Syekh Abdul Qodir Al Jailani mengatakan bulan syakban itu terdiri dari beberapa huruf
1. Sin ( sharafun ) artinya kemuliaan
2. 'ain ( 'uluwun ) ketinggian
3. Ba ( birrun) kebaikan
4. Alif ( Ulfah ) kedekatan dengan Allah
5. Nun ( nur ) cahaya
Orang-orang yang bisa menghormati bulan syakban ini maka akan di anugerahkan oleh Allah 5 perkara yang demikian itu, nah bagaimana yang di maksud dengan kita bisa memuliakan bulan syakban ini, maka para ulama menjelaskan kepada kita, bulan syakban ini adalah satu bulan supaya kita bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik jasmani maupun rohani untuk menghadapi 1 bulan yang agung yaitu bulan ramadhan
Pada bulan syakban ini di anjurkan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk mengurangi kegiatan-kegiatan yang bersifat dunia yang nanti pada bulan ramadhan yang kegiatan demikian itu terhenti sementara sehingga pada bulan ramadhan kita bisa memaksimalkan diri kita untuk bisa fokus beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala, mudah-mudahan Allah menolong kita sehingga kita bisa di bantu oleh Allah menghiasi kegiatan di bulan Ramadhan dengan perkara ibadah yang mendapat Rida daripada Allah
Silahkan kalau kita bekerja mencari nafkah tapi jangan sampai kita lupa untuk bersyukur kepada Allah dan berpuasa di bulan ramadhan,
______________________
Alhamdulillah kita bisa melanjutkan kembali pembicaraan kita mengenai surah-surah yang ada di dalam Alquranul Karim ( assuratu saminata ashar Suratul kahfi) surah yang ke 18 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah Al Kahfi, ini sudah (makkiyyatun) di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekah ke Madinah, ( ayatuha 'ashrun wa mi'ah ) dan ayat-ayatnya berjumlah 110 ayat
Banyak sabda Rasullullah shalallahu alaihi wasallam yang membicarakan tentang surah Al Kahfi ini, antara lain di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan
( 'ala 'adullukum ala suratin shaiyi 'aha shab'una Alfa malak, Hiiyna nuzilat, hiyasuratul kahfi )
Apakah kalian mau aku tunjukkan surah yang di bawa oleh 70ribu malaikat, ketika surah itu di turunkan kepadaku, itulah surat yang di namakan Al Kahfi ini
Kemudian di hadist yang lain Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan
( Man qoro'a suratal kahfi yaumal Jumu'at, wufira lahu Ilal jumu'atil urkh ro, Waziyadati salashati ayyam, wa'uktiya nuron yabbelurkhussamak Warukiya fitnataddazzal )
Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Juma'at maka di ampuni baginya dosa sampai kepada Juma'at berikutnya di tambah 3 hari, dan dia di beri cahaya yang sampai ke atas langit dan dia terpelihara daripada fitnahnya datzal, ini orang-orang yang Istiqomah membaca surah Al Kahfi
Di hadist lain juga Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan ( man qoro'a ha Lailatal Jumu'ati
Aw yaumal Jumu'ah, 'uktiyanuron min hayshu yakro'uha
ilal Makkah, wahufiralahu Ilal Yaumil jumu'atil ufro wa Fadli Salashanmti ayyyam , wa sholla 'alayhi sab'una Alfa malak, Hatta yusbiha wa'ufiya Minaddak waddubaylah
ila akhir hadist )
Barangsiapa membaca pada malam Jum'at atau siangnya dia di beri Allah cahaya dari tempat dimana dia membaca sampai ke Mekkah cahayanya itu, dan diampuni bagi dia sampai kepada Juma'at berikutnya di tambah 3 hari, dan memintakan ampun kepadanya 70ribu malaikat, dan dia di selamatnya dari satu penyakit dan di jauhkan dari bala bencana
Banyak lagi hadist Rasulullah tentang surah alkahfi ini, namun 3 hadist ini sudah cukup bagi kita landasan untuk mengamalkan surah Kahfi ini, jadi ini amalan yang khusus untuk Juma'at, kalau Yasin tiap hari, kalau almuluk, tiap malam kita di suruh baca, Alif lam assajda tiap malam, alwaqiah tiap hari, kalau surah Al Kahfi merupakan amalam mingguan yang khusus pada hari Juma'at
Kenapa sudah ini di sebut dengan nama Al Kahfi, Kareena di dalam surah ini ada menceritakan tentang ashabul Kahfi, Kahfi artinya satu gua yang sangat besar,
Dan di dalam surah ini Allah menceritakan tentang orang-orang yang berdiam di dalam goa tersebut, sebagainya yang sudah di sampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dapam Alquran ayat 10 dan seterusnya
Ketika bertempat beberapa orang pemuda ke dalam satu goa, dan mereka berdoa ketika memasuki gua tersebut
(rabbanā ātinā mil ladungka raḥmah ) ya Allah datangkan kami Rahmah engkau, (Wa hayyi' lana min amrins rasyada) Dan akhirkan perkara kami petunjuk, maka mereka pun masuk ke dalam goa tersebut, begitu masuk ke dalam goa, Allah berfirman di dalam Alquran
kami tidurkan mereka di dalam goa tersebut beberapa tahun sampai 309tahun, di dalam kitab tafsir ada di ceritakan dimasa kerajaan Dikiyanus, ada juga yang mengatakan sebelum zamannya nabi Isa, adapun mengatakan sesudah nabi Isa, Dikiyanus ini seorang raja yang dzolim lagi kafir kepada Allah, lalu raja ini memerintahkan rakyatnya menyembah berhala, barangsiapa yang tidak mahu menyembah berhala maka dia akan di bunuh, di suatu negeri yang namanya Tarsus
Ada di situ 7 orang pemuda yang tidak mahu ikut dengan peraturan raja tersebut, 7 pemuda ini tetap menyembah Allah subhanahu wa ta'ala, tetap mengesankan Allah, lalu mereka pergi menuju ke sebuah goa yang besar, mereka inilah yang di sebut sebagai ashabul Kahfi
mereka sampai ke dalam goa tadi merekapun di tidurkan oleh Allah selama 309 tahun dan waktu tidur itu di jaga betul oleh Allah sehingga tidak ada sesuatu pun yang mengganggu mereka dan anggota tubuh pun tetap seperti semula, barang-barang yang di bawa semuanya tetap seperti semula
Jadi begitu mereka bangun dari tidurnya, salah seorang di antanya pergi hendak membeli makanan ke kota duit yang di bawa waktu itu pun masih ada tidak rusak, pas sampai dia ke kota, terkejut, kota sudah berubah, sudah berapa lama aku tidur ini ujarnya, begitu sampai di toko hendak membeli makanan, itu penjual bingung melihat duitnya, ini duit 30 tahun telah lalu, engkau dari mana dapat duit ini, ini duit sudah lama, yang membeli ini pun bingung, kenapa duitni bisa jadi duit 300 thun lalu
Akhirnya ribut orang pasar akhirnya diapun di bawa menghadap kepada raja waktu itu, sedangkan ini raja sudah berganti kepada raja yang beriman kepada Allah
Akhirnya diapun menceritakan kisahnya, ujar raja mari kita sama-sama pergi mendatangi kawan-kawan engkau yang ada di dalam doa, akhirat merekapun berangkat
Sesampainya di depan goa, menurut sebahagian riwayatnya, ujar salah seorang tadi wahai raja, tunggu dulu sini, biar aku saja yang masuk, biar ku panggilkan kawan-kawan keluar, sampai saat itu tidak keluar-keluar lagi dianya, menurut satu riwayat begitu orang-orang hendak masuk ada angin yang sangat kuat sehingga orang tidak bisa masuk ke dalam itu goa, ada riwayat mengatakan mereka sudah di wafatkan Allah, ada lagi riwayat yang mengatakan mereka sampai sekarang masih di tidurkan lagi oleh Allah sampai nanti turun nabi Isa, mereka pun nanti naik haji bersama-sama nabi Isa 'alahissalam, nah ini lah yg di sebut dengan ashabul kahfi
Di dalam terdahulu di sebutkan di situ perkataan ulama
( 'allimu auladakum Asma'a ahlil Kahfi )
Ajarkan kepada anak kalian Nama-nama pemuda ashabul Kahfi Karna siapa yang tahu nama mereka itu ada banyak hikmah dan manfaatnya, jadi ashabul Kahfi ini pada waktu mereka hendak berjalan ke gua ada anjing yang ikut dengan mereka, anjing itu kita kenal dengan nama kidmir :
1. Maksalmina
2.tamlikhra
3.martunis
4.ninus
5.zunuanis
6.sariulis
7.Palestatiulis
Al imam Al qurtubi mengatakan di dalam tafsir beliau
( Hazihil ayat )
Ini ayat jelas memerintahkan kepada kita untuk lari, membawa agama, lari meninggalkan apapun itu, semata-mata untuk agama, Baginda Rasulullah pun hijrah dari Mekah ke Madinah begitu beliau tidak bisa mengembangkan dakwah di mekah, maka nabi kita hijrah ke Madinah, 7 orang ashabul Kahfi ini hijrah menyelamatkan akidah untuk menyembah Allah, dengan ayat ini artinya andaikata kita hidup di suatu kampung kemudian kita ini tidak bisa beribadah, atau kita ini kerja di suatu tempat banyak perkara mungkar yang terjadi kita tidak mampu untuk mencegahnya, kita tidak bisa shalat, susah shalat, apalagi sampai di larang shalat, maka segeralah hijrah menyelamatkan akidah kita untuk menyembah Allah
_______________
Sebagaimana dengan surah-surah lainnya maka surah Al Kahfi ini juga banyak memberikan petunjuk dan arahan daripada Allah kepada kita, di antaranya, di akhirat ayat
wahai Baginda Rasulullah sampaikan lah kepada mereka bahwa sesungguhnya tuhan kalian itu adalah Allah yang esa, barang siapa ingin bertemu dengan Allah, dalam keadaan bahagia, siapa yang hendak berjumpa dengan Allah dalam keadaan senang, (palyakmal 'amalan Sholiha) hendaklah ia beramal Sholeh, nah ini lah jalannya menuju Allah subhanahu wa ta'ala
tidak bisa kita mengandalkan orang tua kita, tidak bisa kita mengandalkan siapapun, kalau kita hendak bertemu Allah dengan bahagia (palyakmal 'amalan Sholiha) maka bersungguh-sungguh lah ia mengerjakan ibadah,
(Wala Yusrik bi'ibadati rabbihi aHada) dan jangan menyekutukan Allah dalam beribadah itu kepada seseorang juapun,
Kalau kita hendak nyaman ,2 aja syaratnya, mengerjakan amal shaleh, dan jangan menyekutukan amal itu kepada siapapun kecuali Allah subhanahu wa ta'ala, jangan syirik artinya, maka para ulama membagi syirik itu ada 3 macam
1. ('iktikadun syarikin Lillah)
Mengiktikatkan sekutu bagi Allah dalam ketuhanan, macam menyembah Allah dan menyembah berhala, ini wahuwa syirkul Akbar syirik yang paling besar
2. (iktikadun syarikin fil fi'il, ayyaktakida mauzudhan ghroirullah ) dia mengiktikatkan ada orang selain Allah yang bisa berbuat sesuatu walaupun dia bukan tuhan, nah ini mendekati seperti kelompok qadariyah
( Ini syirkul Mutawwaaassyid) syirik pertengahan
2. ( Arriyak) syirik yang kecil
Nah siapa yang hendak bertemu dengan Allah, hendaklah beramal shaleh dan jangan syirik, Baik syirik yang Akbar, syirik yang tengah, dan syirik yang kecil, riyak
Imam Sahal bin Abdullah at tustari mengatakan riya' itu ada tiga macam :
1. ( Ayyak'kida bi aslih fi'lihi li ghoirillah, wayuridubihi ayyu'rofha 'annahu Lillah ) dia membuat suatu ibadah sama sekali bukan karena Allah, tapi dia menghendaki agar di kenal orang dia itu beribadah karena Allah
Contoh macam ia shalat menjadi imam, nah disini dia tidak ada Allahnya sama sekali, dia hanya menghendaki kalau orang lihat aku ini, pasti orang akan menilai aku seakan-akan ibadah untuk Allah padahal tidak sama sekali, nah ini berbahaya, maka berhati-hatilah kita
2. (Yadkrhulu bisyailillah fa'inidtuli'alayih, nasitho)
Dia beribadah itu karena Allah, begitu di ketahui orang dia bersemangat, begitu orang tak ada jadi malas, contoh macam dia ini shalat sendiri di rumah biasa aja, pas dia shalat di masjid ada orang liat dirinya, diapun bertambah semangat menunjukkan dirinya,
3. (Darhola fil 'amal bil ikhlas wakrhoroza bil ikhlas shumma 'urifa zalik) dia beramal ikhlas, sampai selesai pun ikhlas, seminggu kemudian orang tahu dia itu beramal, di puji orang diapun senang, gembira dia sampai lupa kepada Allah, nah ini riya juga namanya
namun riya' macam ini tidak berdoa, dan tidak menggugurkan pahalanya, cuman lebih berhati-hati kalau sering macam ini bisa berbahaya, cepat ingat Allah, istighfar kepada Allah, bisa mendatangkan ujub nantinya
Al imam Al-Ghazali mengatakan setiap manusia ini pasti suka di puji dan itu akan mendatangkan penyakit riya', cuman kalau orang yang punya ilmunya, maka bisa langsung mengobatinya, langsung memohon kepada Allah, kalau tak punya ilmu sampai mati riya'nya, karena ria ini akan selalu datang kapan saja kepada kita, maka kita pun wajib mengobatinya,
macam mana cara mengobatinya tentunya dengan ilmu pengetahuan ugamaa yang kita belajar
1. Mengenali bahayanya ria, macam-macam riya' itu dari yang besar, yang pertengahan, dan yang kecil, mengerti kita ancaman Allah tentang orang yang ria, maka tak lepas daripada perbuatan ibadah apapun itu kita pinta pertolongan daripada Allah agar terhindar dari ria
2. (Khidmanul 'amal) menyembunyikan amal, imam shahal mengatakan setiap amal yang sudah kita kerjakan kemudian di ketahui oleh orang banyak maka jangan kita terlalu berharap apa-apa dengan itu amal, maka sebisanya kita sembunyikan
Nah perbuatan amal ibadah ini kita di perbolehkan membukanya, di perbolehkan menceritakan apabila
1. Untuk meyakinkan orang yang kita ajarkan, yang kita didik, macam anak kita, istri kita, anakku baca surah ini ya, ini bagus, baca dzikir la ila ha illallaaaah, nah ini bagus untuk kita perbanyak, ayah selalu baca dzikir itu, ini bertujuan agar orang yang kita ajarkan ini bersemangat, maka boleh kita ceritakan
2. Kemudian boleh kita sampaikan amal itu agar orang lain bisa mencontoh amal itu, macam zaman teknologi sekarang ini banyak orang mengkongsi hal-hal yang tidak baik, perempuan-perempuan olahraga, berhijab pakai baju ketat, adayang terbuka, nah kita pun bisa aja buat video yang bagus tentang ilmu, dakwah, dan lainnya supaya di contoh orang yang baik, bukan di contoh orang yang tidak baik
3. Dan adapun lagi yang ke 3 kita sampaikan amal yang kita kerjakan untuk bertujuan menguji diri kita apakah aku ini riya' atau tidak, nah 3 perkara ini landasannya silahkan kita berhati-hati dan waspada, selain daripada ini mengandung resiko yang berbahaya kalau kita lalai
Imam Thohir bin Hussain salah seorang ulama besar di irak, beliau ini ada mendengar ada salah seorang tokoh ulama besar, lalu beliau pun ada rencana hendak ziarah/berkunjung ke tempat tuan guru, karena mendapat kabar daripada orang ini tuan guru sangat luar biasa ilmunya, maka imam Thohir ini pun berencana sampai di sana nanti hendak minta di do'akan,
beliau pun berangkat sampai di rumah tuan guru, assalamualaikum beliau pun bertanya wahai tuan sudah berapa lama tinggal di Irak ini, ujar tuan guru tadi aku berdiam di Irak ini sudah 20thn tahun, dan akupun puasa 20tahun tak pernah absen, mendengarkan itu imam Thohir bin Husein pun balik ke rumahnya
Diapun menyampaikan kepada muridnya itu bukan tuan guru, itu orang yang ria, kenapa wahai imam, Karna dia itu menyampaikan sesuatu yang tidak aku tanya, aku hanya bertanya wahai Tuhan berapa lama engkau tinggal di Irak, musti jawabnya 20 tahun aja, titik, tapi ini tidak 20 tahun, dan akupun 20 tahun puasa, siapa bertanya, aku tak tanya puasanya, nah ini contoh orang yang ria, orang yang menceritakan amalnya tanpa ada sesuatu yang di perlukan.
Adajuga lagi ulama dari basyirah, Al imam asma'i, beliau suatu ketika ada melihat orang sangat bagus shalatnya, rukuknya pas, sujudnya pas, tumakninahnya ada semuanya bagus, selesai shalat, syech asma'i ini menyampaikan wahai tuan, baiknya shalat engkau itu, ujarnya, iya imam, akupun sekarang ni puasa, nah ini, syech asma'i tak tanya puasanya, kenapa hendak di ceritakan tanpa ada sesuatu yang di perlukan, nah ini berhati-hati bisa riya' namanya
Harusnya jawab aja sesuai pertanyaan, macam ada orang memuji kita, bagusnya shalat engkau, jawab aja Alhamdulillah doahkan aku lebih baik, itu kita ucapkan di mulut, tapi hati kita, Alhamdulillah terima kasih ya Allah sudah memberikan hidayah taufiq dan petunjuk sehingga hamba ini bisa melaksanakan ini, ampun hamba semoga terjauhkan daripada riya' ini, dah cukup
Dan obat daripada riya' perbanyak berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala ( allahumma inni 'a uzubika an usrika bika wa 'astaghfiruka lima la 'aklam, banyak tiap hari 3x
(allahumma inni 'a uzubika) ya Allah aku berlindung dengan engkau (an usrika bika) daripada menyekutukan engkau, (wa 'astaghfiruka lima la 'aklam) dan aku meminta ampun kepada engkau daripada apa-apa yang aku tidak tahu
Dan perlu juga kita memahami lebih lanjut dan kita teliti
Dimana sebabnya riya' itu muncul, Al imamul Ghazali mengatakan ada 3 sebab munculnya demikian itu :
1. ( Hubbul madah ) suka di puji orang, kalau kita ini apa-apa hendak mencari perhatian orang, tabiat suka mencari perhatian orang, maka mudah datang ria, pahala mustinya kita ini mencari pujian dari allah, mencari perhatian Allah bukan manusia
2. (Krhowfulmajammah ) takut di cela orang, dia ini beribadah semata-mata takut di katakan orang dia ni malas, nah ini mudah masuk riya', takut kepada manusia tapi tak takut kepada Allah, macam dia ni buat maksiat eh sekalinya ada orang, diapun takut, tak jadi buat, takut dirinya, nama baiknya tercemar di ejek orang, tapi tak takut kepada Allah, tapi kalah kita takut kepada Allah ini selamat
3. ( Tamak fima fi aydinnas ) kita menginginkan punya oranglain, ingin supaya di muliakan orang, ingin supaya di hargai orang, ingin supaya di perhatikan orang, ingin supaya di akui orang, nah 3 hal ini lah akar datangnya riya', maka pahami lah ini baik-baik dan berusaha menghindari daripadanya supaya kita selamat daripada penyakit yang menakutkan itu, yang mendatangkan dosa, yang menggugurkan amal, yaitu riyak
16.30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar