Yang ke 89 daripada surah surah yang ada di dalam Alquranul Karim adalah surah yang bernama Al farj
Ini sudah ( makkiyyatun) di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( Wa Ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah
( Shalasun) 30 ayat
Allah subhanahu wata'ala bersumpah dengan Al Fajri yang artinya adalah demi fajar, fajar artinya adalah subuh, di sini Allah subhanahu wata'ala mengingatkan kepada kita tentang pentingnya waktu subuh itu, dimana pada waktu subuh itu manusia baru terbangun daripada tidurnya sepanjang malam dan akan memulai pekerjaan atau aktivitas sehari hari, kemudian di samping itu waktu subuh mengingatkan kita kepada hari berbangkit atau hari kiamat, di waktu kita bangun subuh itu adalah ( Tansil) atau contoh begitulah kita akan bangun daripada kubur,
Orang orang yang hidup sebelum tidur itu bahagia, orang orang yang sebelum tidur itu tidak bermasalah, orang orang yang hidupnya sebelum tidur itu bergelimang dengan harta dan kebahagiaan maka begitu dia tidur dan kemudian bangun dari tidurnya hidupnya pun akan tenang, dan penuh dengan kebahagiaan, manakala bagi orang orang yang sebelum tidur itu melarat, sebelum tidur itu banyak mempunyai masalah begitu dia tidur, dan bangun tidur tentu perasaan tidak akan nyaman, karena akan memikirkan masalah masalah hidupnya seperti biasa, nah seperti itulah perbandingan kita pada hari kebangkitan nanti,
Orang orang yang semasa hidup mempunyai amal ibadah yang banyak kepada Allah subhanahu wata'ala, tidak punya masalah dengan manusia, maka begitu dia di bangkitkan pada hari kebangkitan itu maka dia bangun dengan lapang hati, senang, tenang dan bahagia, Karena sudah banyak bekal bekal yang dia persiapkan untuk menghadapi keadaan yang selanjutnya, akan tetapi bagi manusia manusia yang hidup di dalam dunia ini banyak maksiat kepada Allah, banyak berbuat dzolim kepada sesama makhluk Allah, begitu dia bangkit daripada kuburnya maka dia akan menemui berbagai macam masalah dan kesulitan, nah itulah Allah subhanahu wata'ala di dalam surah ini bersumpah dengan
Demi waktu subuh, supaya kita mengingat tentang keadaan subuh itu, kemudian Allah melanjutkan lagi di ayat seterusnya
Demi malam malam yang sepuluh, berbagai macam pendapat ulama yang menafsirkan tentang apa yang di maksudkan dengan malam malam sepuluh itu, yang terkuat daripada pendapat para ulama ahli tafsir, yang di maksud dengan malam malam yang sepuluh itu adalah
( Malam pertama sampai kepada 10 malam bulan Zulhijjah) Nah itulah yang di sebut sebagai ( layalin asar)
Kenapa Allah subhanahu wata'ala bersumpah dengan malam malam yang 10 itu ? Karena pada malam malam yang 10 itu, Allah subhanahu wata'ala melimpahkan berbagai macam Rahmat dan anugerah kepada orang orang yang mengetahui atau orang orang yang memuliakan hari hari tersebut, dan ini juga merupakan suatu keistimewaan yang di berikan Allah subhanahu wata'ala kepada ummat nabi kita Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan dalam hadist
( iza dakrhola 'asru dzil hijrah faziddu fittho'ah, fa'innaha ayyamun faddholahullah ) Apabila masuk 10 Dzulhijjah
( Faziddu fittho'ah) Maka bersungguh-sungguh lah kalian taat kepada Allah, artinya perbanyaklah ibadah daripada hari hari sebelumnya, karena demikian itu 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah itu merupakan hari yang di utamakan oleh Allah subhanahu wata'ala
Para ulama berkata ( man akroma hazihil ayyamal 'asaroh Akramahullahu ta'ala bi 'asri Karomat ) orang orang yang memuliakan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah maka Allah akan memberikan kepada itu orang 10 kemuliaan, nah contoh ada orang ketika masuk saja hari pertama bulan Dzulhijjah dia pun bertambah semangatnya dalam beribadah kepada Allah, karena hendak memuliakan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, memperbanyak taubat kepada Allah, memperbanyak shalawat, memperbanyak sedekah kepada Allah, nah demikian itu lah memuliakan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
Nah apa 10 kemuliaan yang akan di berikan Allah kepada mereka yang memuliakan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah itu
1. ( Al barokatu fi Umrih) Berkah umurnya, umur berkah ini apa artinya? Bukan panjang umur, ada orang umurnya 100 tahun belum tentu berkah, umur yang berkah itu adalah umur yang bermakna dengan kebaikan, umur yang terisi dengan perkara kebaikan, amal shaleh, nah ini yang di maksud dengan berkahnya umur, contoh ada orang hidup sudah 30 tahun, kemudian hidupnya ini penuh dengan urusan urusan menuntut ilmu, urusan ibadah dan amal kebaikan lainnya, ada orang yang umurnya 100 tahun, tapi hidupnya penuh dengan keburukan, kejahatan dan lainnya, nah ini tidak berkah umurnya
Jadi umur yang berkah itu adalah umur yang di gunakan untuk kebaikan, nah itu akan Allah berikan kepada orang orang yang memuliakan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah tadi, termasuk lah mendapatkan berkah umur dan berkahnya waktu, orang orang dahulu di sebutkan di dalam kitab kitab manaqib, bahwa setiap malam bisa mengerjakan sembahyang 100 rakaat, padahal waktunya sama dengan waktu kita, tapi mereka bisa melakukannya, nah ini lah berokah waktu,
2. ( Azziyadatu fi malihi ) Bertambahnya harta, harta akan di tambah oleh Allah subhanahu wata'ala
3. (Al hifzu Li 'iyalihi ) Di pelihara Allah anak istrinya, tanggungan tanggungannya akan di jaga oleh Allah subhanahu wata'ala
4. ( Attakfiru Li Syai yiatihi) Di hapus kejahatan kejahatannya
5. ( Attadh'ifu Li hasanatihi ) Di gandakan pahalanya
6.( attashilu Li sakarotihi ) Di mudahkan pencabutan nyawanya, matinya di mudahkan Allah
7.( Addiya Li zulumatihi) Allah memberikan cahaya bagi kegelapan, Allah berikan cahaya bagi tiap tiap kegelapan, kegelapan di kubur dan lainnya Allah berikan cahaya
8.( Attasqilu Li mizanihi) Di tambahkan berat di timbangan kebaikannya
9.( Annazatu min darokatihi ) Selamat dirinya daripada neraka
10.( Assu'ulu ala darojatihi) Mendapatkan kenaikan derajat dirini,
Nah itu lah 10 kemuliaan yang akan di berikan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada orang orang yang memuliakan yang menghormati 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah tadi, umapamanya di bulan bulan lain tidak full shalat berjamaah, begitu sampai 10 hari di bulan Dzulhijjah dia pun rajin shalat berjamaah, adapun lebih baik lagi setiap hari setiap bulan rajin shalat berjamaah, biasanya membaca Alquran 3 lembar sehari, mumpung begitu masuk 10 hari pertama di bulan Juni diapun menambahkan bacaan alqurannya semata-mata hendak mencari Rida Allah, untuk menghormati bulan Dzulhijjah, sama juga seperti membaca shalawat, berdzikir kepada Allah makin bertambah ibadahnya kepada Allah, nah itulah cara kita untuk memuliakan 10 hari di bulan Dzulhijjah itu
Di sampai dia menambah ibadahnya kepada Allah, diapun menghindari dirinya daripada melakukan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah subhanahu wata'ala, nah ini lah tujuannya kita memuliakan
( Qola bakduhum ulama) Berkata sebahagian ulama
( Innallaha iza ahabba 'abdan istakmalahu fil awqotil Fadilah, bifawa'idil Akmal, Wa'iza makkatahu istakmalahu fil aw qatil Fadilah bi Syai yi'il Akmal) sesungguhnya Allah apabila cinta kepada seorang hamba, Allah amalkan, Allah kerjakan, Allah mampukan itu hamba untuk berbuat taat, berbuat kebaikan di waktu waktu yang mulia, nah itulah tanda Allah cinta kepada kita,
Tanda Allah cinta kepada seorang hamba itu adalah, Allah mampukan seorang hamba itu berbuat amal amal yang baik di hari hari yang mulia, seminggu itu ada hari yang mulia yakni Hari Jumaat ( sayyidul ayyam) nah itu hari mulia, ada yang mengatakan kalau kita beramal ibadah di hari Jumat, 70 kebaikan di banding dengan hari biasa, nah apabila si hamba ini di cintai oleh Allah, orang ini pada hari Jumaat itu akan di mudahkan oleh Allah di banding dengan hari hari biasanya, nah ini tanda orang yang di cintai oleh Allah,
Bila masuk hari Jumaat hati nya, pikirannya ini sudah tidak terlalu lagi memikirkan dunia, 1 hari Jumat itu khusus untuk akhirat, nah ini lah tanda orang orang yang mendapatkan cinta daripada Allah, 10 hari pertama bulan Dzulhijjah itu adalah hari mulia, maka pada waktu itu orang orang yang di cintai oleh, atau orang yang hendak mendapatkan cinta daripada allah, dia akan merubah kebiasaan kebiasaan yang tidak baik kepada dirinya , dan dia akan menghormati hari hari yang mulia, maka itu lah alamat orang tersebut akan mendapatkan cinta Allah
( Wa'iza makkatahu istakmalahu fil aw qatil Fadilah bi Syai yi'il Akmal) Dan apabila Allah murka kepada seorang hamba Allah gunakan ini orang, Allah mampukan itu orang di waktu waktu mulia dengan amal amal yang tidak baik, tanda orang yang di murkai Allah, hari Jumaat atau tidak hari Jumaat sama aja, tidak ada bedanya, malah di hari Jumat itu makin malas beribadah kepada Allah nah ini yang jadi masalah, tidak bisa dia membedakan, ini Hari kita beribadah kepada Allah, ini ada hari di muliaan untuk bisa menambah ibadah kita kepada Allah, nah tidak bisa membedakan yang demikian itu, sama saja, nah inilah tanda orang ( makkatahullah ) di murkai oleh Allah,
Jadi kalau kita hendak menjadi orang orang yang di cintai oleh Allah subhanahu wata'ala maka hendaklah kita bersungguh sungguh untuk menjadi orang yang taat kepada Allah, selalu menambah ibadah kita, iman kita kepada Allah, dan jangan kita melakukan perkara perkara yang mendapatkan kemurkaan oleh Allah
Allah bersumpah dengan malam malam yang 10 itu menunjukkan kemuliaannya malam malam yang 10 itu
Demi yang genap dan yang ganjil Allah bersumpah demikian, maka pada ulama tafsir menjelaskan bermacam macam bahwa yang di maksud dengan yang genap itu adalah sifatnya makhluk, ( ada kudrat Al hadisah, dan ada Al ajsu, lemah, nah di dalam diri kita ini ada kemampuan ada kelemahan, ada ilmu ada zahil, dalam diri kita ini ada kehendak ada terpaksa, dalam diri kita ini ada hidup ada mati, nah itu lah yang genap
Sedangkan ( wal watri itu ) demi ganjil artinya adalah sifat Allah ( kudrat Allah) Allah itu maha kuasa tidak ada kelemahannya, Allah punya ilmu, maha berilmu tidak ada zahilnya, Allah punya kehendak tidak ada terpaksanya, dan Allah maha hidup tidak akan pernah mati, nah
Dan demi malam apabila dia telah berlalu, yang di sumpah kan oleh Allah subhanahu wa ta'ala berkenaan dengan ayat ini adalah ( la tub'asunna ) bahwa kalian nanti pasti akan di bangkitkan oleh Allah subhanahu wata'ala,
Adakah pada yang demikian sumpah itu pengaruhnya bagi orang orang yang berakal, apakah sumpah Allah itu menambah keyakinan mereka tentang kebenaran adanya hari kebangkitan itu? Ini surah pada waktu itu di turunkan di Mekkah sebelum nabi kita hijrah, beliau masih menghadapi quffar Qurais, yang mana mereka itu mengingkari Allah akan adanya hari kebangkitan nanti
Surat Al fajar ini di tutup dengan beberapa ayat
Di dalam ayat terakhir ini Allah subhanahu wata'ala berfirman di dalam alqurnul Karim
Hai nafsu mutma'innah, hai nafsu yang tenang, nah maksudnya apa? Allah disini memanggil hai nafsu yang tenang denganku, hai nafsu merasa bahagia denganku, hai nafsu yang percaya denganku, hai nafsu hai diri yang merasa aman bersamaku, nah itulah yang di panggil oleh Allah subhanahu wata'ala, karena manusia ini ada berbagai ketenangannya, kebahagiaannya
( Wa minannas mayyadma'innu iladdun ya ) Ada sebagian manusia yang dia itu tenangnya dengan dunia, ada sebagian manusia yang tenangnya dengan itu, ada orang kalau sudah dapat dunia dia tenang, dapat duit tenang, tidak untung langsung gelisah hatinya, nah ini tidak di panggil Allah dalam ayat ini,
Orang yang merasa aman, merasa tenang, merasa bahagia dengan orang kafir itu lah orang orang kafir, Allah subhanahu wata'ala berfirman di dalam Alquran pada surah Ar ra'ad ayat 26
Orang orang kafir itu gembira, senang hati dengan kehidupan dunia,
( Waminannas mayyadma'innu Ilal amal) Ada sebagian manusia tenangnya itu dengan amal ibadah, bila baca Qur'an tenang hatinya, bila baca tasbih tenang, bila berzikir tenang hatinya, ini lebih baik daripada yang pertama tadi, tapi ada yang lebih baik daripada itu adalah, orang yang tenangnya itu gembira nya hatinya itu dengan Allah subhanahu wata'ala,
Dapat harta gembira, tapi gembira bukan karena hartanya itu, tapi gembira karena harta ini adalah nikmat Allah, kirim daripada Allah kepadaku, boleh saja kita gembira, contoh kita mendapatkan nikmat, dan kita pun bukan merasa Bahagia dengan nikmat itu tapi kita gembira dengan Allah, karena Allah sudah memberikan nikmat kepadaku, Allah memperhatikan diriku, Allah masih sayang kepadaku sehingga aku masih di berikan Allah nikmat, aku masih di bantu oleh Allah, lalu kita gembira, nah kegembiraan seperti itu sangat baik
Adapun lagi kita beribadah kepada Allah, kita bisa membaca Alquran, kita bisa berdzikir, kita bisa sembahyang berjamaah, habis itu kita tenang dan gembira hati, nah gembiranya hati kita itu bukan karena kita bisa melaksanakan shalat, berdzikir, membaca Alquran tapi karena Allah masih memberikan kita hidayah masih memberikan kita kemampuan, masih menahan diri kita daripada perkara dosa dan maksiat kita di mampukan Allah untuk menjauhi diri daripada perkara buruk itu dan kita di bantu Allah untuk bisa beribadah nah itu yang kita gembirakan kepada Allah
Nah senangnya hati karena Allah bukan karena ibadah kita itu, maka itu lah yang di maksud dengan mutma'innah, Allah tidak melarang kita gembira kepada mendapatkan nikmat, Allah tidak merasa kita ini seneng hati mampu beribadah, tapi yang di larang oleh Allah adalah kita itu hanya gembira dengan nikmat, kita gembira karena ibadah kita, jangan,
Mustinya kita gembira, kita senang hati karena orang yang memberikan kita nikmat, yang memberika kita kemampuan untuk beribadah, yakni kita gembirakan senangnya hanya dengan Allah subhanahu wata'ala, kepada yang memberi, yang mengirimkan yakni kepada Allah subhanahu wata'ala
Wahai nafsu, wahai diri yang tenang kepadaku
Kembali lah engkau kepada tuhanmu, dalam keadaan Rida dan mendapat Rida, dia Rida berjumpa dengan Allah, dan Allah pun senang berjumpa dengannya, menerima kedatangannya
Masuklah kamu ke dalam golongan golongan orang orang yang mendapatkan ridaku, mendapatkan cintaku
Dan masuklah kamu ke dalam syurga ku, demikian lah jiwa, diri yang tenang dengan Allah subhanahu wata'ala, nah mudah mudahan kita semuaan ini di berikan Allah nafsul mutma'innah ini, aamiin ya Allah ya rabbal alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar