Pages

Sabtu, 30 Maret 2024

Alquran / 21. surah Al anbiya / hlm. 28

Bismillahi Wal hamdulillah, kita bisa melanjutkan kembali perbahasan kita berkenalan dengan surah-surah yang ada di dalam Alquran Karim, ( Alhadi Wal 'isrun, min shuwaril Qur'an Suratul anbiya ) yang ke 21 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran yakni surah yang di namakan dengan al anbiya

Ini surah ( makkiyyatun) di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah, ( wa ayatuha) dan ayat-ayatnya berjumlah ('isnata 'asrota wami'ah) 112 ayat 

Ma makna Al anbiyah itu, artinya adalah para nabi, di dalam istilah logat Arab Al anbiya itu jamak daripada para nabi, sebagaimana kumpulan dari para wali di sebut Auliya, 

1. ( Insanun) Nabi itu adalah seorang manusia, tidak ada dari golongan jin maupun malaikat, 
2. (Zakarun) nabi itu laki-laki, tidak ada yang perempuan, adapun sebahagian pendapat yang mengatakan nabi itu boleh perempuan dan mereka memasukkan Siti 'asiyah dan juba sayyidah Maryam binti Imran, sedangkan pendapat yang mayoritas nabi itu laki-laki
3. ( Hurrun) orangnya merdeka tidak menjadi budak siapa juapun, 
4. (Salimun min munaffirin tab'an) selamat daripada yang melarikan pada tabiatnya, artinya seorang nabi itu tidak mempunyai sesuatu yang membuatkan orang lari daripadanya, macam penyakit menular, nanti orang takut dekat dengannya, nah nabi tidak seperti 
5. ( Wa'andana Atin Abin wa ummin)
Dan nabi itu selamat daripada kehinaan kedua orangtuanya, misalnya tidak mau nabi itu anak daripada perempuan yang berzina ataupun pemabuk tidak, musti orangtuanya ini orang tua yang baik 
6. (Wu iya alayhi Bi syar'in walam yukmar bi tablighih)
Di wahyukan kepadanya dengan syariat, dan belum di perintahkan kepadanya untuk menyampaikan kepada manusia nah ini nabi 

Allah mengatakan pada surah an nahl ayat 36

7. ( Fa'in umira bihi) jika sudah di perintahkan kepadanya untuk menyampaikan itu syariat kepada manusia (fa nabiyyun wa rasul) maka di sebut dia sebagai nabi sekaligus rasul, 

Allah mengatakan pada surah anbiya ayat 25

( Fa qullu rasulin nabi wala Aqsa) 
Setiap rasul sudah pasti nabi, tapi setiap nabi belum tentu menjadi rasul, ( Kila 'adatul anbiya mi'atu Alfin wa 'arba'atun wa isrun Alfa) ada yang mengatakan jumlah seluruhnya para nabi itu sekitar 124ribu orang, sejak nabi Adam sampai dengan junjungan kita Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam 
( Ka'itdati ashabi sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wasallam wakta wafatihi ) sama persis seperti bilangan jumlah sahabat Rasulullah waktu beliau wafat, baginda Rasulullah wafat meninggalkan lebih kurang 124ribu sahabat 

( Wa'adatur rasul shalasun mi'atin wa shalasata 'asara) 
Sedangkan bilangan para rasul ada sekitar 313 orang

( Zhukira fil qur'anil Karim min hum khromsatun wa isrun
Dari semua itu yang di sebutkan di dalam Alquran ada 25 orang, oleh karena itu kita wajib mengenali dan menghafalkannya, 

( Wakhr tulifa bi nubuwwati khridir, wa dzulkarnain, wa Lukman, wa tolud) 

Khilaf para ulama karena ada yang mengatakan kalau Khidir itu nabi, ada juga mengatakan wali, sama halnya juga seperti Lukman Al hakim, dan tolud, Wal hasil dari sekian banyak nabi dan rasul itu yang wajib kita imani hanya 25 orang, demikian yang di sebutkan Alquran mulai nabi Adam sampai junjungan kita Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

( Wa khratamallahul Anbiya Wal mursyalin sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wasallam ) dan Allah pun menutup, menyelesaikan akan para nabi dan rasul dengan junjungan kita Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

( Wa qalallahu ta'ala fi qur'anil Karim ) para surah Al ahzan ayat 40 Allah mengatakan 
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam itu adalah penutup para nabi dan rasul, dan didalam hadist riwayat muslim, hadist yang shahih Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan 
(wa ana khrotamun nabiyyin) ujar nabi kita aku adalah penutup para nabi, Alquran sudah jelas mengatakan dan Baginda Rasulullah pun sudah mengatakan demikian, jadi kalau ada orang yang mengaku menjadi nabi ini sudah jelas bertentangan dengan Alquran dan hadist 

Cuman sekarang ini banyak aja orang mengaku-ngaku menjadi nabi dan anehnya ada juga orang yang percaya, 
Dan sejak zaman Baginda Rasulullah pun sudah ada orang yang mengaku menjadi nabi, dari masa ke masa anehnya ada aja orang yang macam ini, maka yang hendak kita katakan dengan keimanan kita kepada Allah dan keperca kita kepada Alquran, bagaimana ada orang itu sangat hebat, punya kelebihan yang luar biasa, mengaku dia menjadi nabi, tetap kita tidak akan percaya 


_______________
Ada hal yang perlu kita perhatikan juga bahwa setiap ibadah yang bisa kita lakukan ini adalah berkat daripada pertolongan Allah melalui usaha yang kita lakukan, contohnya macam kita ini sembahyang, kita berniat shalat Lillahi ta'ala karena Allah, tapi sejatinya kita bisa melakukan ibadah itu atas dasar di tolong oleh Allah, di mampukan oleh Allah, di berikan Allah hidayah, Taufiq dan inayah sehingga kita bisa melakukan yang demikian itu maka jangan kita lupa pada Allah subhanahu wa taala


Allah mengajarkan di dalam Alquran, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam di dalam perang badar, beliau mengambil segenggam pasir atau tanah, beliau di suruh melemparkan kepada orang kafir, maka semuaan orang kafir takut lari kocar-kacir, lalu Allah menurutkan Pada surah Al Anfal ayat 17
dsini Allah menyuruh Baginda Rasulullah, yang melempar itu adalah rasul Namun sejatinya adalah Allah, nah demikian juga kita shalat, yang sembahyang itu adalah kita lakukan namun atas dasar pertolongan dan kekuatan daripada Allah subhanahu wa ta'ala 

__________________

Sehingga para nabi dan rasul ini macam-macam ujiannya, ada yang hidupnya miskin, ada, ada yang hidupnya penuh dengan kekayaan, ada, ada yang di jadikan Allah sebagai raja, ada, ada yang hidupnya bertentangan dengan istri dan anaknya ada, nah semuanya itu sudah di kehendaki oleh Allah untuk di jadikan hujjah, di jadikan satu alasan di akhirat, untuk menolak semua alasan-alasan manusia kenapa tidak mahu beriman dan bertakwa kepada Allah

Contohnya ada orang yang sangat kaya, luar biasa kekayaan yang di berikan oleh Allah padanya, sehingga di akhirat nanti, wahai Pulan kenapa engkau tidak shalat, kenapa engkau lupa kepadaku, kepada engkau tidak membaca Alquran, hamba ini menjawab, aku engkau berikan banyak harta ya Allah di dunia yang harus di urus, maka Allahpun mengatakan apakah engkau lebih kaya daripada nabi Sulaiman? Nabi Sulaiman itu lantai rumahnya saja emas, engkau kaya sedikit saja kenapa lupa kenapaku kata Allah 

Sehingga para nabi nabi ini adalah menjadi suatu pelajaran bagi kita, maka tidak ada lagi alasan kita untuk tidak mahu bertakwa kepada Allah, karena Allah sudah memberikan hikmah daripada apa-apa yang sudah terjadi, dan kitapun hendaknya belajar 

Contohnya lagi orang yang menjadi raja, kepada engkau tidak shalat, kenapa engkau lalai kepadaku kata Allah, maka si Fulan ini pun menjawab ya Allah engkau berikan aku pangkat, sehingga aku menjadi raja, dengan demikian itu waktuku habis untuk memikirkan itu, maka Allahpun mengatakan itu nabi Sulaiman adalah raja dari seluruh alam, bukan hanya manusia, ia juga menjadi raja dan rakyatnya itu termasuk jin dan juga haiwan, dari sekian banyaknya rakyat beliau, dia pun masih ingat kepadaku dan masih bisa bertakwa kepadaku kata Allah 

Jadi tidak ada lagi alasan kita nanti kepada Allah, karena semuanya sudah Allah persiapkan, adalagi orang di tanya oleh Allah, hai Fulan kenapa engkau tidak shalat, kenapa engkau tidak bertakwa kepadaku kata Allah, maka iapun menjawab, ya Allah aku di dunia ini hidupnya faqir miskin, sehingga saya ini sulit hendak beribadah, fokus menjadi makan dan kebutuhan hidup di dunia, maka Allah pun menjawab apakah engkau lebih miskin daripada nabi Isa ? Nabi Isa itu tak punya rumah, nabi Isa ini dia berjalan, kemudian singgah ke suatu tempat istirahat, berjalan lagi, singgah lagi ke suatu tempat istirahat, nah sampai seterusnya, namun dia masih bisa bertakwa kepadaku kata Allah, apakah engkau tidak mengambil pelajaran daripada yang demikian itu?

Adalagi di tanya oleh Allah, hai Fulan kenapa engkau tidak shalat, kenapa engkau tidak bertakwa kepadaku kata Allah, diapun menjawab, ya Allah di dunia aku ini sakit-sakitan, maka Allahpun mengatakan apakah penyakit engkau itu lebih hebat daripada penyakitnya nabi Ayyub? Tapi lisannya tidak pernah lupa dan hatinya selalu berdzikir kepada Allah, jadi tidak ada lagi alasan kita di hadapan Allah nanti untuk meninggalkan shalat ataupun ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala, 

Contohnya lagi macam perempuan di tanya oleh Allah kenapa engkau tidak shalat dan tidak bertakwa kepadaku kata Allah, maka ini perempuan pun menjawab ya Allah engkau berikan aku suami yang tidak baik, maka Allahpun mengatakan apakah suami engkau itu lebih parah daripada Fir'aun? Ini Fir'aun mengaku Tuhan, suami engkau mengaku Tuhan tidak? Bisa aja Asiyah itu beribadah kepada Allah, bisa saja dia bertakwa kepada Allah, hai perempuan kenapa engkau tidak bisa beribadah dan takwa kepadaku? Nah tidak ada alasan lagi yang bisa kita katakan nanti di hadapan Allah 

_________________

Di dalam surah ini banyak sekali pedoman yang Allah berikan kepada kita salah satunya juga Allah sudah memberikan kita petunjuk dan arahan, Allah mengatakan di dalam surah ini pada ayat 7 

Bertanyalah kamu kepada orang-orang yang punya ilmu, jikalau kamu tidak mengetahui, kalau kamu tidak tahu maka bertanyalah itu perintah Allah hukumnya wajib, kalau kamu tidak tahu hukumnya maka bertanya kepada yang mengerti 

Di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan 
( Al ilmu khra za 'in ) ilmu itu ujar nabi kita adalah perbendaharaan, tersimpan rapat
( Mafatihu as su'al ) Kuncinya perbendaharaan ilmu itu adalah bertanya

( Ala fas'alu fa'innahu yukzaru fihi 'arba'ah ) bertanyalah olehmu, maka akan di berikan pahala sebab bertanya itu 4 orang, kita ini orang awam yang bertanya maka 4 orang mendapatkan pahala 

1. ( Assha'iluh) orang yang bertanya di beri pahala
2. ( Wal alim) orang yang alim, yang di tanya 
3. ( Wal Mustamik) yang mendengarkan 
4. ( Wal muhibbu lahum) yang cinta bagi mereka 

Maka kunci ilmu adalah bertanya, dan para ulamapun sudah mengajarkan kepada kita, kalau hendak bertanya itu ada adab-adabnya, ada Tata caranya, seperti apa bertanya itu supaya berpahala, 

1. (Ayyaklamal Mas'ul fi ilmih) sebelum kita bertanya maka kita ketahui dulu orang yang hendak kita tanyai ini alim apa tidak, karena di akhir-akhir zaman ini kata nabi ada orang-orang yang di anggap orang punya ilmu tidak tidak sama sekali, sudahlah tidak punya ilmu hendak berfatwa-fatwa lagi aneh ( fadhollu wa 'adhollu ) ini sesat dan menyesatkan orang
2. ( Wa ay yubatzidal Mas'ud fi khritabihi wajawabih) 
Dia menghormati akan orang yang hendak menjawab pertanyaannya ini, ada sopan santunnya, adabnya kita kepada orang yang hendak kita tanya ini 
3. ( Wa ay yuhassinah shu'al wayubayyinah) 
Dia musti memperbaguskan pertanyaan dan menjelaskannya, artinya kalau kita hendak bertanya itu baik-baik, apa yang ingin kita tanyakan itu, kita sampaikan dengan baik, dengan jelas, jangan aneh-aneh yang kita tanyai itu 
4. ( Wa Anla yas'alahu wahuya qo imun ) jangan bertanya kepada orang alim kalau dia ni lagi sibuk, lagi berjalan
5. ( Aw mustaufizun ) atau dia lagi hendak berangkat, contohnya kita ni jumpa guru kita di jalan kemudian kita stop, hendak bertanya hukum, wahai tuan apa ini hukumnya, jangan, tak sopan macam itu, kecuali hal-hal yang sangat-penting, kalau tidak daripada itu jangan
6. ( Aw ala halatitdazar aw hammin ) atau orang alim ini sedang berduka cita, sedang sedih macam ibundanya meninggal dunia, kemudian kita datang hendak bertanya hukum, jangan, di tunda dulu pertanyaannya 
7. ( Wa Anla yaqula aftani Fulan wakaifa rakyuh) kita yang bertanya ini jangan berani berkata wahai tuan aku ini hendak bertanya tentang hukum, masalahnya seperti ini, hukumnya ini, kalau menurut si Fulan ini begini, kalau tuan macam mana, nah jangan seperti itu, nah ini tidak punya adab sama sekali, ini tujuan hendak bertanya apa hendak mengadu ilmu antara satu dengan lainnya
8. ( Wa Anla yutholiba fitdhalil ) dan jangan sekali-kali minta dalil, contohnya kita tanya, tuan ini hukumnya apa, kemudian di jelaskan, lah mana dalilnya, nah ini tidak sopan sama sekali, mendahulu bagi orang yang di tanya

Nah demikian tata cara, tata kerama, adab, kalau kita hendak bertanya kepada orang alim 

( Adhabul alim bil Mas'ul) adapun tata cara, adab bagi orang alim yang di tanya itu adalah
1. ( Ayyaf Hamas shu'al) dia musti mengerti terlebih dahulu pertanyaan yang di tanyakan itu, jangan hendak menjawab tapi belum paham pertanyaannya 
2. ( Wa ayyubayyinal zawab ) dan dia menjelaskan tentang jawabannya itu dengan sejelas-jelasnya, yang akan menghilangkan kesulitan dan keragu-raguan bagi orang yang bertanya ini 
3. ( Wa ayyasbira ala tafhimis sha'il ) orang yang memberikan jawaban ini musti sabar memberikan pemahaman bagi orang yang bertanya, jelaskan, belum faham lagi, jelaskan, belum faham, jelaskan sampai faham ini orang yang bertanya 
4, ( wa ayya Kula la adri iza syakka fi zawabih ) 
Dan di alim ini musti berkata aku tidak tahu kalau tidak ragu-ragu dengan jawabannya, ( la adri) aku tidak tahu, silahkan tanya kepada yang lainnya, jangan kita ni sudah lah tidak tahu, memakai pendapat sendiri, menurutku, menurutku, apa ini menurutku.
5. ( Wa Anla yaqula bi rakyih Illa Mujtahidah) dan tidak boleh ia berkata dengan pendapatnya kecuali dia ini seorang Mujtahid, macam kita ini bertanya wahai tuan ini apa hukumnya, ujarnya kalau pendapat ku begini, nah ini guru yang salah, yang boleh berkata pendapatku itu macam imam Syafi'i, imam Malik, imam Ahmad, imam abu Hanifah, imam Nawawi, Ibnu Hajar kah dan lain-lain, nah ini boleh, kalau yang di bawah-bawahan ini, tidak boleh mengatakan menurut pendapatku, Karna ini orang tidak berhak berpendapat, Karna apa? Ilmunya sedikit tidak cukup ilmu hendak mengatakan demikian
6. ( Wa ayyuridaddalil iza ro'a Zalik ) dan si alim ini menjelaskan dengan dalil-dalil, mencantumkan hadist, tafsir, dan kitab-kitab sehingga jelas 

Demikianlah adab-adabnya orang yang bertanya dan orang yang di tanya mengenai tentang firman Allah 






Insyaallah di lanjutkan di lain kesempatan 24.20

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog