Pages

Minggu, 14 April 2024

Alquran/ 23. surah Al mukminun / hlm.30

Bismillahirrahmanirrahim, allahumma sholli wa sallim barik ala sayyidina Muhammad wa ala Alihi wa sohbihi wa barik azma'in,  

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kita bisa melanjutkan kembali pembahasan kita berkenaan tentang surah surah yang ada di dalam Alquran, 
(Asshalis Wal 'isrun min shuwaril Qur'an suratul mukminun) surah yang ke 23 yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama almukminun

Ini surah (makkiyyatun),di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah, ( wa ayatuha) dan ayat-ayatnya
(Shamaniya 'asrota wami'ah) 118 ayat 

Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan di dalam Alquran

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman itu

Al imam Al Fakhrurrazi di dalam tafsir beliau mengatakan ( 'iklam annallah subhanahu wa ta'ala hakamabi ushulil falah, Liman kana mustazmi anli syiFatin sab'in 

Allah menetapkan dengan mendapat keberuntungan (qod aflaha) sungguh beruntung kata Allah, siapa yang beruntung itu? Yakni orang-orang yang menghimpunkan 7 sifat di bawah dirinya 

1. Al iman, nah apa arti iman itu, berbagai macam pendapat para ulama mengatakan tentang takrif iman, di antaranya as Syaikh Al zarqani mengatakan iman itu adalah, ( huwal i'tikat bil qolbi huwal ikrar bil lisan) iman itu meyakini di dalam hati dan mengakui dengan lisannya, serta perbuatan anggota tubuh

Apa yang di imani? Apa yang di yakini? Apa yang di percayai itu? Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda ( antukminu Billah ) pertama beriman kepada Allah, seperti apa berimannya, bahwa Allah itu ada, Allah mempunyai segala macam sifat-sifat keagungan, keindahan dan kesempurnaan, Allah mustahil bersifat kekurangan, aib dan cela, nah itu kita percaya 

Kita percaya bahwa Allah ada, percaya bahwa Allah mengetahui segala macam apa yang kita kerjakan baik itu di tempat ramai, maupun di tempat yang tersembunyi semuanya Allah tahu, percaya bahwa Allah selalu melihat apa-apa yang aku kerjakan, percaya bahwa sekecil apapun perbuatan yang kulakukan maka akan di berikan oleh Allah pahala, percaya bahwa aku ini benar-benar hendak menjadi orang yang takwa, ya Allah tolong aku, kalau kita bisa menjadi hamba Allah yang takwa pasti akan di tolong Allah dunia dan akhirat,  karena demikian itu akan di berikan ganjaran oleh Allah 

Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janji

(Wamala ikatihi) dan beriman dengan malaikat, bahwa ada makhluk Allah yang bernama malaikat, ini makhluk yang tidak pernah maksiat kepada Allah, at Tarim ayat 6
malaikat tidak pernah melakukan maksiat kepada Allah, nah kitapun percaya ini 

( Wakutubihi ) dan kita beriman kepada kitab-kitab Allah, seperti Alquran, Zabur, taurat dan Injil, dan kitab-kitab samawi lainnya, dan kita beriman kepada seluruh apa yang ada di dalam Alquran adalah benar, 

( Antukminu na Billah, wamalaikatihi wakutubihi, warasulihi, kita beriman dengan rasul rasul Allah, Wal Yaumil akhir, kita beriman dengan hari kiamat, dan yang ada di dalamnya, macam syurga, neraka, hisab, Mizan, dan sebagainya, ( wabil Qodri ghroirihi wa syarrihi) dan kita beriman baik dengan takbir baik maupun jelek, minallah daripada Allah subhanahu wa ta'ala

Kita percaya bahwa Allah ada, percaya bahwa Allah mengetahui segala macam apa yang kita kerjakan baik itu di tempat ramai, maupun di tempat yang tersembunyi semuanya Allah tahu, percaya bahwa Allah selalu melihat apa-apa yang aku kerjakan 

Demikianlah kepercayaan kita kepada Allah, namun kepercayaan itu pada diri kita masing-masing berbeda-beda, ada sebagian orang yang beriman mereka percaya bahwa sembahyang lima waktu itu adalah perintah Allah bagi orang yang beriman, percaya dia, tapi kadang-kadang dia ingkar dengan perintah shalatnya 

Adapun sebagian lagi mereka percaya bahwa Allah mengharamkan riba, mengharamkan harta yang di dapat daripada jalan yang tidak baik, macam ini orang kerja tapi sembahyang tertinggal, lupa shalatnya, dah dia ini percaya, tapi dia buat juga riba itu, 

Nah kenapa bisa imannya seperti ini bisa terjadi, sebahagian para ulama mengatakan, orang yang demikian itu ( fi dzohiril qolbi) letak imannya itu hanya di luar hatinya, sangat jauh belum sampai masuk iman itu ke dalam hatinya 

2. Iman itu sudah berada (Al iman fiwastil qolbi ) di pertengahan hati ( Ka imanussyaliqin) seperti imannya para orang-orang shaliqin, ini orang percaya bahwa shalat itu perintah Allah, dia percaya kalau zina itu di larang oleh Allah, dia percaya bahwa riba itu di kutuk oleh Allah, maka diapun mati-matian tidak mahu melakukan perkara-perkara yang demikian itu, 

Adapun lagi dia ini Karna iman berusaha menjauhkan dirinya daripada segala macam perbuatan dosa, adapun lagi dia ini macam mengerjakan puasa, betul betul menjaga dirinya, lisannya, hatinya, semua anggota tubuhnya supaya puasa itu sempurnah, walaupun dengan bersusah payah, macam dia ini bersungguh-sungguh melatih dirinya untuk bangun malam untuk shalat, karena hendak mencontoh Baginda Rasulullah walaupun dirinya ini di latihnya dengan susah payah, maka inilah iman orang-orang shaliqin

3. ( Al iman fidaghrilil qolbi ) iman yang berada di dalam lubuk hatinya, (ka imanissyiddiqqin) nah ini iman orang-orang shiddiqqin, mereka ini bilamana ada perintah Allah dan rasul, dia beriman, dan melakukannya dengan perasaan nyaman, senang hati tanpa terbebani sedikitpun, merasa nikmat ibadahnya itu kepada Allah 

Jadi iman kita ini tidak akan pernah lepas daripada 3 tempat itu, ( Al imamussyafi' radiallahu'anh, mengatakan Al iman Yazid wa yangkus) Yazid fitta'ah, wa yangkus fil maksiyah, iman itu naik turun, bisa bertambah dan bisa juga berkurang, bilamana kita mengerjakan taat kepada Allah maka iman kita akan naik, manakala kita melakukan perbuatan maksiat, melihat kepada perkara yang mendatangkan dosa, mendengar kepada perkara yang tidak baik, memikirkan atau melakukan perbuatan yang buruk, gerak girik hati kita yang jahat, maka iman kita akan turun, bahwa bisa hilang 

Jadi perkara yang demikian itu setiap detik musti kita berhati-hati, jaga betul iman itu dengan melakukan perkara yang mendapatkan keridhaan Allah dan menjauhi daripada segala macam hal yang di larang Allah, mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta'ala menolong kita ini memberikan hidayah dan petunjuk kepada kita ini agar bisa benar-benar menjadi hamba-hamba Allah yang shiddiqqin, aamiin ya Allah 

Di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan 
( Zaddidu imanakum aksiru mingquli la Ilaha Illallah rowahul hakim) kata Rasulullah perbaharui iman, maksudnya perkuatanlah iman kalian, dan memperbanyak mengata la Ilaha Illallah, karena perkataan demikian ini adalah termasuk ketaatan, makin banyak kita mengatakan la Ilaha Illallah di dalam hati kita maka akan bertambah keimanan kita kepada Allah 

2. ( Alkhusyuk fisshalah ) 

orang-orang yang khusuk di dalam sembahyang, 

(Huwa Yasmalu khusyuk al qolbi, krhattafahum lima yakro, Wal khrouf, warroza, Wa khusyuk al jawarih, ka'adamil iltifat wa ghroirih

Khusyuk di dalam sembahyang itu mencakup baik daripada khusyuk hati maupun baik seluruh anggota tubuh, artinya faham dengan apa yang ia baca, bisa merasakan takut dan di lihat Allah dalam pekerjaan sembahyangnya itu,  dia merasakan ampunan dan Rahmat Allah dalam sholatnya, dia merasakan malu kepada Allah atas dosanya, karena diriku ini ku bawa berbuat dosa kepada Allah, diriku ini juga ku bawa shalat mengha Allah, malu dia, takut, minta ampun kepada Allah di dalam shalatnya

Lalu khusyuk anggota tubuh seperti tidak berbuat perkara yang sia-sia, tidak menoleh ke kiri dan kanan, menjaga betul anggota tubuhnya pada saat shalat itu, dan di luar shalatnya ini menjadi dirinya daripada segala macam perbuatan dosa, dan di gunakannya anggota tubuhnya itu kepada perkara-perkara yang baik supaya mendapat Rida allah, seperti menolong orang, belajar ugama, mencari nafkah yang halal tanpa meninggalkan shalatnya kepada Allah, nah ini maksudnya

3. 

Orang-orang yang berpaling daripada melakukan perkara yang sia-sia, ( allagrhu indal bakdil 'ulama Makana mubahan layakunu bil maryi, Layadrurotun wahazah) maksud daripada sia-sia itu adalah sesuatu perkara yang boleh, apabila kita tinggalkan tidak akan membahayakan kepada diri kita, apabila kita lakukan juga tidak ada manfaatnya sama sekali untuk diri kita, nah ini perbuatan yang sia-sia, kalau kita bisa menghindari demikian kemudian kita ganti waktu luang kita dengan memperbanyak dzikir kepada Allah, menuntut ilmu, ibadah, menjauhkan diri daripada perbuatan dosa, bershalawat kepada Baginda Rasulullah maka kita di katakan Allah sebagai orang yang beruntung 

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah duduk dengan para sahabatnya di masjid Nabawi, lalu Baginda Rasulullah berkata ( Inna awwala man yadkhrulu min Hazal bab razulun Min ahlil Jannah )

Hai sahabatku, orang yang pertama masuk dari pintu itu adalah orang yang ahli surga, para sahabat melihat, siapa gerangan orang yang di katakan nabi itu, 

( Fadakhrola Abdullah bin salam ) ternyata masuk seorang laki-laki yang bernama Abdullah bin salam, berarti ini orang, razulun min ahlil Jannah, setelah itu para sahabat penasaran, kemudian datang kepada Abdullah bin salam, assalamualaikum tuan, apa amalan tuan sampai Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan tuan ini ahlil Jannah, maka Abdullah bin salam pun mengatakan 

1. ( Salamatusshodri ) selamat setiap hariku/hatiku ini daripada berniat yang tidak baik kepada seluruh manusia terkhusus kaum muslimin, di dalam hatiku ini tidak ada aku hendak menyakiti hati orang, jahat kepada orang, berburuk sangkaanku sama orang, ku latih hatiku semua orang itu baik, maka akupun menyelamatkan hatiku dengan demikian 
2. ( Watarkuma layakni ) meninggalkan perkara 
yang sia-sia, yang tidak ada manfaatnya, demikianlah beliau ini di katakan Baginda Rasulullah razulun min ahlil Jannah 


Orang yang mengeluarkan zakat itu adalah orang yang beruntung, baik itu zakat fitrah maupun zakat mal,  contohnya zakat fitrah senang aja, macam zakat harta 1 juta, 2juta 50 ribu tidak jadi masalah, coba duitnya 10 milyar, 250juta berat jadinya, itu sebab orang yang mengeluarkan zakat itu orang yang beruntung 

macam zina, homoseksual, lesbian, sehingga orang-orang yang bisa menjaga dirinya dari perkara tersebut adalah orang yang beruntung, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam di dalam hadist mengatakan
( Man zana, aw syaribah khromro, naza Allahu minhul iman, kama yarkhla'ul insani khromisa min raksih) barangsiapa berzina atau minum arak, pada saat itu umpamanya ia telah melepaskan imannya sebagaimana seseorang melepaskan gamisnya daripada kepalanya

Macam mana amanah itu? Macam ada orang menitipkan barang kepada kita, kita jaga kita sampaikan amanah itu, atau kita meminjam barang orang, kita jaga baik-baik dan kita pulangkan seperti semula nah itu amanah, macam Allah bagi kita kesihatan anggota tubuh badan, bagi kita kehidupan, jangan kita berani hendak melakukan dosa kepada Allah apalagi sampai menganggap enteng prihal dosa

( Wa tarkit tarfif fil kail, Wal wazni, wazziro, ) meninggalkan mengurangi takaran, timbangan dan ukuran, sama halnya juga kita ni berniaga, jangan kita berani mengurangi timbangan atau takaran, Karna itu amanah apalagi sampai berbuat curang, jangan 

( Wa adlil umarah firra'iyyah) dan adilnya pemimpin para rakyat, jabatan-jabatan yang di sandang oleh para pejabat itu adalah amanah, kalau mereka ingin beruntung hendaknya mereka menunaikan amanah itu dengan sebaik-baiknya, jaga amanah itu jangan sampai berkhianat kepada rakyat

Maka kalau kita bisa menerapkan semua yang demikian itu 

Mereka itulah orang-orang yang mewarisi daripada syurga firdaus

Di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan ( iza fa'alat ummati khromsa 'asrota krhoslatan halla bihal balak, ) bilamana ummatku melakukan 15 perkara, maka ia akan mengundang bala dan azab dari Allah 

1. ( Iza kana magrhnam duwala) apabila kekayaan-kekayaan milik negara itu tapi di nikmati oleh orang-orang yang kuat, orang yang berkuasa, 
2. ( Wal amanah magrhnama ) ada orang di berikan amanah merasa beruntung, contoh ada orang di Lantik jadi pejabat malah sujud syukur, harusnya istighfar, takut Karna ini amanah tanggungjawabnya besar bilamana asal-asalan bahaya, dapat nikmat dari Allah nah ini baru Syuzud syukur, macam terhindar daripada bala, dapat nikmat dari yang tidak di sangka-sangka nah ini silahkan sujud syukur, 
3. ( Wazzakat magrh rama) zakat di anggapnya kerugian, padahal Alquran mengatakan zakat itu mensucikan harta
4/5. ( Wa'ata arrazul zawzata huwa akka umma) seseorang laki-laki lebih taat kepada istrinya daripada umma, ibunya, urusan istrinya nyaman, urusan mamaknya belakangan
6/7. ( wa barro Shodiqahu wazafa abah) 
Dia ini berbuat baik kepada kawannya, tapi berbuat renggang kepada ayahnya, kalo urusan kawan mati-matian berusaha, untuk ayahnya tidak 
8. ( Watarfa'atil Aswad fil masajid ) di masjid heboh, ribut, sedikit-sedikit rapat, membicarakan perihal dunia, urusan duit, perniagaan, politik, 
9. ( Wakana Za'imul kaum arzalahum ) di angkatnya tokoh pada suatu kaum atau tempat yang tidak punya ilmu agama kepada Allah, macam mana hendak memimpin, mustinya pemimpinnya itu yang taqwa kepada Allah, ini tidak 
10. ( Wa ukrimarrazul makhrofata syarri) seseorang itu di muliakan bukan karna ilmu ugama dan taatnya kepada allah, melainkan malah di hargai, di muliakan, di sanjung itu orang karna kemaksiatannya
11. ( Wa syuribatil umur) zina, arak, dimana-mana sudah lumrah sudah di anggap biasa, 
12. ( Falubishal harir) Sutra di pakai oleh laki-laki 
13/14, ( wattuhizatil khoinat Wal ma'ajib ) di bikin biduan-biduan, penari-penari, hiburan musik yang mendatangkan maksiat kepada Allah , perempuan hendak menjadi biduan, berjoget, olahraga yang melihatkan auratnya ini, di buatkan ada sekolahnya, ada kelasnya, ada pelatihannya dan macam-macam 
( Wala ana akhiru hazihil umma awwalaha) kurangnya adab, melaknat ini ummat kepada orang-orang pendahulu mereka, sahabat-sahabat, para tabi'in, para imam, seperti Al imamussyafi', dia anggapnya seperti orang awam yang biasa, tidak punya hormat, tidak punya adab kepada orang-orang terdahulu

Nah ini ummat kalau sudah melakukan semua perkara  yang demikian itu berarti dia orang sudah berani menentang atau mengundang bala azab daripada Allah subhanahu wa ta'ala, demikianlah insyaallah di lain kesempatan kita bisa berjumpa kembali, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 









Tidak ada komentar:

More Article about this Blog