkau ini tidak pakai doa qunut, apakah engkau lupa, ujar imam Syafi'i, aku ingat qunut, tapi aku hendak menghormati orang yang ada di dalam kubur ini, yaitu imam abu Hanifah, Karna ini masjid beliau, ia tidak bequnut, maka akupun tidak, nah ini salah satu contoh seseorang pendakwah, seorang imam yang mengerti dan mengajak ummat kepada jalan Allah supaya bisa menghargai perbedaan pendapat
Jadi kalau ada orang yang hendak menjadi penceramah musti dia tahu perbedaan Mazhab, situasi tempat yang hendak di ceramahi apa mazhabnya, macam kita ini orang Indonesia pakai Mazhab imam Syafi'i, terus kita jalan-jalan ke luar negeri pas hendak subuh orang di tempat itu tak pakai qunut, baca alfatihah tak dengar suara bismillah ya tak apa, ikut saja, jangan kita tiba-tiba datang ke tempat orang, menyampaikan assalamualaikum tuan kepada tak pakai qunut, tak dengar baca bismillah nah ini salah namanya
Kemudian lagi hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan (shumma ro'aytu nisha'an mu'allaqotin bi 'asfari 'uuyunihinna) aku di perlihatkan oleh Allah perempuan-perempuan yang di gantung dengan kelopak matanya, kelopaknya di tarik, diapun di gantung dengan itu, (Fakultu) nabi bertanya (mah ha ula ya Jibril) siapa itu perempuan wahai Jibril (qola Jibril, ha ula illati Yamnakna awladahunna darrahunna wayurzikna
Awlada Ghoirihinna ) itu perempuan adalah perempuan yang tidak mahu menyusui anaknya sendiri, tapi dia mahu mengambil upah, di bayar untuk menyusui anak orang lain, anak orang di ajarkannya, di nasihati di doahkannya, anak sendiri di biarkannya nah ini termasuk juga
Di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan ( birro waladak, kama Anna liwalidayka alayka Haqqo, kazalika Liwaladika alayka haqqo ) Berbaktilah engkau kepada anak engkau, sebagai dahulu engkau berbakti kepada orangtua engkau,
maksudnya kita berbakti kepada anak macam apa, para ulama mengatakan cara berbakti kepada anak itu yang pertama adalah mencari pasangan hidup orang yang beriman kepada Allah, yang baik agamanya, yang mahu belajar agama, kitapun musti bersungguh-sungguh dalam belajar ugama, jangan hendak pasangan aja, kita sendiri malas, nah ini nanti kalau kita punya anak ada yang mengajari di rumah kalau kita ini kerja
( Ayyuhassina ismah ) memberikan nama anak kita ni dengan nama-nama yang baik dalam agama kita, Karna ini nama adalah doa
( Waya'ukka anhu in qodar) meng akikahi anak, jika kita ada kemampuan dengan demikian itu, maka di anjurkan
Bahkan Ada pendapat ulama mengatakan kalau seandainya ini orang mampu kemudian dia tidak meng akikahi anaknya, nanti di akhirat kalau ini ada punya syafaat, dia ini penghafal Alquran contohnya, nah nanti orangtua tak dapat syafaat anaknya itu
(Wayunfikohu min Malin halal)
Beri nafkah anak itu daripada harta yang halal, Karna kalau anak ini kita kasi makan dari harta yang haram akhirnya tubuhnya berkembang daripada yang haram, nah nanti di akhirat kita akan di tuntut oleh Allah
( Wayu'allimahu ahamal Islam Wal adab ) orangtua mengajarkan kepada anak hukum-hukum Islam beserta adabnya, ajarkan anak rukun Islam, rukun iman, dosa dosa besar apa, biar anak kita ini mengerti dan bisa menghindar daripada dosa tersebut, kita sekolah di sekolah agama, jadi anak kita ini kita kasi makan, kita kasi nama yang baik, kita ajarkan agama, semua kebaikan yang dia lakukan maka mengalir pahala kepada kita orangtuanya itu
Dan ajarkan adab kepada anak, macam mana kalau adab makan, adab berdoa, adab di kamar mandi, adab dengan orangtua, adab dengan guru dan lainnya
Dan lagi hak kita kepada anak adalah mengawinkan anaknya bilamana sudah di anggap mampu, demikian lah sebagaimana anak itu di suruh berbakti kepada orangtua maka orangtuapun di suruh bakti kepada anaknya
Di kisahkan tentang Aminul mukminin Umar bin Khatab, datang seorang laki laki tua, wahai Khalifah ini anak saya sangat durkaha kepadaku, ujar sayyiduna Umar wahai anak durhaka itu adalah dosa besar, anak tadi berkata wahai Khalifah apakah saya ini ada punya hak kepada orangtua saya, ada, apa itu tuan, Khalifah pun mengatakan hak engkau itu kepada orangtua adalah memberi nama yang baik, mendidik agama, mengajarkan adab dan lainnya
Nah Sayidina umarpun marah, ujar Khalifah wahai orangtua sebelum dia derhaka kepada engkau, maka engkau sudah terdahulu durhaka kepada anak engkau sendiri, jadi masing-masing punya hak,
jadi kita ni sebagai anak harus berbakti kepada orangtua, karena sudah banyak ayat Alquran, hadist, perkataan para ulama yang menyuruh kita berbakti kepada orang tua
Dan lagi yang di perlihatkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah pada waktu mi'raj itu
Di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan
( imro'atan mu'allakotan bisya'ariha yagrhli dimahuha ) aku melihat ada perempuan yang di gantung rambutnya, di siram air panas sampai mendidih otaknya
( Waro'aytum ro'atan mu'allakotan bilisaniha Wal hamimi
Yushobbu Fi Halqiha) aku lihat juga ada perempuan yang di gantung di lidahnya sedangkan air panas di tumpahkan di tenggorokannya,
( Waro'aytum ro'atan kaddasuddats rizlaha ila shadyaiyiha wayaday ila Nasiyatiha ) aku melihat perempuan di ikat kakinya tangannya, sampai ke ubun-ubunnya
( Waro'aytum ro'atan roksu khrinzirin wa badanuha, badanu himar ) aku melihat perempuan kepalanya seperti khrinzir dan badannya seperti himar
( Waro'aytum ro'atan alal shurotil kolbi wannar tadkhrulu min fiha wa tarkh ruju min duburiha ) aku melihat perempuan rupanya seperti anjing, api masuk di mulutnya dan keluarga di duburnya
Putri Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mendengarkan sabda nabi itu, dan ia bertanya wahai Rasulullah kenapa sebabnya perempuan-perempuan di siksa yang demikian itu, Baginda Rasulullah menjelaskan
( 'ammal mu'allakotu bisya'ariha fainha kanat ladwughroddi min sya'araha Minal Rizal ) perempuan yang melihatkan rambutnya kepada laki-laki lain, selain yang di bolehkan, nah ini dia tidak menutup rambutnya nanti di akhirat di gantung
( Wa'ammalladzi Kanat mu'allakotan bilisaniha ) perempuan yang di gantung di lisannya itu ( fainna kanat tukzi zawzaha ) dia sering berkata-kata menyakiti hati suaminya dan dia mati tidak mendapat Rida dan ampunan dari suaminya, di akhirat demikian itu
Perempuan yang di ikat kaki dan tangannya itu adalah perempuan yang tidak bersih mandi junub, mandi haidnya tidak teliti sehingga ada anggota tubuh tidak terbasuh air, dan akibatnya dia meremehkan shalatnya
( Wa'ammalladzi roksu khrinzirin wa badanuha, badanu himar, fainna kanat, nammamah, kazzabah, ) perempuan yang kepalanya khrinzir, badan himar adalah perempuan yang suka adu domba
Dan perempuan yang di masukkan api di mulutnya dan keluarga di duburnya ( Mannanah hassadah) perempuan yang suka mengungkit, menyebut-nyebut jasanya kepada suaminya, dan sifat iri dengki di hatinya
_________
Di antaranya tanda yang di perlihatkan Allah lagj kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,
(Aku di suruh pilih pakaian hitam, hijau, putih, kuning)
(Fakrh tal tul Abyad, maka ku pilih putih ujar nabi, (fakola Jibril, Al abyad siyabul ahlil Islam ) putih itu pakaiannya orang Islam, Kalau hijau ( shiyabu ahlil Jannah) itu pakaiannya orang syurga, kalau kuning ( siyabu ahlil kitab ) itu pakaiannya orang yahudi dan Nasrani, dan hitam ( siyabul ahlil nar ) pakai orang neraka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar