Alhamdulillah, kita bisa melanjutkan kembali perbahasan kita berkenalan dengan surah-surah yang ada di dalam Alquran karim, ( Al 'isrun min shuwaril Qur'an Suratu Thaha ) surah yang ke dua puluh daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran yakni surah yang bernama Thaha.
ini surah, (makkiyyatun) di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah, ( wa ayatuha) dan ayat-ayatnya ( khromsun wa shalasun wa mi'ah) berjumlah 135 ayat
Banyak hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang membicarakan tentang surah Thaha ini, di antaranya Baginda Rasulullah bersabda
( 'innallahaa tabaroka wa ta'ala qora'a Thaha wa yasin
Qobla ayyakrhlukassamawati wal'ardi alfay'am, rowahu baihakhi) sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala membaca surah Thaha dan surah Yasin, sebelum menciptakan langit dan bumi 2000tahun,
Di dalam hadist lain Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga mengabarkan kepada kita
( Kullu Qur'anin yudho'u ala ahlil Jannah, fala yakraa'una minhu Syai'a, illa Thaha wa yasin fa innahum yakraa 'una bihi ma fil Jannah ) seluruh isi Alquran di hantarkan atas penghuni syurga, maka mereka penghuni syurga itu tidak lagi membaca qur'an, kecuali penghuni syurga itu nanti hanya membaca dua surat, yakni thaha dan surah Yasin,
Karena di dalam syurga nanti sudah tak ada lagi perintah shalat, tidak di suruh lagi perintah puasa, di dalam syurga tidak ada lagi di perintahkan zakat, di dalam syurga tidak ada lagi di suruh tahajjud, dan ibadah lainnya, jadi kesibukan-kesibukan orang yang ada di sapam syurga itu hanya bersenang-senang dengan kenikmatan-kenikmatan tiada batas yang sudah di sediakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Namun dari sekian banyak kenikmatan itu maka mereka pun tetap membaca Alquran hanya sahaja surah Thaha dan Yasin, oleh karena itu ada pendapat ulama mengatakan tanda-tanda orang yang bakal menghuni syurga itu adalah orang yang mengamalkan setiap malamnya membaca surah Thaha dan Yasin, karena itu adalah amalannya ahli surga, dan tidak bisa seorangpun yang mengamalkan dua surah tersebut di dalam dunia kecuali orang-orang yang benar-benar hendak dirinya menjadi penghuni syurganya Allah subhanahu wa ta'ala
Ini surah di awali dengan membaca kalimat bismillahirrahmanirrahim, kemudian ayat pertama
Thaha itu artinya merunut Ibnu Abbas Radhiallahu 'anh,
( Ya razul( hai laki-laki, di tujukan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, tidaklah kami turunkan atas engkau itu Alquran untuk membuat engkau rugi, tidak juga kami turunkan kepada engkau alquran untuk membuatkan engkau celaka, melainkan ini Alquran adalah merupakan peringatan bagi orang yang takut kepada Allah, dan Alquran ini turun daripada tuhan yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi ( ayat 1-4)
Para ulama tafsir menyebutkan sebab turun ini ayat adalah karena orang-orang musrik Mekah, mereka mengatakan (ma unzila Hazal Qur'an ala Muhammad illa liyasqo) orang-orang kafir Quraisy berkata tidak di turunkan itu Qur'an kepada Muhammad melainkan agar Muhammad itu celaka,
Abu Jahal dan kawan-kawannya berkata ( innaka ya Muhammad la tasqo) engkau wahai Muhammad sungguh celaka, akhirnya Allah subhanahu wa ta'ala menurutkan ayat tersebut
ya Rasulullah, tidaklah kami turunkan atas engkau itu Alquran untuk membuat engkau rugi, susah ataupun celaka, tidak, tetapi sebaliknya Alquran itu di turunkan oleh Allah untuk menjadikan peringatan, petunjuk, nasihat bagi orang-orang yang takut kepada Allah
_________
Di dalam surah ini banyak cerita dan sejarah tentang nabi, dan banyak pula di dalam surah ini tentang peringatan-peringatan daripada Allah kepada kita kaum muslimin, di antara di dalam ayat 131, Allah berfirman
Tafsir daripada ini ayat, jangan kamu memandang, apalagi sampai terpesona dari kesenangan yang kami berikan kepada orang-orang kafir, orang-orang dzolim, orang-orang fasik berupa kemegahan kehidupan dunia, yang nanti pasti akan sampai waktunya kami siksa mereka dengan kesenangan tersebut
Rezeki yang akan Allah berikan kepada kita orang-orang yang beriman kepada Allah jauh lebih baik dan kekal daripada mereka yang demikian itu (Khrairu wa abqo)
Dalam satu ayat ini ada dua hikmat yang sudah di sampaikan oleh para ulama ahli tafsir, pertama, jangan kamu memandang, jangan kamu terpesona kepada berlimpahnya rezeki yang di berikan Allah kepada orang-orang kafir, orang-orang yang dzolim, yang suka berbuat dosa dan maksiat, jangan kamu sekali-kali terpesona terdapat kemewahan yang demikian itu
Sebab kemegahan itu nanti yang akan mendatangkan siksa buat mereka kelak di akhirat, Al imam Al Fakhrurrazi mengatakan di dalam tafsir beliau
( yazibu khroddul Bashar an abniyati dzolamah) wajib bagi kita menahan mata, menjaga, atau memejamkan mata daripada memandang, rumah-rumah, bangunan-bangunan, gedung-gedung punya orang yang kafir, orang yang dzolim, orang yang terang-terangan melakukan maksiat kepada Allah, pakaian-pakaian mereka, kendaraan-kendaraan mereka, dan seluruh kenikmatan yang mereka punya hendaknya kita tidak suka, tidak tertarik sedikitpun dengan demikian itu
Karna tujuan daripada adanya demikian itu mereka hendak dilihat, siapa sahaja yang memandang apa yang jadi tujuan dari mereka itu, berarti kita ini membantu mereka dalam kejahatan yang mereka lakukan, macam gedung, perhiasan, kemewahan, kenikmatan, kepunyaan orang kafir, orang yang dzolim, orang yang terang-terangan menontonkan, memperlihatkan maksiatnya, dosanya, yang jelas ini orang tidak punya malu kepada Allah, dan tidak punya malu kepada manusia, nah semacam ini jangan sekalipun kita pandangi
Karena walau kita pandang itu maka kita ini berdosa, dimana dosanya, seakan-akan kita setuju dengan apa yang di perbuatannya itu, dan menolongnya mereka daripada apa yang mereka inginkan, Karna jelas apa yang mereka lakukan itu ingin di lihat orang, apalagi kita ini sampai melihatnya kemudian kita ikut seperti mereka
Kemegahan, kebebasan berpakaian, pergaulan, tingkah-laku, tontonan orang kafir, orang yang dzolim, dan orang-orang yang secara terang-terangan memperlihatkan maksiatnya, auratnya, baik laki-laki dan perempuan, ini seharusnya menjadi hal penting bagi kita, jangan sekalipun engkau pandangi apalagi hendak melakukan yang sama seperti mereka itu
Jangan juga kita katakan mereka itu beruntung Karna demikian itu nikmat yang di berikan Allah di dunia, jangan sampai kita kepingin, kita mahu seperti itu,
Di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan
( la hasada illa fisnata'yin) tidak boleh kita hasad, artinya meniru, tidak boleh kita kepengen ( Illa fisnata'yin) kecuali kepada dua hal, nah yang ini boleh
1. (Razulin ata hullahu malan fasallatahu ala halaqatihi filhaq ) seseorang yang di berikan Allah harta, di berikan Allah kekayaan, dia gunakan kekayaannya itu di jalan yang Allah Rida, nah kalau kita ke pengen macam orang ini kita dapat pahala oleh Allah
Contohnya ada orang ini bagus agamanya, baik akhlaknya kemudian dia mencari harta dengan cara yang Allah Rida kemudian dia keluarkan hartanya itu ke jalan yang Allah Rida, kemudian kita lihat, ya Allah beruntung sangat orang itu, mudah-mudahan apabila nanti Allah kasi kepadaku yang demikian itu aku tidak lupa kepada Allah dan aku bisa melakukan yang macam itu, nah kita kepengen seperti ini akan dapat pahala dari Allah
2. ( Warazulin ata hallahu hikmata fahuwa yakdi biha wayu allimuha) seseorang yang di berikan Allah ilmu, kemudian dia ajarkan, dan di amalkan ilmu itu, nah kita pun di suruh ingin seperti orang tersebut
Kalau ada orang punya rumah mewah, kendaraan mewah, pakaian mewah, tapi dia dapat itu harta dari hasil riba, atau pekerjaan yang ada unsur dosa dan maksiatnya umpamanya, apakah patut orang yang demikian itu kita katakan ia menjadi orang yang beruntung? Tentu saja tidak,
Kalau kita ini mengerti, kalau kita ini benar-benar bertakwa dan takut kepada Allah, Justru di dalam hati kita mengatakan orang yang demikian itu adalah orang yang sangat rugi, dan sedikitpun di dalam hati kita tidak tertarik sama sekali menjadi seperti itu, kalau kita ini benar-benar beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Tapi sebaliknya kalau kita ini orang yang tidak beriman kepada Allah, yang cinta kepada kenikmatan dunia, kita melihat yang demikian itu, hati kitapun mengatakan, oh sungguh beruntung nya dia, enaknya hidupnya, dapat ini dapat itu, walaupun dengan jalan yang di haramkan Allah ia mendapat harta itu, tapi kita suka aja liatnya, dan pengen seperti itu, nah ini sangat mengkhawatirkan sekali kepada iman kita kepada Allah
Allah subhanahu wa ta'ala sudah menceritakan di dalam Alquran tentang Qarun, surah Al qashas ayat 79-
Suatu ketika Qorun itu keluar dari istana, di kelilingi ribuan pengawalnya, berpakaian dengan pakaian yang sangat mewah, sutra dan emas, rakyat yang cinta kepada dunia pada saat itu melihat qarun, alangkah beruntungnya dia itu, kami ingin seperti Qarun, sedangkan orang-orang yang di berikan Allah ilmu, mereka berkata ( wailakum ) celaka kamu,
(Shawabullahi khroirulli man amana wa 'amila Sholihan)
ثَوَابُ اللّٰهِ خَيْرٌ لِّمَنْ اٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًاۚ
seandainya engkau mengetahui bahwa Pahala yang akan di berikan Allah kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah jauh lebih baik dari apa yang engkau punya ini hai qarun
( Wa Rizqi rabbika wa khroirun wa abqo )
Rezeki yang bakal di berikan Allah kepada kita di akhirat nanti jauh lebih baik dan lebih kelak daripada yang di dapatkan oleh orang-orang kafir, orang-orang yang punya kekayaan dengan cara yang dzolim serta juga orang-orang yang mendapatkan itu kemegahan dengan cara dosa maksiat tersebut
Contohnya di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan
( Man sholla fi yaumin sintay 'asrota rok 'atan banallahu lahu baytan fil Jannah )
Nabi kita mengatakan siapa yang sembahyang dalam sehari 12 rakaat sembahyang sunnat, Allah bangunkan dia satu rumah di dalam syurga, ah ini bentuk bukti rezeki daripada Allah jauh lebih baik dan lebih kelak, dengan mengerjakan sembahyang sunnat 12 rakaat Allah akan memberikan ganjaran yang demikian itu
Ataupun 22 rakaat shalat sunnat muakkad, ghoirul mukaakkad,
12 rakaat sunnat itu
1. Rak'ataini qoblal Fajri, 2 rakaat sebelum subuh
2. rak'ataini qoblal Zuhri, 2 rakaat sebelum Zuhur, wa rak'ataini bakda Zuhri, 2 rakaat sesudah Zuhur
3. Rak'ataini qobla Ashri, 2 rakaat sebelum asar
4. Rak'ataini bakdal magrib, 2 rakaat sesudah magrib
5. Rak'ataini bakdal isya, rak'ataini qobla isya
Tentunya ini kita istiqamah mengerjakannya dengan shalat berjamaah, apalagi shalat wajib yang di perintah oleh Allah kepada kita, maka akan lebih besar ganjaran pahalanya yang akan di berikan oleh Allah kepada kita
Hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam lagi mengatakan
( Man qoro'a Hamim addhukrhan fi laylati Jum'atin au Yaumil jum'atin ba nallahu lahu baytan fil Jannah )
Barangsiapa yang membaca surah dukkrhan malam Jum'at atau siangkan, maka Allah berikan dia satu buah rumah di dalam surga, nah ini amalkan Istiqomah sampai kita mati, ini pemberian Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal Sholeh
Di dalam hadist lain juga mengatakan Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda
( Man qola subhanallahil adzim, wa bi Hamdi, grhurisat lahu biha nakrrhlatun fil Jannah) siapa yang mengatakan subhanallahil adzim wa bi Hamdi satu kali, Allah tahamkan baginya satu pohon kurma, nah ini ganjaran dan rezeki yang akan Allah beriman bagi orang-orang beriman dan beramal shaleh
( Wa Rizqi rabbika wa khroirun wa abqo )
Semakin banyak kita persiapkan, taman, rumah, kemewahan di dalam syurga maka automatis hati kita di dalam dunia ini tidak ada lagi yang namanya takut mati, bahkan para ulama, orang-orang alim yang sudah punya bekal simpanan di dalam syurga, mereka itu akan rindu kepada kematian, dan automatis hati kita juga di dalam dunia ini akan selalu mengingat kepada Allah
Ayat Thaha 131 ini, para ulama mengatakan turun kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam di kota Mekkah, di mana pada waktu itu Baginda Rasulullah kedatangan tamu, lalu untuk menjamu tahu itu nabi kita tidak ada makanan, beliau suruh sahabat yang bernama abu rabik, tolong datangi itu ada orang yahudi jualan gandum, bilang aku hendak berutang Gandung, nanti awal bulan aku bayar
Maka berangkatlah abu rabi menuju toko jualan gandum punya orang yahudi, wahai Fulan aku di perintahkan Rasulullah kepada engkau hendak berutang gandum, nanti awal bulan di bayar, ujar yahudi, tidak boleh berhutang, kecuali ada jaminannya aku mau, maka balik abu rabik kepada Rasulullah, wahai Rasulullah itu yahudi tidak mahu menghutangi gandum, kecuali ada jaminannya baru dia mahu,
Maka Baginda Rasulullah mengatakan wahai abu rabik, bawa itu baju perangku, gadaikan kepada itu orang yahudi dan ambil gandum padanya, padahal nabi kita ini sudah mengatakan aku akan bayar, aku ini adalah orang yang di percaya baik itu di langit dan di bumi, seorang orang sudah mengenal bahwa nabi kita ini orang yang jujur dan di percaya....
Maka dalam kejadian ini Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan ayat Thaha 131
______
Dengan demikian artinya Allah menuntut kepada kita, agar yang kita nilai dan lihat berkaitan dengan keberuntungan, kemewahan, kemegahan itu adalah sesuatu ibadah yang kita lakukan atau yang di lakukan oleh siapapun, bila ada kita melihat orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah itulah orang yang beruntung, ada orang yang rajin menuntut ilmu, Istiqomah beribadah di jalan Allah itulah orang yang beruntung
Jangan sampai kita ini orang yang mengaku beriman kepada Allah mengatakan orang-orang yang kaya itu adalah orang yang beruntung, jangan, orang kaya itu bisa di katakan beruntung kalau di habiskannya semua hartanya untuk jalan takwa kepada Allah, nah ini baru,
Mudah-mudahan kita semuaan ini di kuatkan hati dan iman agar bisa benar-benar menjadi orang-orang yang takwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin, insyaallah di lain kesempatan kita akan berjumpa kembali, assalamualaikum
Menit 18:18 insya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar